Blog www.monzaemon.com sedang dialihkan ke monzaemon69.blogspot.com untuk sementara :')

lagi ngebahas ini

Showing posts with label tv. Show all posts
Showing posts with label tv. Show all posts

Read More

Kolombia Kalahkan Jepang Dengan Skor 4 - 1

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Kolombia meraih kemenangan 4-1 atas Jepang dalam laga terakhir Grup C Piala Dunia 2014 di Arena Pantanal, Cuiaba, Selasa (24/6/2014). Kemenangan itu menyempurnakan Kolombia yang memborong seluruh kemenangan di Grup C.

Di klasemen akhir Grup C, Kolombia memimpin dengan sembilan poin. Diikuti Yunani yang mengemas empat poin, lalu Pantai Gading dengan tiga poin, dan terakhit Jepang dengan satu poin.

Kolombia langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan 17 menit. Kolombia mendapat hadiah penalti menyusul pelanggaran Yasuyuki Konno terhadap Adrian Ramos. Juan Cuadrado yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Jepang mampu membalas gol tersebut jelang babak pertama berakhir. Pada menit ke-45, umpan silang Keisuke Honda disambut sundulan Shinji Okazaki yang membobol gawang David Ospina.

Pada babak kedua, pelatih Jose Pekerman memasukkan James Rodriguez. Kehadiran Rodriguez membawa mimpi buruk bagi Jepang. Pada menit ke-55, umpan Rodriguez berhasil dimanfaatkan Jackson Martinez untuk membuat Kolombia unggul 2-1.

Memasuki menit ke-82, Martinez kembali mencatatkan nama di papan skor. Lagi-lagi, gol Martinez berawal dari umpan Rodriguez. Jelang laga berakhir, Rodriguez yang berhasil mencetak gol pamungkas pada menit ke-90+3. Hasil pertandingan berakhir 4-1 untuk Kolombia.

Susunan pemain

Jepang: 1-Eiji Kawashima; 2-Atsuto Uchida, 22-Maya Yoshida, 15-Yasuyuki Konno, 5-Yuto Nagatomo; 14-Toshihiro Aoyama (16-Hotaru Yamaguchi 62), 17-Makoto Hasebe; 9-Shinji Okazaki (11-Yoichiro Kakitani 69), 4-Keisuke Honda, 10-Shinji Kagawa (8-Hiroshi Kiyotake 85); 13-Yoshito Okubo
Pelatih: Alberto Zaccheroni

Kolombia: 1-David Ospina (22-Faryd Mondragon 85); 4-Santiago Arias, 23-Carlos Valdez, 16-Eder Balanta, 7-Pablo Armero; 11-Juan Cuadrado (5-Carlos Carbonero 46), 15-Alexander Mejia, 13-Fredy Guarin, 20-Juan Quintero (10-James Rodriguez 46); 19-Adrian Ramos, 21-Jackson Martinez
Pelatih: Jose Pekerman

Wasit: Pedro Proenca (Portugal)
.
.

Read More

Yunani Kalahkan Pantai Gading Dengan Skor 2 - 1

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Hasil pertandingan Yunani vs Pantai Gading dalam pertandingan Piala Dunia 2014 Grup C berakhir dengan skor 2-1 di Estadio Castelao, Fortaleza, Kamis (25/6/2014) dini hari WIB. Gol kemenangan dalam pertandingan Greece vs Cote D’Ivoire yang membawa Yunani lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 dicetak melalui eksekusi penalti Georgios Samaras di menit 90.

Pertandingan ini merupakan laga hidup-mati bagi kedua tim. Pantai Gading hanya butuh hasil seri untuk bisa menemani Kolombia sedangkan Yunani harus menang dengan selisih gol yang signifikan atas lawannya kali ini.

Ujian bagi Yunani sudah datang di menit 12. Mereka kehilangan Kone yang mengalami cedera dan posisinya digantikan oleh Samaris. Bahkan beberapa menit kemudian, kiper Karnezis pun juga tumbang dan digantikan oleh Glykos.

Namun memasuki menit 33, Yunani mengejutkan pertahanan Pantai Gading lewat aksi Cholevas. Sebuah aksi dari Samaras diteruskan dengan sebuah umpan manis yang dilanjutkan dengan tendangan Cholevas yang masih menerpa mistar gawang Barry.

Gol bagi Yunani baru tercipta di menit 42. Samaras mampu meneruskan umpan dari Tiote pada Andreas Samaris. Dan pemain pengganti itu pun berhasil membawa Yunani memimpin 1-0 di babak pertama.

Yunani yang sadar keunggulan itu belum aman terus meningkatkan serangan di babak kedua. Sebuah usaha dari tendangan Lazaros nyaris berbuah hasil jika bola tidak melebar dari gawang Barry. Begitu juga di menit 58 ketika tendangan keras Salpingidis masih bisa dimentahkan kiper Pantai Gading tersebut.

Memasuki menit 68, gawang Pantai Gading kembali terancam. Kali ini melalui tembakan keras yang dilepaskan oleh Karagounis. Pantai Gading beruntung bahwa bola masih membentur mistar gawang.
 
Sialnya, Yunani malah kebobolan di menit 74. Aksi gemilang Gervinho yang menusuk dari sisi kiri diakhiri dengan umpan tarik dan diselesaikan dengan sempurna oleh Wilfried Bony. 1-1!

Yunani seperti belum kehabisan energi. Mereka begitu bersemangat untuk bisa memenangi laga ini dan lolos ke fase berikutnya. Sebuah peluang mereka peroleh lagi namun tendangan Torosidis masih membentur tiang gawang.

Namun pada akhirnya, perjuangan anak-anak Yunani terbayar lunas di menit 90. Pelanggaran dari Sio di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih dan Georgios Samaras berhasil mengirim negaranya lolos ke babak 16 besar dari titik penalti.

.
.

Read More

Uruguay Kalahkan Italia Dengan Skor 1 - 0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Uruguay resmi lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 setelah menang atas Italia dengan skor 1-0 di Arena das Dunas, Natal. Tampil dengan 10 orang sejak kartu merah Claudio Marchisio, Azzurri gagal mendapatkan tiket runner-up Grup D setelah gol Diego Godin di menit 81. Mereka menyusul jejak Spanyol dan Inggris. Kontras dengan Uruguay yang berangkat ke babak berikutnya dengan meraih enam angka.

Babak pertama duel Italia kontra Uruguay diwarnai dengan ketegangan tinggi antara kedua tim. Dua kiper, Fernando Muslera dan Gianluigi Buffon dibuat waspada dengan eksekusi tendangan bebas dari masing-masing kubu. Panasnya tensi laga ini terlihat dari agresivitas Azzurri dan La Celeste kala menjatuhkan pemain lawan. Mario Balotelli bahkan mendapatkan peringatan wasit di menit 22 yang membuatnya absen di laga berikutnya.

Buffon yang kembali menjadi pilihan utama setelah sempat cedera menjaga satu poin Italia hingga turun minum. Ia melakukan penyelamatan gemilang atas kesempatan Luis Suarez dan Nicolas Lodeiro. Azzurri yang tampak puas dengan hasil seri tidak mau membuang peluang. Awal paruh kedua, Balotelli langsung ditarik dengan Marco Parolo.

Menit 51, Uruguay sempat mengklaim penalti. Edinson Cavani mendapatkan gangguan dari Leonardo Bonucci di kotak terlarang. Namun, striker PSG secara berlebihan jatuh sehingga wasit tak menggubrisnya.

Ketegangan berlanjut pada menit 58. Claudio Marchisio terbukti melanggar Egidio Arevalo dengan serangan pada lutut lawan. Tidak ada alasan kecuali mengeluarkan sang pemain dari lapangan. Italia bermain 10 orang dalam sisa setengah jam. Ini dimanfaatkan oleh La Celeste dengan menghadirkan Christian Stuani.

Luis Suarez nyaris mengirim bencana bagi Azzurri. Namun sepakannya di menit 69 masih bisa dibendung dengan gagah oleh Gianluigi Buffon. Dan akhirnya, dengan keunggulan pemain, Uruguay berhasil mencetak gol yang dinanti-nanti. Menit 81, Diego Godin sukses menanduk bola kiriman Gaston Ramirez!


Kala peluit panjang ditiupkan, Italia ambruk. Mereka harus puas duduk di peringkat ketiga grup D. Mimpi buruk para raja di Piala Dunia pun berlanjut.

Gol: Diego Godin ’81

ITALIA: Buffon, Darmian, Barzagli, Bonucci, Chiellini, De Sciglio, Marchisio, Verratti (Thiago Motta ’75), Pirlo, Immobile (Cassano ’71), Balotelli (Parolo ’46).

URUGUAY:  Muslera, Caceres, Gimenez, Godin, A. Pereira (Stuani ’62), Gonzalez, Rios, Lodeiro (Maxi Pereira ’46), Rodriguez (Gaston Ramirez ’78), Cavani, Suarez. (sidomi.com)

.
.

Read More

Kosta Rika Imbangi Inggris Dengan Skor 0 - 0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Timnas Inggris gagal memenangkan laga terakhir mereka di fase grup Piala Dunia. Inggris pulang tanpa kebanggan, setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Kosta Rika yang memastikan diri lolos ke babak 16 besar.

Kosta Rika yang telah menggenggam tiket kelolosan bertanding kontra Inggris yang sudah dipastikan tersingkir di Estadio Minerao, Selasa (24/6/2014) malam WIB. Inggris memulai laga dengan inisiatif menyerang, sementara Kosta Rika lebih banyak menunggu.

Seperti dilansir detik sport, statistik menunjukkan tim asuhan Roy Hodgson memegang penguasaan bola 56% berbanding 44% milik Kosta Rika. Namun begitu, Daniel Sturridge dkk. menemui jalan buntu dan whoscored mencatat hanya punya satu tendangan on target. Jumlah ini lebih sedikit dari milik Kosta Rika yang mencatatkan empat peluang tepat sasaran.

Dengan hasil imbang ini, Kosta Rika mengamankan posisi puncak klasemen. Di babak 16 besar, mereka akan menghadapi runner up Grup C. Sementara Inggris harus puas pulang dari Brasil dengan hanya menorehkan satu poin.

Di menit awal, Inggris nyaris kebobolan. Tendangan Joel Campbell dari luar kotak penalti membentur badan bek Inggris dan berubah arah, membuat Ben Foster mati langkah. Bola tampak akan masuk ke gawang, namun masih sedikit di samping kanan gawang.


.
.
Sturridge mendapatkan kesempatan lain di menit ke-35. Dari sepak pojok di sisi kiri, Adam Lallana mengarahkan bola ke Phil Jones di tiang jauh. Bola tandukan Jones diteruskan Sturridge di muka gawang, namun masih melayang di atas mistar.

Inggris punya peluang bagus di awal-awal babak kedua. Berawal dari tendangan bebas di sisi kiri, bola muntah hasil buangan bek Kosta Rika jatuh di kaki Jones di luar kotak penalti.

Bek Manchester United ini kemudian melancarkan tendangan keras, tapi membentur kerumunan pemain. Namun bola liar justru melambung ke arah Sturridge yang tak terkawal di dalam kotak penalti dan tinggal berhadapan dengan kiper. Peluang ini pada akhirnya kandas setelah penyerang Liverpool itu gagal mengontrol bola dengan baik.

Di menit ke-65, Sturridge mendapatkan peluang emas untuk Inggris. Melakukan umpan satu dua dengan Wilshere, Sturridge lolos dari penjagaan dan tinggal menghadapi Navas di dalam kotak penalti. Tapi bola tendangannya cuma melesat tipis di sisi kiri gawang.

Secara keseluruhan tak ada peluang yang benar-benar berarti di sisa laga. Pertandingan pun usai dengan skor kacamata. (JIBI/SOLOPOS)

Susunan pemain:

Kosta Rika: Navas; Gamboa, Gonzalez, Miller, Duarte, Diaz; Tejeda, Borges (Barrantes 78′), Ruiz; Campbell (Urena 65′), Brenes (Bolanos 59′).

Inggris: Foster; Jones, Cahill, Smalling, Shaw; Milner (Rooney 76′), Lampard, Wilshere (Gerrard 73′), Barkley, Lallana (Sterling 62′); Sturridge.

Read More

Brasil Kalahkan Kamerun Dengan Skor 4 - 1

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Brasil unggul dengan skor telak 4-1 atas Kamerun dalam pertandingan matchday ketiga Grup A Piala Dunia 2014 di Stadion Nasional Brasil di Kota Brasilia pada Selasa pagi WIB (24/6/2014). 
Dalam pertandingan lain Meksiko menghajar Kroasia 3-1. Dengan demikian Brasil dan Meksiko lolos ke 16 besar.

Klasemen akhir Grup A:
Brasil   3   2   1   0   7-2   7
Meksiko   3   2    1   0   4-0   7
Kroasia   3    1    0    2    5-6   3
Kamerun   3   0   0   3   1-9   0

Brasil menurunkan tiga penyerang sekaligus untuk membongkar pertahanan Kamerun dalam pertandingan tersebut.

Keputusan pelatih Luiz Felipe Scolari menurunkan Neymar, Hulk, dan Fred di barisan depan sekaligus memperlihatkan keinginan kuat Brasil untuk memenangi pertandingan untuk memastikan lolos ke fase 16 besar tanpa tergantung hasil pertandingan Kroasia vs Meksiko.

Serangan demi serangan dibangun Brasil dan hasilnya didapat pada menit ke-17 ketika Neymar menjebol gawang Kamerun yang dijaga kiper Charles Itandje dengan assist Luiz Gustavo.
 
Hanya berselang 2 menit kemudian Neymar hampir saja menggandakan keunggulan tuan rumah. Namun, tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti bisa digagalkan kiper Itandje.

Namun, di tengah gelombang serangan Brasil, Kamerun justru mencetak gol balasan pada menit ke-26 lewat Joel Matip yang memanfaatkan umpan silang Allan Nyom yang sebelumnya mampu melewati bek senior Dani Alves.

Brasil kembali meningkatkan tekanan. Hasilnya, pada menit ke-34 Neymar kembali mencetak gol. 
Menerima sodoran dari David Luiz di sepertiga lapangan, Neymar mengolah bawa masih kotak penalti dan di antara kepungan tiga pemain Kamerun melepas tendangan keras mendatar yang menjebol gawang Kamerun.

Memasuki babak kedua, Brasil terus menggencarkan serangan dan Fred pun mencetak gol pada menit ke-49 melalui sundulan kepala setelah menerima umpan lambung David Luiz. Skor 3-1.

Tak puas dengan kemenangan telak yang telah diperoleh, Brasil terus meningkatkan tekanan dan pemain pengganti Fernandinho menambah gol pada menit 84. Gol itu terjadi akibat kecerobohan pemain belakang Kamerun. Mendapat tendangan bebas di wilayah pertahanan sendiri, permainan umpan pendek bisa direbut pemain Brasil dan diakhiri sontekan Fernandinho. Skor 4-1.

Kamerun: 16-Charles Itandje; 12-Henri Bedimo, 3-Nicholas Nkoulou, 22-Allan Nyom; 17-Stephane Mbia, 21-Joel Matip, 18-Enoh Eyong, 7-Landry Nguemo, 8-Benjamin Moukandjo (20-Edgar Salli 53'); 10-Vincent Aboubaker (15-Pierre Achille Webo 72') , 13-Eric Choupo-Moting (11-Jean Makoun 80')

Brazil: 12-Julio Cesar; 2-Daniel Alves, 3-Thiago Silva, 4-David Luiz, 6-Marcelo; 8-Paulinho (5-Fernandinho 46'), 11-Oscar, 17-Luiz Gustavo, 7-Hulk (16-Ramires 63'); 9-Fred, 10-Neymar (19-Willian 71'). (Kabar24.com)

Editor: M. Syahran W. Lubis

.
.

Read More

Belanda Kalahkan Chile Dengan Skor 2 - 0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Belanda memastikan diri keluar sebagai juara Grup B di Piala Dunia 2014 setelah menekuk Chile 2-0 via gol pemain pengganti Leroy Fer  dan Memphis Depay berkat Arjen Robben. Tampil di Arena Corinthians, Sao Paulo pada Senin (23/6) malam hari, Oranje sukses mengamankan tiga angka yang membuat mereka meraih hasil sempurna di babak penyisihan. Kini, kedua tim menunggu siapa lawan mereka di babak 16 besar dari grup A.

Pasukan Louis Van Gaal turun dengan skema andalan mereka 5-3-2 yang menghancurkan Spanyol dan Australia. Namun, tanpa kehadiran Robin Van Persie, formasi ini ternyata mengalami perbedaan besar. Di samping itu, Oranje juga tidak dituntut untuk tampil maksimal. Bermain aman sudah cukup untuk mendepak Cili ke peringkat dua.

La Roja yang berambisi menjungkalkan Belanda, tidak cukup memiliki amunisi tangguh di lini depan. Mereka malah nyaris kebobolan dari tandukan Stefan de Vrij dan aksi brilian Arjen Robben di akhir babak pertama. Dominasi Chili yang kurang kuat memaksa Jorge Sampaoli bereaksi. Dia memainkan dua kartu trufnya, Joan Beausejour dan Jorge Valdivia demi menghadang lini tengah Oranje.

Namun, bukan Cili yang mencetak gol. Kebuntuan akhirnya pecah di menit 78 dari sisi yang sebaliknya. Kehadiran Memphis Depay menjadi horor tersendiri bagi wakil CONMEBOL. Claudio Bravo harus melakukan penyelamatan penting dari sepakan kencang sang pemain. Selang semenit terjadilah luka bagi Cili.
Leroy Fer yang baru tampil selama dua menit, sukses menyambut sepak pojok Arjen Robben dengan tandukan. Bravo kali ini tidak bisa mengelak lagi. Cili yang tertinggal berusaha mendesak sekali lagi. Namun, klaim penalti mereka atas hand ball Stefan de Vrij diabaikan wasit.

Kemenangan Belanda dikunci di ujung pertandingan ketika akselerasi Arjen Robben dituntaskan oleh Memphis Depay. Untuk pertama Oranje melakukan cleansheet, dan semua bertanya siapa yang bisa mengalahkan mereka.

Gol: Leroy Fer ’77, Memphis Depay ’90

Belanda (5-3-2): Cillessen; Janmaat, De Vrij, Vlaar, Blind, Kuyt (Terence Kongolo ’89); Wijnaldum, De Jong, Sneijder (Leroy Fer ’75); Robben, Lens (Memphis Depay ’69).

Chile (3-5-2): Bravo; Medel, Silva (J. Valdivia ’70), Jara; Isla, Aranguiz, Gutierrez (Beausejour ’46), Diaz, Mena; Sanchez, Vargas (Mauricio Pinilla ’79). (sidomi.com)

.
.

Read More

Spanyol Kalahkan Australia Dengan Skor 3 - 0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - David Villa, Fernando Torres, dan Juan Mata membawa Spanyol finish di peringkat tiga grup B Piala Dunia 2014. Di pertandingan terakhir, La Furia Roja akhirnya bisa mencetak gol dari open play dan meraih tiga angka dengan menjungkalkan Australia 3-0. Kemenangan terlambat Spanyol setidaknya menjaga martabat mereka sebagai juara bertahan meskipun gagal menembus babak 16 besar.

Spanyol berusaha tampil segar dalam pertandingan kali ini. Pelatih Vicente Del Bosque menjawab kritik dengan memainkan para punggawa yang belum merumput, seperti David Villa, Juanfran, hingga Koke. Masih dengan tiki-taka yang mengandalkan umpan demi umpan, La Roja tampak dominan dalam penguasaan bola.

Namun untuk menunggu gol pertama, Spanyol butuh kesabaran ekstra. Gol itu datang di menit 36. Juanfran yang bekerjasama dengan Andres Iniesta mengirimkan umpan silang dari sisi kiri pertahanan Australia. David Villa ada di momen yang tepat untuk melepaskan tendangan tumit yang memperdaya Matthew Ryan.

Unggul tidak membuat segalanya berpihak kepada Spanyol. Mereak memiliki dua peluang tambahan di babak pertama melalui tendangan jarak jauh Koke dan aksi Santi Cazorla, tapi Australia berhasil membuat skor 0-1 bertahan hinga turun minum. Pada babak kedua, Socceroos masih ngotot tidak mau kalah dari sang juara yang sudah lengser.
Demi kestabilan lini tengah, Spanyol kemudian memakai skema 4-2-3-1. David Villa menjadi tumbal pergantian pemain dengan dicopot. Juan Mata dihadirkan. Tapi, La Roja tetap bermain sedikit mengkhawatirkan di belakang, dan mulai terjebak oleh Australia.

Kepastian Spanyol menang didapatkan di menit 69. Ketika itu Fernando Torres memanfaatkan umpan terobosan Andres Iniesta yang membelah dua bek lawan. El Nino tak menyiakan kesempatan untuk menggandakan keunggulan. Ini masih ditambah satu gol lagi dari Juan Mata menyelesaikan umpan Cesc Fabregas.

Kemenangan 3-0 masih menunjukkan bahwa Spanyol bisa berkembang pasca Piala Dunia. Apa pun itu, sang juara bertahan menutup laga mereka di babak penyisihan dengan cara terhormat.

Gol: David Villa ’36, Fernando Torres ’69, Juan Mata ’82

Australia (4-3-3): Ryan; McGowan, Spiranovic, Wilkinson, Davidson; McKay, Jedinak, Bozanic (Mark Bresciano ’73); Leckie, Taggart (Ben Halloran ’45), Oar (James Troisi ’61).

Spanyol (4-3-3): Pepe Reina; Juanfran, Albiol, Sergio Ramos, Jordi Alba; Xabi Alonso (David Silva ’84), Koke, Iniesta; Cazorla (Cesc Fàbregas ’69), Fernando Torres, David Villa (Juan Mata ’57). (sidomi.com)

.
.

Read More

Amerika Serikat Imbangi Portugal Dengan Skor 2 - 2

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Hasil Amerika Serikat vs Portugal dalam pertandingan Piala Dunia 2014 Grup G berakhir dengan skor 2-2, Senin (23/6/2014) pagi WIB. Dengan hasil USA vs Portugal ini, maka peluang Cristiano Ronaldo dkk untuk lolos ke babak berikutnya menjadi minim. Sementara Clint Dempsey dkk harus menunda asa untuk segera lolos ke fase berikutnya karena hanya mendapatkan satu poin di laga Portugal vs AS ini.

Portugal berhasil unggul cepat di pertandingan ini. Kesalahan Cameron dalam membuang bola tendangan dari Veloso malah membuat bola tersebut bergulir ke Nani yang berdiri bebas di tiang jauh. Nani pun tak membuat kesalahan untuk membawa Portugal unggul 0-1.

Amerika yang mendapatkan kepercayaan diri yang lebih berkat kemenangan di laga perdana tidak mau menyerah begitu saja. Tendangan bebas Dempsey beberapa menit kemudian hampir berbuah gol jika bola tidak melambung tipis diatas gawang Beto.

Dempsey kemudian mendapat peluang lagi dari umpan Bradley, tapi sayangnya Beto masih bisa menepis bola. Portugal coba membalas lewat Moutinho namun arah bola masih melebar.

Di sisa babak pertama, praktis Portugal berada dalam tekanan AS. Beberapa sepakan dari Dempsey, Bradley, Jones, maupun Johnson membuat Beto harus bekerja keras untuk memastikan gawangnya aman dari kebobolan.

Namun Portugal masih sempat memberikan ancaman berarti pada gawang Amerika di menit akhir babak pertama. Sebuah tendangan dari Nani ditepis Howard dan bola membentur tiang gawang. Bola rebound yang disambar Eder masih bisa dimentahkan oleh kiper plontos tersebut.

Di babak kedua, tekanan dari Amerika semakin deras ke pertahanan Portugal. Buntutnya terjadi di menit 64 kala tendangan keras dan terarah dari Jermaine Jones hanya membuat Beto terdiam dan skor berubah menjadi 1-1.

Portugal yang harus menang di laga ini mencoba bangkit kembali. Tapi sayangnya mereka seperti menemui batu karang bernama Howard yang beberapa kali membendung usaha anak asuh Paulo Bento.

Puncak dari kesialan Portugal terjadi di menit 81. Tendangan dari Bradley mengarah ke Zusi di sisi kiri yang langsung menyodorkan bola ke muka gawang Portugal. Disana sudah berdiri Clint Dempsey yang sukses menjebol gawang Beto.

Namun pada akhirnya, Portugal masih bisa selamat berkat gol Silvestre Varela di menit akhir pertandingan. Meski bisa meraih satu poin, peluang Portugal masih tetap tipis untuk bisa lolos ke babak 16 besar. (sidomi.com)

.
.

Read More

Aljazair Kalahkan Korea Selatan Dengan Skor 4 - 2

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
Rafik Halliche Algeria World Cup 22062014
MonZaeMon 69 - Hasil pertandingan Piala Dunia 2014 Grup H antara Korea Selatan vs Aljazair berakhir dengan skor 2-4, Senin (23/6/2014) dini hari WIB. Skor Korsel vs Algeria ini untuk sementara membuat Aljazair naik ke urutan dua klasemen Grup H Piala Dunia 2014 Brasil.

Pelatih Aljazair, Vahid Halilhodzic, melakukan beberapa perombakan pada timnya dibanding pertandingan pertama kemarin. Sejumlah pemain ia masukkan dan menerapkan stretegi yang lebih ofensif.


Imbasnya memang cukup terasa. Aljazair mampu bermain lebih baik dan nyaris membuka skor saat tandukan Slimani hanya berakhir di jala samping gawang Sung Ryong.

Memasuki menit 22, kembali Aljazair datang menyergap pertahanan Korsel. Sebuah peluang bagus didapat oleh Medjani, namun tidak diimbangi dengan eksekusi yang baik dari gelandang bertahan Aljazair tersebut.

Gol tercipta di menit 26 melalui Islam Slimani. Menerima umpan jauh dari lini belakang, Slimani mampu memenangi duel melawan dua bek Korsel sekaligus dan kemudian sontekan kaki kirinya membuat bola masuk ke gawang Sung Ryong. 0-1!

Dua menit kemudian Aljazair sudah bisa menggandakan skor. Berawal dari tendangan penjuru, Rafik Halliche mampu mendahului Sung Ryong dan tandukan kerasnya menghujam jala gawang Korsel. 0-2!

Tekanan demi tekanan yang dilancarkan pasukan Aljazair kembali menemui hasil di menit 38. Kecerdikan Slimani dalam melihat posisi Abdelmoumene Djabou di kotak penalti Korsel membuat sang striker dengan mudah menjebol gawang Sung Ryong untuk ketiga kalinya di babak pertama.


Korsel sempat membuat kejutan di menit 50. Kegagalan Bougherra menjaga ketat Son Heung Min harus dibayar mahal setelah striker lincah Korsel itu lepas dan menempatkan bola diantara kedua kaki Mbolhi dan menjadikan skor 1-3.


Gol itu mampu membangkitkan gairah bertanding dari anak asuh Hong Myung Bo. Beberapa menit setelahnya, Sung Yueng melepaskan tendangan keras dari jarak jauh dan Mbolhi harus terbang untuk menepis bola.

Aljazair akhirnya bisa keluar dari tekanan Korsel berkat gol keempat mereka di menit 62. Kerjasama brilian antara Feghouli dan Yacine Brahimi akhirnya membuat gawang Sung Ryong bobol lagi. 1-4!


Korsel ternyata tak mau menyerah begitu saja. Kerja lebih keras mereka tunjukkan dan mampu membuahkan hasil di menit 72. Terbantu oleh lengahnya pertahanan Aljazair, Koo Ja Cheol berhasil menyontek umpan Keun Ho untuk menjadikan skor 2-4. (sidomi.com)

.
.

Read More

Belgium Kalahkan Rusia Dengan Skor 1 - 0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Skor 1-0 menghiasi pertandingan Grup H Piala Dunia 2014 dalam laga Belgium vs Rusia di Estadion Maracana, Minggu (22/6/2014). Hasil Belgia vs Rusia ini berhasil mengantar Belgia melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 dari Grup H. Satu gol yang tercipta dari laga Rusia vs Belgia ini sendiri tertera atas nama Divock Origi.

Pertandingan sudah berjalan dengan menarik sejak awal. Serangan Rusia beberapa kali membuat pertahanan Belgia bekerja keras. Dan puncaknya ada di menit 13 saat Courtois harus meredam sebuah tendangan dari Fayzulin.

Belgia mulai menemukan ritme permainannya setelah itu. Pahlawan mereka di laga pertama, Mertens, mendapat dua kesempatan untuk mencetak gol di menit 20 dan 22, namun bola sepakannya belum tepat sasaran.

Masuk setengah jam, Courtois sekali lagi menjadi penyelamat Belgia. Kali ini tendangan keras dari Kanunnikov yang berhasil ia redam. Semenit setelahnya, Vermaelen yang mengalami cedera digantikan oleh Vertonghen.

Di akhir babak pertama, Rusia sekali lagi mendapat satu peluang emas melalui Fayzulin. Akan tetapi tendangan volinya masih berakhir mengecewakan dan tak ada gol yang tercipta di babak pertama.

Mengalami kebuntuan di lini depan, Marc Wilmots mencoba mengubah strategi dengan memasukkan Origi untuk mengisi tempat Lukaku. Pada pertandingan pertama Origi juga menggantikan posisi Lukaku dan berhasil membantu negaranya memenangi laga melawan Aljazair.

Meski demikian, Belgia masih saja kesulitan dalam menembus pertahanan Rusia. Begitu pula dengan anak asuh Fabio Capello yang juga tak kunjung mengalami perbaikan performa.

Gol kemenangan Belgia sendiri diciptakan oleh Divock Origi di menit 88. Kerja keras Hazard yang membuka serangan dari sisi kiri akhirnya berbuah manis setelah umpan silangnya diselesaikan oleh Origi dan mengantar Belgia melaju ke babak berikutnya. (sidomi.com)

.
.

Read More

Nigeria Kalahkan Bosnia Dengan Skor 1 - 0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Gol Peter Odemwingie mengantarkan Nigeria meraih kemenangan pertama di Piala Dunia 2014 atas Bosnia dengan skor 1-0. Tiga angka yang didapatkan di Cuiaba membuat Super Eagles membuntuti Argentina di klasemen Grup F. Sebaliknya, Bosnia dipastikan masuk kotak setelah mengalami dua kekalahan beruntun.

Sedikit diremehkan karena hanya bermain imbang tanpa gol kala melawan Iran, Nigeria bangkit ketika menghadapi tim yang dari segi materi lebih kuat, Bosnia dan Herzegovina. Super Eagles terlihat lebih haus mencetak gol sepanjang pertandingan; dan sudah tancap gas sejak wasit Peter O’Leary meniup peluit kick-off.


Hasilnya adalah Bosnia yang mengalami kebocoran di sektor pertahanan. Mereka tidak bisa mengimbangi kecepatan Super Eagles. Peluang awal didapatkan berturut-turut oleh Peter Odemwingie, Jon Obi Mikel, dan Ogenyi Onazi. Bosnia berusaha keluar dari tekanan, tapi di sanalah mereka tertikam.

Menit 29, Emmanuel Emenike sukses memenangi duel dengan kapten Emir Spahic. Bek Bosnia itu terjatuh, sedang lari sang penyerang Nigeria tak terbendung. Ia mengirim umpan silang datar yang dituntaskan dengan sempurna oleh Odemwingie untuk mencetak gol pertama Super Eagles di turnamen kali ini.



Bosnia berusaha mengembalikan arus permainan dengan melakukan tiga pergantian. Vedad Ibisevic dimasukkan sehingga The Dragons bermain dengan dua penyerang. Namun, mereka tetap tidak bisa mengimbangi Nigeria yang seolah bisa menerobos celah sekecil apa pun.

Peluang Super Eagles terus hadir. Emmanuel Emenike di menit 66 menguji ketangguhan Asmir Begovic. Ini disusul dengan tembakan Ogenyi Onazi yang kembali harus dibendung oleh sang kiper susah payah sembilan menit sebelum laga usai. Setiap kali ada kesempatan, setiap kali itu pula tim Stephen Keshi terus menembak.

Tendangan Edin Dzeko yang membentur tiang di ujung laga menandai Bosnia harus ambruk di pertandingan kedua. Mimpi generasi emas mereka menciptakan prestasi terkubur.

Mustahil mereka lolos setelah Argentina mengamankan enam angka, dan Nigeria memperoleh empat poin. Justru Iran yang bisa mendapatkan tiket terakhir andai menumbangkan The Dragons, sedang Super Eagles dibabat Argentina.

Gol: Peter Odemwingie ’29

Nigeria (4-2-3-1): Enyeama; Ambrose, Oshaniwa, Yobo, Omeruo; Onazi, Mikel; Musa (Amoebi ’65), Odemwingie, Babatunde (E. Uzoenyi ’75); Emenike.

Bosnia (4-2-3-1): Begovic; Mujdza, Sunjic, Spahic, Medunjanin (Susic ’64); Pjanic, Besic; Hajrovic (Ibisevic ’57), Misimovic, Lulic (Salihovic ’58); Dzeko. (sidomi.com)

.
.

Read More

Ghana Imbangi Jerman Dengan Skor 2 - 2

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Pertandingan Piala Dunia 2014 Grup G antara Germany vs Ghana berakhir dengan skor 2-2 di Estadio Castelao, Fortaleza, Minggu (22/6/2014). Hasil Jerman vs Ghana ini masih membuka peluang kedua negara untuk melaju ke babak 16 besar. Satu fakta menarik lainnya dari laga Ghana vs Jerman ini, Miroslav Klose yang mencetak satu gol berhasil menyamai rekor Ronaldo (Brazil) dalam hal top skor Piala Dunia sepanjang sejarah.

Ghana yang butuh kemenangan langsung menekan pertahanan Jerman dengan memanfaatkan tradisi Jerman yang selalu kesulitan ketika menjalani laga kedua fase grup. Peluang pertama Ghana tercipta ketika umpan silang Atsu disambar Gyan, namun bola masih melambung diatas gawang Neuer.

Memasuki menit 13, Ghana datang menyerang lagi. Dan kali ini Neuer harus bekerja keras untuk membendung tendangan keras yang dilepaskan oleh Rabiu. Jerman sempat membalas namun tendangan Khedira tidak terlalu membahayakan Dauda.

Lepas 30 menit, penderitaan Neuer masih berlanjut. Kali ini sang kiper harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari tendangan jarak jauh yang dilontarkan oleh Muntari. Jerman harus berterima kasih pada kipernya kali ini.

Jerman tercatat baru bisa mengemas peluang bagus di menit 37. Gotze yang bekerja keras mencari ruang kemudian melepaskan tembakan voli namun tepat mengarah ke Dauda. Babak pertama pun hanya berakhir dengan skor imbang 0-0.

Babak kedua berjalan enam menit, Jerman membuka gol terlebih dahulu. Menyambut umpan silang dari sisi kanan, Mario Gotze berhasil mencari posisi terbaik untuk menanduk bola, yang kemudian mengenai lututnya, untuk membawa Jerman unggul 1-0.

Tapi keunggulan itu tidak bertahan lama. Berselang tiga menit kemudian, umpan silang dari Afful dikonversi menjadi gol yang tak kalah indahnya melalui sundulan Andre Ayew. Ia berhasil mengalahkan Mustafi dalam duel udara dan membuat skor menjadi 1-1.

Pertandingan pun berjalan semakin menarik. Ghana yang memang sedari awal bermain penuh determinasi masih bisa mempertahankannya dan membuat Jerman serasa berada dalam penuh tekanan wakil Afrika tersebut.

Dan determinasi itu pula yang bisa membawa mereka balik memimpin di menit 63. Berawal dari kesalahan para pemain Jerman dalam memainkan bola, Asamoah Gyan berhasil lolos dari kawalan Mertesacker dan menempatkan bola ke sudut yang sulit dijangkau Neuer. 1-2 !

Keputusan Loew untuk memasukkan Miroslav Klose di menit 69 berbuah hasil manis. Baru dua menit bermain, Klose sudah bisa menjebol gawang Dauda setelah meneruskan bola sundulan Howedes. 2-2 dan Klose menyamai rekor gol Ronaldo di Piala Dunia.

Gol-gol tersebut semakin membuat pertandingan berjalan menarik. Jerman nyaris mengunci kemenangan saat Muller yang sudah berhadapan dengan Dauda masih harus menahan diri untuk berselebrasi karena Mensah berhasil menghadang bola sepakannya. (sidomi.com)

.
.

Read More

Argentina Kalahkan Iran Dengan Skor 1 - 0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Hasil Piala Dunia 2014 antara Argentina vs Iran menghasilkan skor 1-0 untuk kemenangan Albiceleste. Lionel Messi menjadi penyelamat Argentina yang harus bersusah-payah melayani permainan Iran dalam pertandingan yang digelar pada 21 Juni 2014 dini hari WIB. Gol telat Messi di penghujung laga membuat Argentina bisa memungkasi laga dengan senyuman.

Di babak pertama, Iran secara mengejutkan berani meladeni permainan terbuka melawan Argentina. Skuat asuhan Alejandro Sabella memang punya lebih banyak peluang. Namun, Iran juga tidak mau kalah membagi ancaman melalui tekanan sporadis yang cukup membahayakan.


Sejumlah kesempatan yang didapat Argentina melalui Lionel Messi, Sergio Aguero, Gonzalo Higuain, Angel Di Maria, juga Ezequiel Garay di sepanjang babak pertama. Sayangnya, penampilan lini belakang Iran ditambah aksi-aksi ciamik dari sang kiper, Alireza Haghighi, belum membuahkan gol untuk Argentina. Skor 0-0 hingga turun minum.

Babak kedua berlangsung lebih panas lagi. Iran kali ini sudah cukup percaya diri. Tak jarang gawang Argentina terancam bobol. Pada menit 52, misalnya, tandukan keras Reza Ghoochannejhad nyaris saja menjadi gol jika Sergio Romero tidak sigap melakukan aksi penyelamatan.
 
Pada menit 54, Dejagah dilanggar Pablo Zabaleta di kotak terlarang. Namun, tidak ada penalti. Iran enggan menyerah. Percobaan tendangan keras Ehsan Hajsafi pada menit 63 masih bisa diselamatkan Romero. Begitupula dengan kemelut yang terjadi setelahnya.


Albiceleste tertekan lagi pada menit 66 oleh gebrakan Dejagah kendati sundulannya sedikit melambung. Menit 72 dan 74, giliran Argentina yang mendapat peluang. Namun, tendangan bebas Messi masih tipis menyamping, demikian juga sepakan keras Di Maria yang bisa diamankan Haghighi.

Memasuki menit 80, Iran mulai memperketat pertahanannya. Namun sayang, saat laga sudah memasuki injury time, Messi melepaskan tendangan keras yang menembus gawang Haghighi. Argentina pun mengakhiri pertandingan dengan kemenangan tipis 1-0 atas Iran. (sidomi.com)

.
.

Read More

Ekuador Kalahkan Honduras Dengan Skor 2 - 1

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 -  Gol ganda Enner Valencia membawa Ekuador menaklukkan Honduras 1-2 meski sempat tertinggal lebih dahulu. Diwarnai dengan keputusan kontroversial wasit Ben Williams yang menganulir gol Jerry Bengston, Honduras gagal meraih kemenangan perdana mereka di Piala Dunia 2014. Sebaliknya untuk Ekuador, mereka berhasil menyalip Swiss di klasemen sementara Grup E dan hanya berada di bawah Prancis.

Honduras sebenarnya memiliki kesempatan luar biasa untuk menghapus rekor tak pernah menang dalam kiprah di putaran final Piala Dunia. Mereka mencetak gol terlebih dahulu di pertandingan ini pada menit 31. Caranya pun spektakuler. Carlos Costly menyambut tendangan jarak jauh Noel Valladares, membuka jalan lurus ke gawang lawan, lantas tembakan lurusnya membungkam Ekuador.

Wakil CONMEBOL tidak mau menderita lebih panjang. Mereka berhasil menyamakan kedudukan selang tiga menit. Enner Valencia pelakunya. Berawal dari tendangan spekulasi Juan Carlos Paredes, Valencia ada di saat yang tepat untuk menembakkan gol keduanya di Piala Dunia 2014.

Honduras sebenarnya bisa unggul kembali. Di ujung babak pertama, tandukan Carlos Costly membentur tiang gawang. Ada Jerry Bengston yang mendorong bola masuk. Hakim garis tidak mengangkat bendera tanda off side, namun wasit tetap menolak untuk mengesahkan gol itu. Sesuatu yang membuat para pemain Honduras terpancing dan memprotes sang pengadil lapangan.
Kedudukan 1-1 tidak berlangsung selamanya. Ekuador akhirnya menyempurnakan laga dengan membalikkan keadaan di menit 65. Tandukannya akurat untuk menyambut umpan cantik Walter Ayovi.
Honduras dibuat terluka untuk kedua kalinya. Dengan keterbatasan mereka, wakil CONCACAF mulai gigih mencari gol penyeimbang.

Hattrick Enner Valencia di ujung pertandingan tidak disahkan wasit. Kemenangan tipis 1-2 didapatkan Ekuador dengan susah payah, dan kini saatnya menantang Prancis di pertandingan terakhir untuk mengundi nasib.


HONDURAS: Valladares, Figueroa, Bernardez, Izaguirre (Vicente Méndez ’46), Bengtson, Costly, Garcia (Marvin Chávez ’82), Espinoza, Garrido (Mario Martínez ’71), Claros, Beckeles

EKUADOR: Dominguez; Paredes, Guagua, Erazo, Ayovi; Noboa, Minda (C. Gruezo ’82), A.Valencia, Montero (G. Achilier ’90); Caicedo (Vicente Méndez ’82), E.Valencia (sidomi.com)

.
.

Read More

Perancis Kalahkan Swiss Dengan Skor 5 - 2

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
Prancis/Reuters
MonZaeMon 69 - Hasil pertandingan Piala Dunia 2014 antara Swiss vs Prancis dimenangkan oleh Les Blues dengan skor telak. Duel France vs Switzerland pada Sabtu, 21 Juni 2014, menjadi milik skuat Didier Deschamps dengan kemenangan besar 2-5. Berikut ini ulasan jalannya pertandingan hasil Swiss vs Perancis dari Grup E World Cup 2014.

Prancis langsung menggebrak begitu laga dimulai. Tak butuh waktu lama bagi juara dunia edisi 1998 ini untuk membobol gawang Swiss. Adalah tandukan striker Arsenal, Olivier Giroud, yang sukses menuntaskan tendangan sudut Mathieu Valbuena pada menit 16.

Tak lama berselang, gawang Diego Benaglio harus kembali bobol. Kali ini berkat aksi Karim Benzema yang memanfaatkan blunder Valon Behrami. Striker Real Madrid itu lalu mengirim bola kepada Blaise Matuidi yang berhasil mengakhirinya dengan gol kedua untuk Prancis.

Skuat ayam jantan sebenarnya bisa memperlebar jarak pada menit 32. Sayang, bola penalti Benzema bisa digagalkan oleh Benaglio sehingga skor masih tetap 2-0. Menit 40, Prancis akhirnya mencetak gol ketiga melalui Valbuena. Kedudukan 3-0 menutup babak pertama.
 
Di babak kedua, Prancis semakin tak terbendung. Benzema membayar lunas kegagalan penaltinya tadi dengan mengenapi empat gol untuk timnya pada menit 67 usai memaksimalkan umpan Paul Pogba. Moussa Sissoko tak ingin ketinggalan berpesta. Golnya yang terjadi di menit 73 membuat Prancis semakin menjauh. Skor 5-0!

Swiss akhirnya mampu mencetak dua gol hiburan 10 menit menjelang laga usai. Sepasang gol dari Blerim Dzemaili pada menit 81 dan Granit Xhak enam menit kemudian setidaknya membuktikan bahwa gawang Hugo Lloris masih bisa ditembus. Skor akhir laga melawan Swiss, Prancis menang mutlak 5-2. (sidomi.com)

.
.

Read More

Kosta Rika Kalahkan Italia Dengan Skor 1 - 0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
Hasil Piala Dunia 2014: Italia Vs Kosta Rika Skor Akhir 0-1 Tadi Malam
MonZaeMon 69 - Kosta Rika melanjutkan kejutan mereka dengan menjadikan Italia sebagai korban kedua di lanjutan laga Piala Dunia 2014 Grup D. Gol tunggal Bryan Ruiz di ujung babak pertama membuat tim asuahn Jorge Pinto ini menguasai klasemen grup dengan enam angka. sekaligus melangkah ke babak 16 besar. Sebaliknya, Azzurri harus melakoni partai hidup mati melawan Uruguay.

Sepanjang paruh pertama, Kosta Rika sebenarnya berada dalam tekanan Italia. Namun wakil zona CONCACAF itu memiliki barisan belakang yang kokoh. Di samping itu kualitas serangan Azzurri juga tidak terlalu cemerlang. Ada kesempatan emas kala Mario Balotelli bebas dan tinggal mencongkel bola melewati Keylor Navas. Namun, tindakannya tidak berbuah.

Kosta Rika memiliki klaim penalti ketika Joel Campbell masuk ke kotak penalti berkat serangan kilat. Namun, aksi Giorgio Chiellini menghalanginya tidak dianggap sebagai pelanggaran. Seolah tak mau menyesali nasib, di ujung babak pertama, Bryan Ruiz menciptakan huru-hara. Tandukannya menyambut umpan silang Junior Díaz tak bisa dihalangi Buffon. Masuk, 0-1!


Babak kedua, Cesare Prandelli tidak mau berdiam diri. Dmainkannya dua penyerang sekaligus dengan hadirnya si bengal Antonio Cassano. Hasilnya cukup cerah. Ada peluang apik dari Matteo Darmian. Tendangan bebas Andrea Pirlo juga harus dibendung Keylor Navas dengan susah payah.

Italia terus berkreasi dengan dimasukkannya Lorenzo Insigne dan Alessio Cerci. Namun, serangan mereka kerap tumpul dan kurang bermakna. Dengan segala keterbatasannya Kosta Rika berhasil membendung semua laju Azzurri. Hingga pertandingan berakhir, pasukan Cesare Prandelli tak bisa berbuat banyak.
Mereka terlanjur tumbang; tak bisa berbuat apa-apa lagi.

 Gol: Bryan Ruiz ’45

Italia (4-1-4-1): Buffon; Abate, Barzagli, Chiellini, Darmian; De Rossi; Candreva ( Insigne ’57), Pirlo, Motta (Cassano ’46), Marchisio (Alessio Cerci ’69); Balotelli.

Kosta Rika (5-3-2): Navas; Gamboa, Duarte, Gonzalez, Umana, Diaz; Borges, Ruiz (R. Brenes ’81), Tejeda (Cubero ’68); Campbell (M. Ureña ’74), Bolanos. (sidomi.com)

.
.

Read More

Jepang Imbangi Yunani Dengan Skor 0 - 0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
jepang.jpg
MonZaeMon 69 - Bermain dengan keunggulan satu pemain dan menyerang sepanjang pertandingan, tak membuat Jepang mampu memenangi laga Grup C melawan Yunani di Estadio das Dunas Natal, Jumat (20/6/2014) pagi WIB. Akhir laga Jepang vs Yunani seri 0-0.

Di awal laga, pemain Yunani Kostas Mitroglou gagal memanfaatkan peluang. Disusul kemudian Atsudo Uchida menguji pertahanan Yunani namun dengan cermat kiper Yunani Orestis Karnezis mengamankan gawangnya.

Pada menit 29, giliran Keisuke Honda yang hampir mencetak gol lewat tendangan bebas. Karnezis kembali mementahkan upaya Jepang ini.

Yunani harus kehilangan kapten Kostas Katsouranis ketika pada menit 38 di mendapat kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan. Pelanggaran terakhir dia adalah sengaja mengambil kaki kapten Jepang Makoto Hasebe.

Meskipun kehilan satu pemain, Yunani masih berusaha melawan Jepang. Vasileios Torosidis memperoleh ruang di tepi kotak penalti Jepang. Setelah menerima bola muntah dia melepaskan tembakan keras namun Kawashima terbang mencegah bola masuk. Kedudukan 0-0 sampai akhir babak pertama.
 
Pada awal babak kedua, Jepang mengambil inisiatif dengan menggempur Yunani yang kurang satu pemain, tetapi Yunani berjuang habis-habisan melawan serbuan para pemain Jepang.

Peluang terbaik terakhir Jepang tercipta pada dua menit terakhir ketika Torosidis menjatuhkan Shinji Okazaki untuk menciptakan tendangan bebas, namun Karzenis lagi-lagi menyelamatkan gawang dengan mementahkan tendangan Endo. Kedudukan 0-0 pun bertahan sampai laga usai.

Jepang menguasai lapangan dengan 68 persen penguasaan bola dan mendominasi umpan dengan 561 berbanding 143 yang diciptakan Yunani.

Menurut statistik FIFA, Jepang melepaskan 61 serangan berbahaya dengan 16 upaya gol yang 11 diantaranya tepat menyasar target.

Hasil seri tanpa gol ini memberatkan kedua tim karena pada pertandingan terakhir mereka harus berhadapan dengan Kolombia yang sudah memastikan melaju ke 16 Besar dan Pantai Gading yang mengimbangi Kolombia pada pertandingan keduanya serta sudah mengumpulkan tiga poin.

(JIBI/SOLOPOS/Abn)

Susunan pemain:

Jepang:
Eiji Kawashima ; Atsuto Uchida, Yuto Nagatomo, Yasuyuki Konno, Maya Yoshida; Keisuke Honda, Shinji Okazaki, Yoshito Okubo, Hotaru Yamaguchi, Makoto Hasebe (Yasuhito Endo); Yuya Osako (Shinji Kagawa)

Yunani: Orestis Karnezis; Kostas Manolas, Vasileios Torosidis, Sokratis Papastathopoulos, José Cholevas; Ioannis Maniatis, Panagiotis Kone (Dimitris Salpingidis), Kostas Katsouranis (kartu merah); Giorgos Samaras, Kostas Mitroglou (Theofanis Gekas), Ioannis Fetfatzidis (Giorgos Karagounis)



.
.

Read More

Uruguay Kalahkan Inggris Dengan Skor 2 - 1

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Uruguay menaklukkan Inggris dengan skor tipis 2-1 dalam partai hidup mati di Arena Corinthians di Sao Paulo, Brasil, dalam matchday kedua Grup D pada Jumat pagi WIB (20/6/2014).

Dua gol Uruguay dikontribusi oleh Luis Suarez, sedangkan Inggris membalas satu gol lewat Wayne Rooney.
Pada meniit ke-10, Wayne Rooney punya satu peluang lewat tendangan bebas, namun masih dalam hitungan sentimeter saja di atas mistar gawang Uruguay yang dikawal Fernando Muslera dalam pertandingan yang disiarkan secara langsung oleh AnTv dan TvOne.

Pada menit 15 giliran Uruguay berpeluang besar mencetak gol, tapi tendangan keras Cristian Rodriguez dari dalam kotak penalti luar biasa tipis di atas mistar gawang Inggris yang dijaga Joe Hart.

Edinson Cavani berpeluang mencetak gol pada menit ke-26. Sepak pojok Luis Suarez disambar Cavani, tapi lagi-lagi tipis di atas mistar gawang Hart.
 
Peluang besar untuk Three Lions, julukan Inggris, pada menit ke-31, namun sundulan Rooney dari jarak semeter di depan gawang Uruguay hanya menghantam tiang kiri.

Uruguay mencetak gol pada menit ke-38 lewat sundulan kepala Luis Suarez yang lepas dari kawalan Phil Jagielka pada menit ke-38 dengan assist Cavani. Inggris hampir menyamakan skor lewat tendangan Daniel Sturridge 2 menit kemudian, namun bisa diblok kiper Uruguay Fernando Muslera.

Memasuki babak kedua, dalam 10 menit pertama Uruguay punya tiga peluang. Namun tendangan Rodriguez masih bisa ditepis Hart, bidikan Suarez melenceng ke kanan gawang, dan Cavani yang telah di depan gawang Harta gagal menambah gol karena tendangannya mengarah ke kiri gawang saja.

Dari sisi Inggris, Rooney kembali berpeluang mencatatkan namanya di papan skor, namun tendangan dari jarak pendek bisa ditangkap Muslera.
 
Inggris terus menekan wilayah pertahanan Uruguay, para pemain La Celeste, julukan Uruguay, jatuh bangun menahan gempuran Rooney cs.

Pada menit ke-69 pelatih Uruguay Oscar Washington Tabarez memasukkan Chiistian Stuani menggantikan Nicolas Lodeiro. Ini berarti Uruguay memainkan tiga penyerang dan mengisyaratkan ingin menambah gol dan sedikit membuka celah pertahanan.

Inilah yang kemudian membuat Rooney bisa mencetak gol balasan pada menit 75 dengan sontekan jarak dekat setelah menerima umpan Glen Johnson.

Pertahanan Uruguay yang kian lemah hampir kembali dibobol. Kali ini Sturridge yang melepas bidikan jarak dekat, namun Muslera masih mampu menepisnya. Skor 1-1 hingga menit 80.

Pertandingan mengetat ketika pada menit 84 Suarez kembali sukses menjebol gawang Hart memanfaatkan serangan balik cepat yang dibangun dari tendangan kiper Muslera. Skor akhir 2-1.

Dengan hasil ini Uruguay membuka peluang untuk lolos ke 16 besar. Inggris masih punya kans untuk ke perdelapan final, asalkan di matchday ketiga bisa menang telak atas Kosta Rika serta Italia mengalahkan Kosta Rika dan Uruguay.
 
Susunan pemain kedua tim:

Uruguay: 1-Fernando Muslera; 6-Alvaro Pereira, 3-Diego Godin, 13-Jose Maria Gimenez, 22-Martin Caceres; 20-Alvaro Gonzalez (4-Jorge Fucile 80'), 17-Egidio Arevalo Rios, 7-Cristian Rodriguez, 14-Nicolas Lodeiro (11-Christian Stuani); 9-Luis Suarez (19-Sebastian Coates 88'), 21-Edinson Cavani
Cadangan: 2-Diego Lugano, 5-Walter Gargano, 8-Abel Hernandez, 10-Diego Forlan, 12-Rodrigo Munoz, 15-Diego Perez, 16-Maximiliano Pereira, 18-Gaston Ramirez, 23-Martin Silva

Inggris: 1-Joe Hart; 2-Glen Johnson, 5-Gary Cahill, 6-Phil Jagielka, 3-Leighton Baines; 4-Steven Gerrard, 14-Jordan Henderson (18-Rickie Lambert 87'), 19-Raheem Sterling (21-Ross Barkley 64'), 11-Danny Welbeck; 9-Daniel Sturridge, 10-Wayne Rooney
Cadangan: 7-Jack Wilshere, 8-Frank Lampard, 12-Chris Smalling, 13-Ben Foster, 15-Alex Oxlade-Chamberlain, 16-Phil Jones, 17-James Milner, 20-Adam Lallana, 22-Fraser Forster, 23-Luke Shaw.

.
.
Head to head:
01/03/2006   Inggris 2 vs Uruguay 1 (Persahabatan)
29/03/1995   Inggris 0 vs Uruguay 0 (Persahabatan)
22/05/1990   Inggris 1 vs Uruguay 2 (Persahabatan)
11/07/1966   Inggris 0 vs Uruguay 0 (Piala Dunia)
26/06/1954   Uruguay 4 vs Inggris 2 (Piala Dunia)

Dukungan Sao Paulo
Dari sisi teknis, terlebih setelah melihat kekuatan terkini Uruguay ketika dikalahkan Kosta Rika 1-3, Inggris-lah yang lebih pantas untuk diunggulkan. Skuat muda milik Roy Hodgson jauh lebih bertenaga dibandingkan dengan pengisi lini belakang Uruguay yang mulai renta.
 
Namun, ada sisi lain yang sedikit menguntungkan La Celeste (Biru Langit), julukan Timnas Uruguay. Sao Paulo bisa disebut merupakan rumah Uruguay di Brasil. Bukan hanya karena lokasinya di bagian selatan Brasil yang dekat dengan Uruguay, lebih dari itu klub kebanggaan warga setempat, Sao Paulo FC, lekat dengan sejarah dibela oleh pemain-pemain Uruguay.

Reuters memperkirakan akan ada sekitar 20.000 warga Sao Paulo bakalan mendukung Uruguay ketika berhadapan dengan Inggris.

Selama beberapa dasawarsa belakangan orang-orang Uruguay bergantian membela Sao Paulo FC. Mereka jadi pemain kunci yang membuat klub tersebut meraih titel Copa Libertadores ataupun Piala Dunia Antarklub.

Salah satu pemain yang sangat lekat dengan Sao Paulo ialah bek Diego Lugano, pemain berusia 33 tahun yang di Piala Dunia 2014 menjadi kapten timnas Uruguay. Sayangnya, Lugano kemungkinan besar akan absen saat jumpa Inggris karena cedera lutut.
 
“Kami cinta Lugano. Dia tegas, kharismatik. Dia andalan kami di lini belakang. Fans Sao Paulo akan ada di belakang Uruguay karena Lugano,” cetus Eduardo Nader, pendukung fanatik klub Sao Pulo.

Namun bukan hanya karena Lugano. Koneksi Sao Paulo dan Uruguay telah lama berlangsung jauh sebelum pemain West Bromwich Albion itu lahir.

Gelandang Pedro Rocha di era 1970-an, pemain belakang Dario Pereyra di 1980-an, dan ayah dari bintang Uruguay Diego Forlan, yakni Pablo Forlan, telah pula mewarnai Sao Paulo.

Hari ini ada Alvaro Pereira yang mewakili Uruguay di Sao Paulo FC dan juga akan berhadapan dengan Inggris di Piala Dunia 2014. (Kabar24.com)

Read More

Kolombia Kalahkan Pantai Gading Dengan Skor 2 - 1

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Kolombia berhasil mengalahkan Pantai Gading dengan skor 2-1 dalam lanjutan pertandingan grup C Piala Dunia 2014 yang digelar di stadion di Estádio Nacional de Brasília, Brasília, Distrito Federa, Kamis (19/6/2014).

Dua gol Kolombia diciptakan James Rodriguez dan Juan Quintero di menit 64 dan 70. Sedangkan gol semata wayang Pantai Gading hadir lewat kaki pemain sayap AS Roma, Gervinho di menit 73.

Kedua tim yang bermain imbang di 45 menit babak pertama mengubah tempo pertandingan di paruh kedua laga. Pantai Gading dan Kolombia bermain dengan tempo tinggi serta jual beli serangan.

Gol pertama Kolombia hadir lewat sepak pojok yang diambil oleh Juan Cuadrado dan ditanduk dengan sempurna oleh Rodriguez tanpa bisa diantisipasi oleh Boubacar Barry, gol skor 1-0.

Kolombia memperbesar keunggulan lewat tendangan keras Juan Quintero memanfaatkan kesalahan lini belakang Pantai Gading. Dengan cerdik, Quintero yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan Barry menempatkan bola di sela-sela tangan.

Pantai Gading memperkecil ketertinggalan setelah Gervinho membuat gol solo run usai melewati tiga orang pemain dan melepaskan tendangan tanpa bisa dihalau oleh David Ospina. Skor 2-1 masih untuk keunggulan Kolombia

.
.
Jalannya Babak Pertama
Di babak pertama kedua tim saling bermain terbuka dan jual beli serangan. Kolombia lebih banyak mengandalkan kecepatan para sayapnya terutama di sektor kanan yang dimotori Cuadrado.

Beberapa kali kerjasamanya dengan Zuniga merepotkan barisan pertahanan Pantai Gading yang dikomandoi Zokora dan Boka.

Sementara itu Pantai Gading membangun lewat kaki Yaya Toure dan tusukan Gervinho yang menyisir pinggir lapangan lalu masuk ke tengah kotak penalti.

Peluang terbaik Kolombia hadir di menit 28 lewat kaki Gutierez. Namun sayang sontekan pemain ini masih kurang tepat padahal sudah berdiri bebas usai menerima umpan dari sayap kiri.

Sementara itu kesempatan emas Pantai Gading hadir di menit 33 tapi sayang tendangan dasri Aurier masih dapat diselamatkan oleh Ospina dengan gemilang. Hingga pluit akhir di babak pertama, skor antara Kolombia vs Pantai Gading masih 0-0.

Susunan pemain Pantai Gading vs Kolombia.

Pantai Gading Line up: Barry, Boka, Zokora, Tiote, Gervinho, Bony, Gradel, Aurier, Y Toure (c), Serey, Bamba.

Kolombia Line up: Ospina, Zapata, Yepes (c), Sanchez, Armero, Aguilar, Gutierrez, Rodriguez, Cuadrado, Ibarbo, Zuniga. (Kabar24.com)

Editor: Andhika Anggoro

Read More

Kroasia Kalahkan Kamerun Dengan Skor 4 - 0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Kroasia menghancurkan Kamerun dengan skor telak 4-0 dalam matchday kedua Grup A Piala Dunia 2014 di Arena Amazonia, Manaus, Brasil, pada Kamis pagi WIB (19/6/2014).

Dengan hasil itu, Kroasia mempertahankan peluang untuk lolos ke 16 besar dan kepastiannya akan ditentukan pada laga lawan Meksiko di matchday ketiga. Sedangkan Kamerun harus pulang kampung karena kemenangan atas Brasil di pertandingan terakhir pun tetap tidak akan meloloskannya ke babak selanjutnya.

Gol semata wayang Kroasia dalam 45 menit babak pertama pertandingan yang dipimpin oleh wasit Pedro Proenca dari Portugal itu dikontribusi oleh Ivica Olic pada menit ke-11 melalui tembakan keras dari dalam kotak penalti menyusul kemelut di depan gawang Kamerun.

Pada menit ke-40 Kamerun terpaksa harus bermain hanya dengan 10 orang, karena gelandang Alex Song dihukum kartu merah lantaran ketahuan memukul punggung Mario Mandzukic tanpa bola saat keduanya berlari di bagian tengah lapangan.

Kehiangan satu pemain membuka celah di lini pertahanan Kamerun. Terbukti ketika babak kedua baru berjalan 3 menit, Kroasia langsung berhasil menggandakan keunggulan.

Gol bermula dari tendangan dari kiper Charles Itandje yang jatuh ke penguasaan Invan Perisic yang langsung adu sprint melewati pemain Kamerun Dany Tchounkeu dan melepas tendangan silang keras yang tak bisa ditepis Itandje.

Mandzukic semakin menunjukkan peran pentingnya—setelah membuat Kamerun bermain hanya dengan 10 orang—dengan mencetak dua gol Kroasia.

Pada menit 61, striker juara Jerman Bayern Munchen itu menanduk umpan sepak pojok Danijel Pranjic untuk membuat skor 3-0.

Mandzukic mengontribusi gol keduanya dalam pertandingan itu pada menit ke-73 setelah memanfaatkan bola rebound dari kiper Itandje yang tidak sempurna menangkap bola tendangan striker Kroasia berdarah Brasil Eduardo Alves da Silva. (Kabar24.com)

.
.