©MonZaeMon™ 69 - KOMPAS.com — Gitaris grup PADI yang juga pencipta
lagu sekaligus produser musik, Satriyo Yudi Wahono atau Piyu, melihat
bahwa boyband dan girlband tak akan berumur panjang.
"Aku bilang, boyband tidak punya masa depan. Mereka hanya pengekor, kebanyakan masih lipsync, dan hanya mengandalkan dance. Tapi, bukannya saya enggak suka boyband. Saya suka kok sama NSYNC, Backstreet Boys. Tapi, boyband kebanyakan masih lipsync. Boyband kayak gitu harus diberi pelajaran," ujar Piyu dalam wawancara di Studio Gaharu, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2012).
Piyu bukan tanpa alasan melontarkan kritik itu. Beberapa syarat untuk
menjadi artis musik yang akan bertahan lama, menurut Piyu, belum
semuanya dipenuhi oleh boyband dan girlband Indonesia. "Boyband dan
girlband itu fenomena yang akan diseleksi. Syarat artis musik bisa
bertahan lama itu punya good performance, good skill.
Jangan sampai, baru terkenal sudah enggak mau diwawancara dan sudah
mulai telat latihan. Perlu juga dipertanyakan, apakah mereka mencipta
lagu sendiri. Nah, variabel-variabel ini yang harus diperhatikan," ujar
Piyu lagi.
Kalaupun kini PADI sedang vakum, bagi Piyu bukan
berarti PADI—Piyu, Fadli (vokal), Ari (gitar), Rindra (bas), dan Yoyok
(drum)—telah tersingkir dari industri musik dalam negeri akibat
menjamurnya boyband dan girlband. "Saya masih ada karya, tapi nanti,
tunggu dululah, sampai ada waktu yang tepat. Kalau tujuannya hanya
menyaingi boyband dan girlband, itu bukan alasan yang tepat. Kalau
dibilang saya takut, ya saya takut dari sisi bisnisnya. Ini kan
investasi yang besar, bisa lebih dari ratusan juta. Ini bukan salah
pembelinya, melainkan industrinya yang belum bisa memperbaiki law enforcement setelah RBT terpukul dan pembajakan yang semakin marak," ungkap Piyu.

No comments:
Post a Comment