©MonZaeMon™ 69 - KOMPAS.com – Cynthia (48), warga Kelurahan Ciater yang diduga terkena serangan serangga tomcat, hanya mengatasinya dengan mengoleskan salep. “Saya cuma cari di internet obatnya apa kalau terserang tomcat. Dapat dari internet, saya beli di apotek,” kata Cynthia di rumahnya, Kamis (22/3/2012).
Cynthia mengaku, awalnya ia tidak tahu bahwa dirinya terserang serangga tomcat (Paederus fuscipes)
pada Senin (19/3/2012). Akibatnya, kulit di tangannya terasa gatal dan
memerah. Keesokan harinya, Cynthia menemukan serangga tersebut hinggap
di gelas. “Waktu itu saya lagi mau minum, tapi kok ada binatang. Pas
diperhatikan ternyata bentuknya persis seperti yang diberitakan,”
katanya.
Dari sekitar tiga bintik merah di tangannya, satu di antaranya
seperti melepuh dan mengeluarkan nanah. Bintik tersebut menggembung dan
pecah sehingga menimbulkan rasa perih.
Ibu satu anak tersebut kemudian terus mengolesi lukanya dengan salep
Hydrocortisone seperti informasi yang ditemukannya di internet. Cynthia
mengatakan, dalam sehari ia mengolesi tangannya dengan salep tersebut
sebanyak tiga kali atau lebih. Sebelum diolesi salep, rasa gatal dan
bekas kemerahan terus melebar. Saat ini Cynthia sudah tidak
merasakan gatal, tetapi masih ada bekas bintik di tangannya.
Kini ia menyimpan serangga tomcat yang ditemukannya sebagai bukti. Serangga tersebut sebesar semut merah, tubuhnya berwarna garis hitam dan oranye.
Rumah Cynthia berada tepat di depan areal sawah milik warga. Sejauh ini tomcat
diberitakan suka berada di tempat lembap dan salah satu habitatnya
adalah sawah. Hingga saat ini pun dirinya belum kembali menemukan
serangga tomcat di rumahnya.

No comments:
Post a Comment