Blog www.monzaemon.com sedang dialihkan ke monzaemon69.blogspot.com untuk sementara :')

lagi ngebahas ini

Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Read More

14 Amalan yang Sebaiknya Dihindari Menjelang Bulan Suci Ramadhan

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Berikut adalah amalan yang sebaiknya tidak dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan.

1. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan
Tidaklah tepat keyakinan bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan “nyadran”). Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.

2. Padusan, Mandi Besar, atau Keramasan Menyambut Ramadhan
Tidaklah tepat amalan sebagian orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar atau keramasan terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”) ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!

3. Menetapkan Awal Ramadhan dengan Hisab
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا
“Sesungguhnya kami adalah umat yang buta huruf. Kami tidak memakai kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula memakai hisab (dalam penetapan bulan). Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Bazizah mengatakan,”Madzhab ini (yang menetapkan awal ramadhan dengan hisab) adalah madzhab bathil dan syari’at ini telah melarang mendalami ilmu nujum (hisab) karena ilmu ini hanya sekedar perkiraan (dzon) dan bukanlah ilmu yang pasti (qoth’i) atau persangkaan kuat.

Maka seandainya suatu perkara (misalnya penentuan awal ramadhan, pen) hanya dikaitkan dengan ilmu hisab ini maka agama ini akan menjadi sempit karena tidak ada yang menguasai ilmu hisab ini  kecuali sedikit sekali.” (Fathul Baari, 6/156)

4. Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa Satu atau Dua Hari Sebelumnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدٌ الشَّهْرَ بِيَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ أَحَدٌ كَانَ يَصُومُ صِيَامًا قَبْلَهُ فَلْيَصُمْهُ
“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Nasa’i)

Pada hari tersebut juga dilarang untuk berpuasa karena hari tersebut adalah hari yang meragukan. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan maka dia telah mendurhakai Abul Qasim (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Tirmidzi)

5. Melafazhkan Niat “Nawaitu Shouma Ghodin…”
Sebenarnya tidak ada tuntunan sama sekali untuk melafazhkan niat semacam ini karena tidak adanya dasar dari perintah atau perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula dari para sahabat. Letak niat sebenarnya adalah dalam hati dan bukan di lisan. An Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- mengatakan,
لَا يَصِحُّ الصَّوْمَ إِلَّا بِالنِّيَّةِ وَمَحَلُّهَا القَلْبُ وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلاَ خِلَافٍ
“Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.” (Rowdhotuth Tholibin, I/268, Mawqi’ul Waroq-Maktabah Syamilah)

6. Membangunkan “Sahur … Sahur”
Sebenarnya Islam sudah memiliki tatacara sendiri untuk menunjukkan waktu bolehnya makan dan minum yaitu dengan adzan pertama sebelum adzan shubuh. Sedangkan adzan kedua ketika adzan shubuh adalah untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Inilah cara untuk memberitahu kaum muslimin bahwa masih diperbolehkan makan dan minum dan memberitahukan berakhirnya waktu sahur. Sehingga tidak tepat jika membangunkan kaum muslimin dengan meneriakkan “sahur … sahur ….” baik melalui speaker atau pun datang ke rumah-rumah seperti mengetuk pintu.

Cara membangunkan seperti ini sungguh tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah dilakukan oleh generasi terbaik dari ummat ini. Jadi, hendaklah yang dilakukan adalah melaksanakan dua kali adzan. Adzan pertama untuk menunjukkan masih dibolehkannya makan dan minum. Adzan kedua untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu memiliki nasehat yang indah, “Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen), janganlah membuat bid’ah. Karena (sunnah) itu sudah cukup bagi kalian.” (Lihat pembahasan at Tashiir di Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 334-336)

.
.
7. Pensyariatan Waktu Imsak (Berhenti makan 10 atau 15 menit sebelum waktu shubuh)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ يَهِيدَنَّكُمُ السَّاطِعُ الْمُصْعِدُ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَعْتَرِضَ لَكُمُ الأَحْمَرُ
“Makan dan minumlah. Janganlah kalian menjadi takut oleh pancaran sinar (putih) yang menjulang. Makan dan minumlah sehingga tampak bagi kalian warna merah yang melintang.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah. Dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan shahih). Maka hadits ini menjadi dalil bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan dan minum) adalah sejak terbit fajar shodiq –yaitu ketika adzan shubuh dikumandangkan- dan bukanlah 10 menit sebelum adzan shubuh. Inilah yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Dalam hadits Anas dari Zaid bin Tsabit bahwasanya beliau pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas berkata, “Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?” Kemudian Zaid berkata, “Sekitar 50 ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lihatlah berapa lama jarak antara sahur dan adzan? Apakah satu jam?! Jawabnya: Tidak terlalu lama, bahkan sangat dekat dengan waktu adzan shubuh yaitu sekitar membaca 50 ayat Al Qur’an (sekitar 10 atau 15 menit)

8. Do’a Ketika Berbuka “Allahumma Laka Shumtu wa Bika Aamantu…”
Ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 481 dan no. 482. Namun hadits-hadits yang membicarakan amalan ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits.

Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta (Lihat Dho’if Abu Daud no. 2011 dan catatan kaki Al Adzkar yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy).
Adapun do’a yang dianjurkan ketika berbuka adalah,
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud)

9. Dzikir Jama’ah Dengan Dikomandoi dalam Shalat Tarawih dan Shalat Lima Waktu
Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah tatkala menjelaskan mengenai dzikir setelah shalat, “Tidak diperbolehkan para jama’ah membaca dizkir secara berjama’ah. Akan tetapi yang tepat adalah setiap orang membaca dzikir sendiri-sendiri tanpa dikomandai oleh yang lain. Karena dzikir secara berjama’ah (bersama-sama) adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam yang suci ini.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 11/189)

10. “Ash Sholaatul Jaami’ah…” untuk Menyeru Jama’ah dalam Shalat Tarawih
Ulama-ulama Hambali berpendapat bahwa tidak ada ucapan untuk memanggil jama’ah dengan ucapan “Ash Sholaatul Jaami’ah…” Menurut mereka, ini termasuk perkara yang diada-adakan (baca: bid’ah). (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/9634, Asy Syamilah)

11. Bubar Terlebih Dahulu Sebelum Imam Selesai Shalat Malam
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih). Jika imam melaksanakan shalat tarawih ditambah shalat witir, makmum pun seharusnya ikut menyelesaikan bersama imam. Itulah yang lebih tepat.

12. Perayaan Nuzulul Qur’an
Perayaan Nuzulul Qur’an sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan,
لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ
“Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya.” Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, pada tafsir surat Al Ahqof ayat 11)

13. Membayar Zakat Fithri dengan Uang
Syaikh Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz mengatakan, “Seandainya mata uang dianggap sah dalam membayar zakat fithri, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskan hal ini. Alasannya, karena tidak boleh bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan penjelasan padahal sedang dibutuhkan. Seandainya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membayar zakat fithri dengan uang, tentu para sahabat –radhiyallahu ‘anhum- akan menukil berita tersebut.

Kami juga tidak mengetahui ada seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membayar zakat fithri dengan uang. Padahal para sahabat adalah manusia yang paling mengetahui sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang yang paling bersemangat dalam menjalankan sunnahnya. Seandainya ada di antara mereka yang membayar zakat fithri dengan uang, tentu hal ini akan dinukil sebagaimana perkataan dan perbuatan mereka yang berkaitan dengan syari’at lainnya dinukil (sampai pada kita).” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 14/208-211)

14. Tidak Mau Mengembalikan Keputusan Penetapan Hari Raya kepada Pemerintah
Al Lajnah Ad Da’imah, komisi Fatwa di Saudi Arabia mengatakan, “Jika di negeri tersebut terjadi perselisihan pendapat (tentang penetapan 1 Syawal), maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yang ada dan setiap muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya.” (Fatawa no. 388)
Demikian beberapa kesalahan atau kekeliruan di bulan Ramadhan yang mesti kita tinggalkan dan mesti kita menasehati saudara kita yang lain untuk meninggalkannya. Tentu saja nasehat ini dengan lemah lembut dan penuh hikmah.

Semoga Allah memberi kita petunjuk, ketakwaan, sifat ‘afaf (menjauhkan diri dari hal yang tidak diperbolehkan) dan memberikan kita kecukupan. Semoga Allah memperbaiki keadaan setiap orang yang membaca risalah ini.

Wa shallallahu wa salaamu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

Read More

Bus Anti-Islam Masih Beredar di Washington

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Iklan dengan pesan anti-Islam yang terpasang di sejumlah badan bus di Washington DC, Amerika Serikat, membuat gusar umat lintas agama di kota tersebut. Dengan ukuran huruf besar, iklan tersebut memuat tulisan "Islam Membenci Yahudi: Tertulis dalam Quran".

Pesan lain tertulis dengan ukuran lebih kecil, "Dua per tiga bantuan luar negeri AS diberikan kepada negara-negera Islam. Stop rasisme. Sudahi semua bantuan ke negara-negara Islam"

Iklan bernada provokasi tersebut juga memuat gambar pimpinan Nazi Adolf Hitler terlibat percakapan dengan Al Husseini, tokoh Islam Palestina yang diburu Inggris dan melarikan diri ke Jerman pada 1939. Pesan tersebut menyebarkan tuduhan bahwa Islam bersama-sama Nazi membenci Yahudi.

Menanggapi iklan tersebut, kelompok Muslim, didukung oleh sejumlah warga Kristen dan Yahudi bersatu menyatakan bahwa pesan yang membawa-bawa Alquran tersebut sesat. Sebagai tandingan, mereka memasang iklan serupa yang menyangkal tuduhan iklan anti-Islam yang diketahui dilakukan aktivis anti-Islam Pamela Geller. I

Iklan tandingan itu mengampanyekan perdamaian di antara tiga umat, di mana umat Kristen, Islam, dan Yahudi berdampingan, disertai dengan kutipan Alquran.

Tak hanya iklan, Council on American-Islamic Relations (CAIR), lembaga yang memrakarsai iklan tandingan itu, mendistribusikan Alquran yang jumlahnya hampir delapan puluh ribu untuk mereka yang tertarik mengenal Islam lebih dalam.
 
Direktur CAIR, Nihad Awad menyatakan mereka tidak akan berbuat lebih jauh kecuali mengklarifikasi tuduhan yang mereka anggap tidak berdasar tersebut. Soal Al Husseini, Awad berpendapat bahwa ulama tersebut tidaklah pro-Nazi. Menurut Awad, dia lari dari kejaran Inggris yang memfonis dia mati atas perjuangannya, dan Jerman-lah negara yang ketika itu aman menjadi tempatnya berlindung.

Ditanya apakah mereka akan merespon lebih lanjut iklan tersebut, menurut Awad, cukuplah pesan humanis untuk menjawabnya. "Di AS, amandemen pertaman konstitus menjamin kebebasan peerbendapat, meskipun itu kebencian. Itulah realitas yang kita hadapi hari ini," Ujar Awad.

Tak hanya Muslim, kelompok Kristen dan Yahudi pun menyatakan tidak simpatiknya mereka terhadap iklan tersebut. Rabbi Rachel Gartner, pemimpin umat Yahudi setempat turut melayangkan kritiknya.

"Sebagai orang Amerika, saya juga menuntut kebebasan berpendapat. Tapi sebagai Rabbi, saya menuntut  tanggung jawab terhadap pendapat yang menyerukan kebencian, terutama jika itu menyangkut kelompok kami," Ujar dia.

Kepada Geller, aktor di balik iklan tersebut, Gartner menyarankan bahwa jika dia memiliki pernyataan politis, pastikan itu tidak memuat kebencian. Kedua, menurut Gartner, singkirkan Alquran dari iklan tersebut, kecuali Geller menyertakan surat mana yang dia maksud.
.
.

Read More

8 Amalan Menyambut Ramadhan

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Hanya tinggal beberapa hari lagi bulan ramadhan akan menjelang. Datangnya bulan keberkahan dan ampunan memberikan harapan untuk meraih segala kebaikan yang ada di dalamnya. Inilah saatnya untuk menggapai keampunan Allah.

Bagaimanakah rumah setiap muslim mempersiapkan diri menyambut ramadhan? Ada delapan amal yang perlu kita siapkan untuk menyambut bulan mulia ini agar ramadhan kita kali ini benar-benar lebih berarti.

Pertama: Menyediakan waktu untuk muhasabah diri.
Hendaklah setiap muslim yang akan menyambut ramadhan mulai menghitung-hitung amal dan dosa yang telah ia lakukan selama setahun ini. Apakah ramadhannya tahun lalu telah memberikan kepadanya sinergi untuk melalui sebelas bulan yang kini hampir berlalu?

Menghitung-hitung diri saat menjelang datangnya ramadhan menjadi sangat penting, sehingga setiap muslim akan mempunyai azam yang lebih kuat lagi untuk berupaya menggunakan ramadhan kali ini hanyalah untuk kebaikan dan menggapai segala rahmat dan ampunan Allah yang ada di dalamnya.

Allah menegaskan di dalam surat Al- Hasyr :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa melihat kepada dirinya apa yang telah ia persiapkan untuk hari esoknya, dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan. Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Allah melupakan diri mereka, merekalah orang-orang yang fasik. (Al-Hasyr: 18-19)

Kedua: Memperbanyak istighfar dan taubat.
Setiap anak adam pasti pernah salah dalam kehidupannya. Iman yang selalu naik dan turun, perjalanan hidup yang banyak godaan pasti akan membuat anak adam pernah terpeleset sehingga terkotori oleh dosa, dan kotoran itu perlu dibersihkan. Maka istighfar dan taubat adalah pembersihnya.

Ketiga: Melatih diri dan anak-anak dengan ibadah romadhan di bulan sya'ban. Seperti melatih berpuasa, membaca Al-Quran, qiyam, sedekah. dan lain sebagainya.

Dari Aisyah ra, ia berkata: "Tidaklah saya melihat Rosulullah menyempurnakan satu bulan puasa kecuali ramdhan, dan tidaklah saya melihat Rosulullah yang paling banyak puasanya kecuali di bulan sya'ban. (HR. Bukhori)

Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan sya'ban ia berkata: "ini adalah bulan para pembaca Al-Quran".

Keempat: Memperbaiki hubungan dengan saudara dan keluarga.
Allah berfirman : فاتقوا الله وأصلحوا ذات بينكم
"Bertakwalah kepad Allah dan perbaiki hubungan diantara kalian".
Memperbaiki kembali hubungan dalam keluarga menyambut ramadhan akan semakin menambah keharmonisan dalam keluarga ketika menjalankan ibadah puasa, karena hati yang bersih akan semakin suci. Maka menjelang ramadahn saatnya untuk saling meminta maaf dan memaafkan.

Kelima: Menjalin silaturrahim dengan tetangga.
Mendekati bulan yang penuh berkah hendaklah juga mulai menjalin kembali silaturrahim dengan teman-teman dan para tetangga, sehingga ketika kita mulai menjalin hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama telah menjadi baik. Dengan demikian kenyamanan jiwa akan benar-benar dirasakan ketika berpuasa.

Keenam: Mempersiapkan bekal keperluan selama bulan ramadhan.
Sehingga ketika telah berada di bulan ramadhan diharapkan waktu yang ada dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk memperbanyak ibadah dan tilawah.

Ketujuh: Menghiasi rumah dengan ayat-ayat dan hadist-hadist berkenaaan dengan keutamaan puasa dan ucapan-ucapan menyambut ramadhan. Karena tulisan dan ucapan-ucapan itu akan memberikan motivasi dan kesiapan untuk menyambut bulan yang mulia dan mengisinya dengan ibadah.

Kedelapan: Menambah ilmu dengan membaca buku-buku berkenaan dengan ramadhan. Sehingga diharapkan dapat melaksanakan tuntunan ibadah puasa dengan benar, terhindar dari kesalahan-kesalahan yang dapat membatalkan ibadah puasa atau mengurangi nilainya.

.
.

Read More

Ketika Kang Gary dan Ji Suk Jin 'Running Man' Memakai Peci Hitam

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Para member variety show 'Running Man' menghabiskan beberapa hari di Jakarta sejak Minggu (1/6/2014) untuk acara 'KakaoTalk Asian Dream Cup 2014'. Usai acara sepak bola itu, mereka pun lanjut syuting satu episode 'Running Man'.

Syuting dilakukan di Taman Safari, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (3/6/2014). Secara khusus Yoo Jae Suk, Ji Suk JIn, HaHa, Gary, Song Ji Hyo, Kim Jong Kook, Lee Kwang Soo dan Park Ji Sung terbang dengan helikopter untuk menghindari kemacetan.

Usai syuting, di hari yang sama mereka pun kembali pulang ke Korea. Sebelum lepas landas, para member sempat melakukan selca (self-camera) bersama.

http://images.detik.com/content/2014/06/04/1180/bpn5awqcuaa_wow.jpg
Kwangsoo menulis "We love Indonesia," di akun Twitter @masijacoke85 Selasa malam. Ia pun mengunggah foto bersama semua member 'Running Man' termasuk Park Ji Sung, kecuali Yoo Jae Suk.

Ji Suk Jin juga mengunggah foto selca-nya bersama dengan Jihyo. Lucunya, ia mengenakan peci berwarna hitam dalam foto tersebut. "I love Indonesia," tulis Suk Jin di Twitter @ilovegamdong.

Tak hanya Suk Jin saja yang berpeci, Gary juga terlihat mengunggah foto berpecinya lewat Instagram. Di akun @gaegun, ia menulis "Goodbye Indonesia," di caption foto.



Indonesia kabarnya jadi negara terakhir yang jadi lokasi syuting 'Running Man' di luar Korea. Kita tunggu saja kapan episode spesial di Indonesia ditayangkan oleh SBS ya!

(ron/mmu)
.
.

Read More

Lagu 'MTBD (MenTalBreakDown)' / '멘붕' CL '2NE1' Diprotes Karena Gunakan Ayat Al Quran

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - 2NE1 baru-baru ini merilis album terbarunya 'CRUSH'. Salah satu track di album itu berjudul 'MTBD', dinyanyikan secara solo oleh CL.

Hangat dibicarakan di berbagai media sosial, netizen menemukan fakta mengejutkan tentang lagu itu. YG Entertainment menyelipkan ayat-ayat Al Quran di tengah-tengah lagu ciptaan Teddy dan CL.

Ayat Al Quran itu dibacakan oleh seorang anak laki-laki yang video mengajinya diunggah ke YouTube sejak 22 Desember 2013 lalu. Dalam video berdurasi 5 menit 11 detik itu, YG Entertainment memotong ayat Al Quran yang dibacakan anak laki-laki mulai menit 3:27.

Potongan bacaan Al Quran itu kemudian ditempelkan sebagai suara latar belakang di lagu 'MTBD' milik CL. Kita bisa mendengarkan suara anak laki-laki sedang membaca ayat Al Quran di menit 1:02 di lagu CL.

Kenyataan mengejutkan ini tentu membuat fans beragama Islam kecewa kepada YG Entertainment dan juga CL. Namun sampai saat ini, YG Entertainment belum memberikan klarifikasi resminya mengenai hal tersebut.

Berikut video anak laki-laki yang tengah membaca Al Quran yang diselipkan di lagu CL (mulai menit 3:27):



Coba dengarkan perbandingan lagu MTDB dan pembaca Al Quran :



Lagunya lumayan juga :



Berikut video live performance 'MTBD' milik CL :


.
.

Read More

Ini Penjelasan Ustaz Hariri soal Video yang Heboh di Youtube

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Ustaz Hariri mengakui bahwa video di Youtube yang menunjukkan seorang ustaz sedang berargumen dengan seorang pria adalah benar dirinya. Namun, ustaz berambut gondrong itu menampik bahwa ia tengah marah dalam video yang diunggah dengan judul "Ustad Hariri Ngamuk dan Injak Kepala Orang" itu.

"Iya itu saya, saya nggak marah. Itu beritanya sepotong-sepotong nggak ada awalan dan nggak ada akhiran. Jadi tanggapannya beragam, ditambah audio yang buruk dan yang dipakai bahasa daerah, jadinya multi-interpretasi," ujar Hariri saat dihubungi via telepon, Rabu (12/2/2014).

Ia pun mengisahkan bagaimana hal itu bisa terjadi. Menurutnya, saat itu ia meminta agar audio atau suara lebih dikeraskan. Permintaan tersebut tidak dipenuhi, tetapi ia justru dimaki.

"Waktu itu saya hanya minta audionya diangkat, saya malah diteriakin, dia cenderung menantang. Ketika saya tanya, dia malah nantang. Saya bilang, daripada teriak-teriak, mending minta maaf," lanjutnya lagi.

Ia juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut berakhir dengan bermaaf-maafan. Kejadian itu berlangsung sekitar satu bulan yang lalu di Nagrak, Cangkuang, Kabupaten Bandung.

"Dia sudah minta maaf. Itu kejadiannya satu bulan yang lalu. Masalahnya sudah selesai saat itu juga. Dia juga setelah kejadian itu kembali seperti semula," tekan Hariri.

Hariri juga membantah dirinya menendang lelaki itu. Baca: Saya Tidak Menendang, tapi Mengunci. Ia juga meminta maaf atas peristiwa yang menurutnya dapat menimbulkan anggapan yang tidak baik tentang dirinya (baca: Saya Minta Maaf) Kompas.com


.
.

Read More

Hukum Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Hijriyah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
http://tv.teropongku.com/wp-content/uploads/2013/10/hijriah.png
MonZaeMon 69 - Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram? Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya. Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun. Silakan simak pembahasan berikut.

Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram
Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram. Lihatlah firman Allah Ta’ala berikut.

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”
(QS. At Taubah: 36)

Ibnu Rajab mengatakan, ”Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.”[1]

Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.”[2]

Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.  Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.

Di Balik Bulan Haram
Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram ? Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna.

Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.”[3]

Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”

Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.”[4]

Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah)
Suri tauladan dan panutan kita, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
”Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[5]
Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah, inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya.[6]

Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari, kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53), beliau rahimahullah mengatakan, ”Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah), disandarkan pada lafazh jalalah ’Allah’ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut, sebagaimana pula kita menyebut ’Baitullah’ (rumah Allah) atau ’Alullah’ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya, ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut. Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami.

Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah, sedangkan bulan inilah yang memakai nama islami dan disebut Muharram. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan. Adapun melakukan puasa tathowwu’ (puasa sunnah) pada sebagian bulan, maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada hari Arofah dan 10 Muharram. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab. Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun.”[7]

Al Hafizh Abul Fadhl Al ’Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi, ”Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah), padahal semua bulan adalah milik Allah?”

Beliau rahimahullah menjawab, ”Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun. Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah, pen) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini. Dan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta’ala kecuali bulan Allah (yaitu Muharram).[8]

Dengan melihat penjelasan Az Zamakhsyari dan Abul Fadhl Al ’Iroqiy di atas, jelaslah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan istimewa.

Menyambut Tahun Baru Hijriyah
Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram, sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah, maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan?

Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah, maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat,

لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ
“Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.”[9] I

nilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.[10]

Sejauh yang kami tahu, tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah. Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil, dalilnya pun lemah.

Amalan Keliru dalam Menyambut Awal Tahun Hijriyah

Amalan Pertama: Do’a awal dan akhir tahun

Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabi’in dan ulama-ulama besar lainnya. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. Bahkan amalan do’a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits.

Yang lebih parah lagi, fadhilah atau keutamaan do’a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali, bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.
Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan.[11]

Amalan kedua: Puasa awal dan akhir tahun
Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. Dalil yang digunakan adalah berikut ini.

“Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. Dan Allah ta'ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun.”

Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas:
  1. Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu’at (181)  mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya –Wahb bin Wahb- yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits.
  2. Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu’ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini.
  3. Ibnul Jauzi dalam Mawdhu’at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits.[12]
Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah.

Amalan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah
Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api, mengkhususkan dzikir jama’i, mengkhususkan shalat tasbih, mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah, menyalakan lilin, atau  membuat pesta makan, jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, para sahabat lainnya, para tabi’in dan para ulama sesudahnya.

Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). Secara gamblang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”[13]

Penutup
Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian.

Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.”[14]
Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu.”[15]
Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Diselesaikan di wisma MTI (secretariat YPIA), 30 Dzulhijah 1430 H.
www.rumaysho.com

[1] Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 217, Tahqiq: Yasin Muhammad As  Sawas, Dar Ibnu Katsir, cetakan kelima, 1420 H.
[2] HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679
[3] Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauziy, tafsir surat At Taubah ayat 36, 3/173, Mawqi’ At Tafasir.
[4] Kedua perkataan ini dinukil dari Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali.
[5] HR. Muslim no. 2812
[6] Lihat Tuhfatul  Ahwadzi, Al Mubarakfuri, 3/368, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah.
[7] Lihat Faidul Qodir, Al Munawi, 2/53, Mawqi’ Ya’sub.
[8] Syarh Suyuthi li Sunan An Nasa’i, Abul Fadhl As Suyuthi, 3/206, Al Maktab Al Mathbu’at Al Islami, cetakan kedua, tahun 1406 H.
[9] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, tafsir surat Al Ahqof: 11, 7/278-279, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.
[10] Idem
[11] Lihat Majalah Qiblati edisi 4/III.
[12] Hasil penelusuran di http://dorar.net
[13] HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269
[14] HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi
[15] Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi.

.
.

Read More

Pose-pose Berjilbab Rihanna di Depan Masjid Bikin Heboh

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon.com - Rihanna kembali membuat heboh. Tapi kali ini bukan karena kontroversi yang sering dibuatnya dengan tampil vulgar di video klip atau ketika tampil di atas panggung. Rihanna berpose di depan masjid dengan mengenakan jilbab.


Foto-foto itu diunggahnya lewat akun Instagram @badgalriri, Minggu (20/10). Rihanna tampil anggun dan sederhana dengan jumpsuit hitam.

Ia juga menutup auratnya dengan balutan hijab berwarna senada. Rihanna sempat berpose di beberapa area di lingkungan mesjid Sheikh Zayed Grand di Abu Dhabi.


http://images.detik.com/content/2013/10/21/230/riridlm.jpg

Gelombang reaksi penggemar langsung meledak ketika foto-foto tersebut dipajang sang pelantun 'Umbrella'. Ada yang memuji, namun ada juga yang menyayangkan pose-pose Rihanna yang dinilai tak sopan.

"I love Rihanna but then posing so seductively in front of the mosque is so disrespectful,” tulis pengguna Twitter dengan akun @NNTSHA_NAT

 “Rihanna modelling in the Sheikh Zayed mosque is just plain wrong. Who let her in?” tulis pengguna yang lain, @BinttAlthee.

Dilansir thenational, Senin (21/10), Sheikh Zayed Grand Mosque adalah masjid terbesar di Abu Dhabi, dan menjadi tempat yang menarik perhatian para turis. Jutaan pengunjung datang ke tempat itu tiap tahun.

Non muslim diperbolehkan masuk ke lingkungan mesjid, namun petugas tetap meminta pengunjung mematuhi peraturan yang ada dengan menggunakan busana sopan dan tertutup. Peraturan itu termasuk mengenakan abaya dan shayla, atau busana muslim (yang tak ketat) dan hijab.

“Rihanna may look gorgeous and all but she’s covering her head out of fashion not out of respect for the mosque,” tulis pengguna Twitter @NAUF_z atas busana Rihanna.

Namun, ada juga kicauan yang meilai bahwa busana yang dikenakan sang penyanyi sudah cukup sopan. “I don’t see how Rihanna posing adjacent to a mosque in Abu Dhabi is disrespectful. If anything she’s showing respect by supporting the hijab,” bela @mila_iggy. detik.com
. .

Read More

Syuting '99 Cahaya di Langit Eropa', Abimana Adzan di Menara Eiffel

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
http://images.detik.com/content/2013/10/21/229/abidlm.jpg
MonZaeMon.com - Produksi film '99 Cahaya di Langit Eropa' menyisakan cerita menarik selama perjalanannya melakukan pengambilan gambar. Salah satunya adalah ketika Abimana Aryasatya mengumandangkan adzan di ikon kota Paris, Menara Eiffel.

Pemeran karakter Rangga Almahendra itu melakukan adegan tersebut di Paris pada awal Oktober lalu, setelah sebelumnya syuting di Wina, Austria. Abimana melakukan panggilan salat bagi umat muslim dari atas ketinggian dengan pemandangan kota Paris yang cantik.



Untuk adegan ini, tim produksi menyewa salah satu sudut di Menara Eiffel selama dua jam. Namun proses syuting hanya diperbolehkan selama jam kunjungan untuk turis dibuka.

"Dikasih waktunya pagi hari. Kalau nggak blokir, kita nggak bisa syuting," ujar Eksekutif Produser Maxima Pictures, Yoen K kepada detikHOT, Senin (21/10/2013).

Untuk memblokir Menara Eiffel, kocek yang disiapkan memang cukup besar. Tapi, Yoen tak mau menyebut angkanya.

"Ya lumayan mahal untuk blokir, karena kalau ada pengunjung itu ramai sekali," ujarnya.

Paris memang menjadi salah satu latar tempat pencarian jejak-jejak peninggalan Islam yang dilakukan karakter Hanum Rais (Acha Septriasa) di Eropa. Perjalanan yang menggugah spiritual itu dilakukan bersama suaminya.

Hanum terkadang mendapat bantuan dari kenalannya sesama muslim untuk beberapa tempat yang ia tuju. Seperti bantuan dari Marion, muslim Prancis yang mengajaknya tak sekadar berjalan-jalan mengelilingi kota Paris, dan Museum Lovre.

Karakter Marion yang diperankan Dewi Sandra itu memberikan pengetahuan baru bagi Hanum. Kekayaan intelektual dan budaya Islam melalui karya seni bisa dilihat dalam benda-benda seni bersejarah yang terpajang di beberapa museum di Eropa saat ini.

Ingin menapaki sejarah Islam di Eropa? Saksikan '99 Cahaya di Langit Eropa' pada 5 Desember mendatang. (detik.com)
 . .

Read More

Perempuan Arab Terpana Melihat Busana Muslim Indonesia

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon.com - Layla Eshki (33), tak kuasa menahan decak kagumnya ketika mengamati gaun putih bermotif abstrak di bagian ujung yang dikenakan salah satu pemenang World Muslimah Beauty 2012, Deanita. Ketika itu, para pemenang WMB 2012 tengah bertemu masyarakat Indonesia di Jeddah dan warga Arab untuk mengenalkan ajang pencarian duta Muslimah inspiratif itu di Jeddah, Jumat (31/5/2013) lalu.

"It's beautiful! I never seen hijab like this in here," tukas Lyla sambil berkali-kali menyentuh pakaian muslim dari rumah busana Mumtaaz itu.

Lyla bercerita bahwa di Arab Saudi, para perempuan hanya terpaku pada sebuah baju muslim dengan warna hitam. "Di sini, semuanya hitam. Tak ada warna-warna cantik seperti ini," tutur perempuan yang bekerja sebagai fotografer lepas itu.

Hampir seluruh toko, cerita Lyla, menjual jubah dengan warna hitam di tokonya. Jubah yang dikenal dengan sebutan abayya itu biasa dikenakan perempuan Arab sebagai baju pelapis mana kala pergi ke luar rumah. Lyla mengaku bosan melihat pakaian yang itu-itu saja di negaranya.

"Yang saya tahu Islam itu tidak hanya hitam. Islam itu tidak membosankan, makanya saya pun pakai abayya dengan warna-warna cerah, meski hal ini tidak lazim di sini," kata Lyla.

Lyla melihat tampilan busana muslim karya para desainer dari Mumtaaz bisa menjadi salah satu panduan bagi perempuan Arab untuk berbusana muslim. Pasalnya, lanjut Lyla, kini perempuan Arab —khususnya di Jeddah— banyak yang terjebak dengan busana muslim yang tidak Islami.

"Mereka mengenakan celana jeans ketat sampai terlihat g-string, atau menggunakan baju ketat sampai terlihat belahan dadanya. Jelas ini sudah salah mode," tuturnya.

Menurut Lyla, kesalahan mode itu lebih banyak terjadi di Jeddah. Sementara di Mekkah dan Madinah, hal tersebut tidak terjadi karena kedua kota itu adalah kota suci bagi umat Islam. Di Mekkah dan Madinah, aku Lyla, cara berpakaian perempuan sangat diatur secara ketat, berbeda halnya dengan di Jeddah.

Manajer Operasional Mumtaz Boutique, Surya Artaty, menjelaskan bahwa pemilihan baju-baju yang dikenakan para pemenang WMB benar-benar dipilih secara selektif. Pasalnya, pada sesi pemotretan kali ini, para pemenang WMB dituntut untuk lebih menekankan busana muslim yang syar'i. Busana muslim syar'i yakni yang menutup aurat, tidak menunjukkan lekuk tubuh, dan kerudung menutup hingga bagian dada.

"Untuk membuat busana muslim yang syar'i ini kami tidak memiliki tema khusus yang diangkat karena setiap desainer yang bergabung dengan kami memiliki ciri khasnya masing-masing," imbuh Taty.

Setidaknya ada 20 pakaian yang dikenakan para peserta WMB selama di Arab Saudi. Seluruh pakaian muslim itu merupakan karya dari Malik Moestaram, Dian Pelangi, Shebe, Adhy - Alie, Sascha, Astrie, Zebu, Jenahara, Nuniek Mawardi, Bilqis, dan Lia Afif.
World Moslem Beauty merupakan ajang pencarian duta Muslimah inspiratif sedunia yang diselenggarakan oleh World Moslem Beauty Foundation. WMB merupakan acara tahunan yang dilakukan sejak tahun 2011. Tahun ini, WMB mengubah namanya menjadi Annual Award of World Muslimah.
Perjalanan ibadah umrah ke Arab Saudi merupakan hadiah bagi para pemenang WMB 2012, sekaligus untuk mempromosikan kompetisi tersebut ke dunia. Ada tujuh pemenang yang mengikuti perjalanan ini, yaitu Nina Septiani (Juara I), Dwi Handayani Putri (Juara II), Anggun Hiasyah (Juara III), Tasya Gunoto (The Most Innovative Muslimah), Rizkitha (The Best Video and Al Quran Recitation by Polling), Al Khansa (The Most Talented Muslimah), dan Dheanita Tribuana (The Favorite by Polling).

Editor :
Dini (KOMPAS.com)
. .

Read More

Pembeli Peci Uje Rp 31 Juta Remaja 14 Tahun

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
http://images.detik.com/content/2013/06/04/230/140929_185009_ujedalem.jpg
MonZaeMon.com - Para sahabat dan keluarga melelang peci peninggalan mendiang Ustad Jeffry yang akhirnya terjual seharga Rp 31 juta. Ternyata sang pembeli peci adalah seorang remaja berusia 14 tahun.

"Jadi, ada satu bapak dan satu anak muda. Ini anak muda usianya 14 tahun, intinya memang beramal Rp 31,5 juta masuk ke masjid, namanya Rizal," ungkap adik Uje, Fajar Sidiq saat ditemui di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2013).

Lelang dilakukan di kawasan Jimbaran, Bali, Senin (3/6/2013) malam. Fajar mengisahkan, Uje memang pernah datang ke masjid itu. Bahkan menurutnya, sang kakak kerap memotivasi pihak pengurus untuk memugar tempat beribadah tersebut.

Awalnya, pihak pengurus mesjid berencana untuk mengundang Uje saat penggalangan dana itu. Namun sayang, kini sang ustad telah tiada.

"Tadinya mereka mau mengundang Almarhum untuk menggalang dana masjid. Di Jimbaran itu termasuk mesjid yang besar, cuma kini almarhum telah tiada. Peci itu juga nggak saya cuci, masih ada bekas-bekas keringat, hanya saya sikat saja," tuturnya.

(nu2/mmu) detik.com

 . .

Read More

Kondisi Ustad Jeffry Usai Kecelakaan Menurut Saksi Mata

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon.com - Ustad Jeffry Al Buchory meninggal dunia karena mengalami kecelakaan motor di depan rumah yang beralamatkan di Jalan Gedung Hijau Raya No. 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat (26/4/2013) dini hari. Saksi mata di tempat kejadian pun membeberkan kondisi motor dan korban usai kecelakaan tersebut.

"Saya lihat motor hancur dan korbannya sudah tergeletak," ujar Juhari, satpam di lingkungan tersebut saat ditemui detikHOT di lokasi.

Juhari mengatakan, kondisi Uje dan motornya pun terlihat begitu parah. "Saya sudah lihat ada darah bersimbah di kepalanya, tangan sebelah kiri juga sudah nekuk," urai Juhari.

Juhari juga turut membantu membawa Uje ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). Namun dirinya tak bisa memastikan pria yang dijuluki ustad gaul itu meninggal di tempat atau di rumah sakit.

Uje meninggal setelah moge Kawasaki E650 yang dikendarainya menabrak pohon palem di bundaran Pondok Indah. Dalam foto yang diambil, kondisi motor pun memang terlihat rusak berat.

Uje meninggal pada usia 40 tahun. Selama ini, Uje juga memang dikenal memiliki hobi mengendarai moge. Kini jenazah sudah berada di rumah duka di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan.


(kmb/kmb) detik.com

. .

Read More

Ustad Jeffry Al Buchory Meninggal Dunia karena Kecelakaan Motor

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon.com - Kabar duka datang dari ustad Jeffry Al Buchory atau yang akrab disapa Uje. Pria yang kerap dijuluki ustad gaul itu meninggal dunia sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat (26/4/2013) dini hari karena kecelakaan motor.

Menurut informasi yang dihimpun detikHOT, Uje diketahui mengendarai motor Kawasaki E650 B 3590 SGQ. Motor berwarna hijau tersebut pun hancur pada bagian depan.

Kabar duka itu juga dibenarkan oleh salah satu sahabat Uje, Habib Mahdi. Mahdi mengatakan, Uje mengalami kecelakaan di Jalan Gedong Hijau 7 Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Benar, habis pulang dari dai center setahu saya, dan dia kecelakaan di Pondok Indah, 20 menit kemudian saya pantau kemudian beliau meninggal dunia," kata Mahdi kepada detikHOT, Jumat (26/4/2013).

Kecelakaan tersebut juga sudah diumumkan oleh TMC Polda Metro Jaya. Dalam akun Twitter tersebut, korban juga dipastikan meninggal dunia setelah menabrak pohon.

"Kecelakaan Pemotor Kawasaki E650 B 3590 SGQ menabrak pohon di Jl. Gedong Hijau 7 Pdk Indah, korban meninggal & msh penanganan," tulis TMC Polda Metro Jaya.


(kmb/kmb) detik.com

 . .

Read More

Hari Valentine Menurut Pandangan Islam

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon.com - Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?
 

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)
 

Read More

Diego Michiels Masuk Islam di Ruang Sidang

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
Diego Michiels Masuk Islam di Ruang Sidang
MonZaeMon.com - Diego Michiels telah resmi mengganti namanya dengan Diego Muhammad bin Robbie Michiels setelah mengucap dua kalimat syahadat di ruang sidang Purwoto S Ganda Subrata. Diego resmi menjadi seorang muslim.

Read More

Yuri Prediksikan Lagu "I Got A Boy" Akan Dapatkan Respon Negatif??

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
Yuri SNSD Prediksi "I Got A Boy"
MonZaeMon.com - Pada siaran 18 Januari dari KBS 2TV 'Yoo Hee Yeol's Sketchbook', Yuri SNSD membuka tentang bagaimana dia bereaksi terhadap ulasan negatif comeback terbaru mereka dengan "I Got A Boy".

Read More

Make A Wish for 2013 to Allah SWT

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon.com - Waktu, adalah sesuatu yang paling cepat dari pesawat jet ataupun kilat sekalipun di dunia ini. Teringat ketika setahun yang lalu aku menuliskan di atas mading pribadiku, tanda bahwa hari ini adalah akhir dari tahun 2011 dan keesokannya aku menuliskan bahwa hari ini adalah hari pertama di tahun 2012.

Read More

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriyah edisi 1434H

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
1352860297744360899
MonZaeMon.com - Assalamualaikum wr.wb
Sahabatku rahimakumullah,


Alhamdulillah, Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Hari ini (Rabu, 14 November 2012) kita semua telah berada di ujung tahun 1433 H dan ba’da ashar nanti kita memasuki awal tahun baru 1434 Hijriah, yang disebut dengan tahun baru Islam.

Read More

Nokia Here Siap Saingi Google Street View

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon.com -Saat memperkenalkan layanan peta digital Here, Selasa (13/11/2012), Nokia juga mengumumkan rencana mengakuisisi Earthmine yang mahir dalam memberi solusi peta 3D dan foto panorama jalanan perkotaan. Ini merupakan langkah besar Nokia menyegarkan divisi pemetaan agar mampu bersaing dengan Google.

Read More

Hikmah dan Keutamaan Kurban di Idul Adha

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
7 Hikmah dan Keutamaan Qurban ‘Idul Adha
monzaemon.com - Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]