mzm69 - Stasiun televisi swasta Indonesia, Trans 7 memang hingga saat ini masih
menampilkan tokoh Unyil dalam programnya. Bahkan, hanya dari Trans 7 Pak
Raden mendapatkan pemasukan.
Drs Suryadi atau yang lebih dikenal
dengan nama Pak Raden salah satu yang merasakan imbas dari penayangan
acara tersebut. Ia mendapatkan bayaran dari pihak Trans 7.
“Kalau
penggunaan boneka pihak Trans 7 itu langsung menyewa kepada Perusahaan
Film Negara (PFN). Tapi, Trans 7 memang menghargai saya dengan membayar
kalau membutuhkan suara untuk mengisi suara Pak Raden,” ujar Pak Raden
saat ditemui di kediamannya di kawasan Petamburan III, Jakarta Pusat,
Sabtu (5/5/2012) malam.
.
,
Beberapa tokoh dalam boneka Si Unyil memang sudah didaftarkan oleh pihak
PFN ke Departemen Hukum dan Ham. Oleh kerenanya, tak ada pihak atau
instansi yang bisa dengan bebas memakai karakter boneka Si Unyil.
“Jadi kalau mau memakai tokoh boneka Si Unyil harus membayar tapi bukan sama saya melainkan ke PFN,” kata Pak Raden.
Pak Raden sendiri mengaku tidak pernah mendapatkan seperpun dari hasil peminjaman boneka tersebut. Lho kok?
“Hak
cipta sudah pada PFN, saya sudah tidak punya hak sama sekali. Makanya
hal ini yang sedang diproses oleh teman-teman saya. Itulah untungnya
punya teman,” ujar Pak Raden.
Hingga saat ini, Pak Raden masih
mengupayakan agar memiliki hak kepemilikan atas boneka si Unyil. Seperti
yang dilakukan Tim Advokasi Pak Raden yang telah memberikan
usulan-usulan kepada PFN.
"Intinya memang isi suratnya menganggap
ada sesuatu yang kurang pas dalam pola hubungan perjanjian antara Pak
Raden dengan PFN selama ini. Gagasan yang kita lontarkan dengan PFN
adalah kalau mengupayakan untuk membuat perjanjian baru," ujar salah
satu kuasa hukum Pak Raden, R. Dwiyanto Prihartono, SH.
(wes/ich)

No comments:
Post a Comment