©MonZaeMon™ 69 - Jika ditanya, apa hubungan antara Mc Donals’s dan BBM? Pasti secara
serempak kita akan menjawab, “gak ada”. Ya..pasti memang tidak ada. Gak
mungkin kan kalau makanan di restoran cepat saji ini digoreng dengan
menggunakan bensin, atau bumbunya dicampur dengan bensin? Tapi, hari
ini, Mc Donald’s jadi punya hubungan sama BBM. Buktinya, saat demontrasi
kemarin, para demonstran yang notabene menuntut ditariknya rencana
kenaikkan harga BBM, menjarah dan merusak salah satu gerai Mc Donald’s
di suatu kota.
Aneh? Ya..pasti aneh. Sangat tidak mungkin Mc Donald’s menjadi
inisiator dari kenaikan harga BBM sehingga perlu dijaraha. Namun, saat
kita mengamati beberapa pemberiataan yang muncul, maka rasa penasaran
kita pun segera terjawab. Para demonstran kehausan. Besar kemungkinan
saat itu kebutuhan
logistik sangat kurang sehingga masih banyak
demonstran yang kehausan atau mungkin juga kelaparan. Nah..sangat tidak
lucu bukan jika demonstran yang berjumlah puluhan itu berdiri membentuk
antrian untuk membeli makanan. Maka, satu-satu jalan yang paling
memungkinkan adalah..membuat rusuh restoran sehingga mereka bisa dapat
makan minum gratis tanpa perlu antri.
Demo pun butuh kesadaran
Ya..inilah salah satu syarat menjalani kehidupan ini, hidup dengan
sadar. Dalam artian, kita menyadari dengan sesadar-sadarnya apa yang
kita lakukan bukan sekedar memperturuti nafsu yang sering menyeret kita
melakukan tindakan-tindakan membabi-buta. Belum lagi, jika tindakan yang
kita lakukan itu hanya karena ikut-ikutan, mengikuti satu atau dua
suara yang tidak jelas asalnya dari mana.
Nah..apakah bisa dikatakan bahwa mahasiswa yang kemarina melakukan
pengrusakan di Mc Donald’s atau tempat lain itu tidak sadar? Barangkali
iya. Mereka sedang memiliki semangat yang mengebu, dan emosi yang
memuncak, sehingga sangat mudah sekali untuk dibakar. Dan ketika
kebakaran emosi ini sudah mencapai puncaknya, maka apapun yang ada
dihadapan mereka terlihat sebagai musuh yang harus pula diperangi, meski
mungkin tidak memiliki hubungan secara langsung dengan apa yang sedang
mereka tuntut.
Andai saja mereka sadar, besar kemungkinan mereka tidak akan
melakukan itu. Mereka pastinya akan sangat menyesal saat tahu bahwa
restoran cepat saji yang mereka rusak adalah salah satu tempat dating
mereka. Atau, malah salah satu sponsor mereka saat melakukan kegiatan
kemahasiswaan.
Dan, harapan kita, semoga saja demonstrasi yang katanya masih akan
terus berlangsung ini dilakukan secara sadar. Sadar bahwa pengrusakan
hanya akan menyusahkan masyarakat lain yang sedang mereka bela. Sadar
bahwa apa yang mereka rusak, bakar, lempari, atau jarah adalah apa yang
sangat mereka butuhkan saat mereka sedang hidup normal (tidak melakukan
demonstrasi). Dan sadar bahwa demonstrasi yang menyuarakan keadilan dan
nasib rakyat adalah agung dan mulia sehingga perlu dilakukan dengan cara
yang agung dan mulia pula.

No comments:
Post a Comment