بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
MonZaeMon.com -
Banyak hal telah terjadi setelah Thor sang Dewa Petir, putra kandung
Odin, pahlawan tergalau sepanjang masa, mencoba menyelamatkan Asgard
dari kerakusan Loki. Salah satu yang paling berkesan mungkin
bergabungnya Thor dengan para pahlawan super lainnya seperti Iron Man,
Hulk, Captain America, Black Widow dan Hawkeye di 'The Avengers'.
Setelah
kejadian New York, Thor hidup low-profile dengan caranya sendiri:
menggunakan palunya yang super untuk memberantas kejahatan. Sementara di
Bumi, Jane Foster, ilmuwan yang cukup kece untuk merebut perhatian sang
Dewa Petir, sepertinya sedang belajar "move on". Keadaan cukup tenteram
dan normal sampai akhirnya Jane dan Darcy menemukan sebuah tempat
kosong yang sepertinya menolak hukum fisika dan gravitasi pada umumnya.
Penemuan
itu membawa Jane kepada Aether, sebuah kekuatan super yang menyerap
penghuninya. Bentuknya seperti arwah berwarna hitam yang menyeramkan.
Tak menunggu lama, Aether masuk ke dalam tubuh Jane dan Thor pun turun
ke Bumi untuk menyelamatkan Jane yang ternyata membawa Thor pada
kekacauan baru yang tidak dia sangka sebelumnya.
Dibandingkan
dengan film pertamanya yang dirilis dua tahun lalu,
'Thor: The Dark World' adalah sebuah usaha naik kelas yang sangat berhasil. Seperti
mengaca pada film sebelumnya, pembuat film ini membuang semua hal-hal
yang menyebalkan yang bertebaran di sepanjang film –kisah cinta yang
terlalu melodramatis, subplot yang tidak begitu penting, resolusi yang
kurang memuaskan– dan menambahkan hal-hal yang lebih seru.
Ditulis
ramai-ramai oleh Christopher Yost, Christopher Marcus dan Stephen
McFeely,
'Thor: The Dark World' berhasil memasukkan semua elemen emosi
yang Anda butuhkan dalam film berdurasi 112 menit dengan pas. Jika Anda
merasa hubungan Jane dan Thor terasa terlalu menyebalkan di film
pertama, Anda tidak akan merasakannya dalam film ini. Hubungan
persaudaraan antara Loki dan Thor pun juga menjadi salah satu
highlight yang
tak terlupakan dalam film ini. Walaupun peran Odin (Anthony Hopkins)
yang agak terlalu menyita perhatian sedikit mengganggu, tapi itu semua
dibayar dengan begitu banyaknya humor yang Anda temukan dalam film ini.
Jika
di film pertamanya faktor tawa hanya mengandalkan aksi Darcy (Kat
Dennings yang selalu ciamik) yang gila –walaupun kali ini dia tetap saja
mencuri perhatian– kali ini hampir semua karakter mendapatkan jatah
untuk melucu yang rata. Bahkan Loki, anak angkat yang begitu terobsesi
menjadi raja itu juga mendapatkan jatah untuk melawak. Dan,
joke yang dia sampaikan juga sangat lucu.
Sutradara
Alan Taylor –sampai saat ini telah menyuradarai 6 episode 'Game of
Thrones'– yang namanya tidak sebenderang Kenneth Branagh ternyata
mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam mengatur tempo film. Lompatan
emosi –dari tertawa, sedih kemudian kembali ke tegang– dapat dia
manipulasi seperti layaknya seorang pesulap dengan mudahnya. Dan adegan
klimaks di Greenwich jelas membuat film sebelumnya kewalahan
Secara visual, 'Thor: The Dark World' adalah sebuah jajanan nikmat bagi
Anda pecinta gambar-gambar menawan. Sinematografer Kramer Morgentau
dibantu dengan
production designer Charles Wood dan
visual effect Paul
Corbould dan Jake Morrison berhasil mempersembahkan dunia Thor yang
megah dan perkasa. Semua adegan yang tampak di layar terasa begitu
menghanyutkan sehingga Anda bisa menjadikan
frame mana pun yang Anda lihat untuk
screen saver yang bagus bagi komputer Anda.
Setelah
bermain menjadi Thor dalam dua film, Chris Hemsworth akhirnya tampil
lebih rileks dalam film ini. Chemistry-nya dengan Natalie Portman
sebagai Jane Foster juga lebih bagus dalam film ini. Natalie Portman
seharusnya bisa memainkan Jane dalam keadaan kesurupan dengan lebih
keren, mengingat apa yang bisa dia lakukan dalam 'Black Swan', namun
bahkan tanpa berusaha dia tetap tampil manis.
Dan, lagi-lagi Tom
Hiddleston keluar menjadi pemenangnya. Sebagai pemeran Loki, Tom
Hiddleston tampil sangat memikat. Dia adalah seorang penjahat,
egomaniac dan mempunyai tendensi psikopat tapi Anda tetap tidak bisa mengalihkan perhatian Anda dari dia.
Magnetic dan berkharisma, itulah kekuatan super Tom Hiddleston.
Film
ini memang tidak akan pernah berakhir masuk ke dalam daftar salah satu
film terbaik sepanjang masa, namun bagi Anda pecinta komik Marvel sejati
atau Anda adalah pecinta tontonan penuh hiburan yang berkualitas yang
seru,
'Thor: The Dark World' adalah jawaban mutlak.
Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.
.
.