©MonZaeMon™ 69 -Penyebar pesan singkat atau SMS gelap tentang kunci jawaban Ujian
Nasional (UN) di sejumlah daerah di Jawa Timur akan dilacak melalui
nomor provider yang digunakan. Bersama polisi, penyelenggara UN juga
akan menelusuri dan menangkap penyebar SMS yang dianggap mengganggu
stabilitas menjelang UN itu.
Demikian hasil televideo conferece penyelenggara
UN Jawa Timur bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)
Mohammad Nuh di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Selasa
(17/4/2012). Dalam televideo conferece itu juga disinggung rencana pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran SMS gelap saat UN di tahun-tahun mendatang.
Koordinator
Pengawas UN Jawa Timur Mukhlas Samani menegaskan, standar operasional
pelaksanaan (SOP), pengawasan, serta distribusi soal UN sama sekali
tidak membuka peluang kebocoran pada jawaban UN.
''Bayangkan, jika soal kurang, untuk menggandakan soal saja harus dikawal,'' katanya.
Dia
juga meragukan pembuktian pembenaran kunci jawaban via SMS yang
menyebutkan kebenaran kunci jawaban itu diatas 60%. Dia yakin, SMS
tersebut adalah ulah orang tidak bertanggung jawab.
''Saya yang bukan peserta UN kok malah dapat SMS-nya,'' kata Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu.
Seperti
diberitakan, sehari sebelum pelaksanaan UN di Jawa Timur, beredar kunci
jawaban via SMS. Kunci jawaban itu dijual seharga Rp 6 juta hingg Rp
7,5 juta.

No comments:
Post a Comment