بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
MonZaeMon 69 - kota sering kali menjadi saksi perjalanan seseorang. Siapa pun yang
pernah bepergian ke kota London, Inggris, pasti ingat bus tingkat
berwarna merah yang menjadi salah satu ikon kota itu. Lantaran menarik,
banyak turis yang mengabadikan perjalanannya dengan latar bus tersebut.
Melalui
bus tingkat juga, Jakarta menghadirkan ikon baru, melengkapi ikon kota
yang sudah ada. Bus berwarna hijau pupus dan ungu ini akan melayani
warga secara gratis di pusat kota. Fungsinya sama dengan bus tingkat di
London, menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara.
Bus
berkapasitas 62 tempat duduk ini diluncurkan Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo, Kamis (16/1/2014) siang, di Bundaran HI. Peluncuran disambut
sukacita, sebagian melongo melihat bus tingkat baru itu. Siang itu, lima
bus dijajal, mulai dari Bundaran HI, Thamrin, Jalan Medan Merdeka
Barat, Harmoni, Juanda, Veteran III, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan
Medan Merdeka Barat, hingga Jalan Medan Merdeka Selatan.
Seusai
menjajal bus, Jokowi puas. ”Bus ini lebih baik daripada bus yang ada di
London. Inilah yang saya inginkan, desainnya pas, warnanya juga cocok.
Desain ini sudah berkali-kali berubah, baru yang ini saya setujui,” kata
Jokowi.
Selama perjalanan, mantan Wali Kota Solo itu duduk di
kursi paling depan di dek atas bus. Dari dek atas bus, penumpang seperti
menjadi ”raja” jalanan. Sebab, dapat menyaksikan lalu lintas kendaraan
dari posisi lebih tinggi dibandingkan dengan sekitarnya. ”Kenikmatan
naik bus tingkat pada saat duduk di dek atas,” kata Bobi, pekerja swasta
yang ikut mencoba perjalanan siang itu.
Bus dengan tinggi 4,1
meter, panjang 13,5 meter, dan lebar 2,5 meter ini dihiasi dengan
sejumlah ikon
Jakarta, antara lain Tugu Monas, Tugu Selamat Datang, Tugu
Pancoran, Stasiun Kota, dan gambar pusat perbelanjaan. Dengan
spesifikasi itu, tidak semua jalanan di Jakarta bisa dilewati.
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Interior bus tingkat wisata saat diperkenalkan kepada masyarakat di
sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2014). Pemprov DKI
Jakarta mendatangkan lima bus tingkat dari China untuk meningkatkan
pariwisata, yang akan mulai dioperasikan awal Februari.
Adapun fasilitas di dalam bus tersedia enam kamera pemantau, jaringan
internet, televisi, global positioning system (GPS), dan penyejuk
ruangan.
PemanduSebagai bus wisata,
keberadaan pemandu wisata sangat penting. Merekalah yang membantu
memaknai perjalanan wisatawan dari bus tingkat. DKI akan menyediakan
tiga pemandu di setiap bus. Namun, London punya cara lain, di setiap
bangku bus double decker merah disediakan perangkat elektronik yang
dapat dimanfaatkan penumpang bus. Perangkat ini secara otomatis
menjelaskan setiap fase perjalanan, lengkap dengan ikon-ikon yang
dilewati.
Menurut rencana, bus ini akan melewati Bundaran
HI-Medan Merdeka Barat-Harmoni-Juanda-Gedung Kesenian Jakarta-Gereja
Katedral-Masjid Istiqlal-Juanda-Medan Merdeka Utara-Istana Negara-Balai
Kota-MH Thamrin-Bundaran HI.
Berikutnya Pemprov DKI Jakarta akan
menambah rute yang menghubungkan tempat tujuan wisata di Jakarta. Jumlah
bus pun akan ditambah, targetnya menjadi 50 unit sampai akhir tahun
ini.
Selain sukacita, banyak harapan yang disampaikan masyarakat.
Andini (26), warga Jakarta, meminta agar ada kepastian mengenai layanan
bus. ”Jika memang gratis, bagaimana cara kami mengakses bus itu,” kata
Andini.
Andini kagum dengan desain bus yang menarik. Siang itu,
dia mengabadikan diri di depan bus tingkat yang diparkir di Lapangan
Monas. ”Bus ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, jangan sampai malah
menambah kepadatan lalu lintas Jakarta,” kata ibu satu anak itu.
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bus tingkat wisata melintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat,
untuk diperkenalkan kepada masyarakat, Kamis (16/1/2014). Pemprov DKI
Jakarta mendatangkan lima bus tingkat dari China untuk meningkatkan
pariwisata, yang akan mulai dioperasikan awal Februari.
Sementara Adi (42), pekerja di kawasan Senayan, menanyakan kepastian
jadwal keberangkatan bus. Jika untuk mengurai kemacetan, harus ada
kepastian jadwal kedatangan. Dia tidak yakin dengan jumlah yang terbatas
dan kondisi lalu lintas Jakarta yang padat, jadwal kedatangan bisa
dipastikan dan berlangsung cepat.
Kepala Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman memastikan bus itu gratis. Namun,
Dinas Pariwisata menyiapkan model pemanfaatan bus itu, salah satunya
bekerja sama dengan pihak perhotelan di Jakarta.
Dia berharap,
seiring beroperasinya bus tingkat itu, kedatangan turis ke Ibu Kota
semakin bertambah sehingga dapat menggerakkan perekonomian kota.
Keinginan itu bukan mustahil. Namun, butuh dukungan banyak pihak,
termasuk pihak swasta. Warga menunggu bus dioperasikan setelah Pemprov
DKI menyelesaikan syarat administratif kelaikan kendaraan itu.
(Andy Riza Hidayat) Kompas.com
.
.