Blog www.monzaemon.com sedang dialihkan ke monzaemon69.blogspot.com untuk sementara :')

lagi ngebahas ini

Showing posts with label gadget. Show all posts
Showing posts with label gadget. Show all posts

Read More

"Angry Birds Transformers" Bakal Muncul pada Akhir Tahun

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Rovio, pengembang game Angry Birds, bekerja sama dengan studio Hasbro, pemegang lisensi Transformers, akan meluncurkan seri game baru: Angry Birds Transformers. Dalam permainan ini, "Autobirds" akan berusaha mencegah "Deceptihogs" menguasai Bumi.

Selain merilis Angry Birds Transformers dalam perangkat mobile, kedua belah pihak juga akan membuat mainan dan merchandise-nya.

Angry Birds Transformers akan menggunakan sistem Telepods seperti yang dikenalkan dalam seri Angry Birds Star Wars. Pengguna bisa membeli mainan figur Autobirds dan Deceptihogs untuk mendapatkan akses karakter tertentu dalam game, yang memiliki kemampuan khusus.

"Kami sangat senang menggabungkan alam Transformers yang ikonis dengan dunia unik dan menyenangkan dalam Angry Birds," ujar Blanca Juti, Chief Marketing Officer Rovio seperti dikutip dari Digital Trends, Senin (16/6/2014).

Selain itu, Juti mengatakan, game Angry Birds seri terbaru ini juga diharapkan bisa menarik perhatian generasi 1980-an yang besar dengan Transformers, sekaligus generasi masa kini yang sudah akrab dengan Angry Birds.

Rovio belum mengumumkan kapan Angry Birds Transformers akan diluncurkan. Namun, jika mainan dan merchandise-nya akan dipasarkan pada akhir tahun ini, maka bisa jadi waktu peluncuran game-nya juga bersamaan.

Untuk melihat perkembangan dan informasi mengenai Angry Birds Transformers, Rovio telah membuat laman transformers.angrybirds.com khusus untuk proyek ini. Di situs tersebut, pengguna bisa mendapatkan update dan mengunduh konten game.


.
.

Read More

Windows Phone Akan Ada Sensor Seperti Kinect

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Microsoft akan melengkapi smartphone Windows Phone-nya dengan sensor yang menyerupai Kinect, yaitu bisa membaca gerakan tubuh. Nokia Lumia 1020 akan menjadi smartphone pertama yang menggunakan sensor ini.

Sumber internal Microsoft mengatakan kepada situs The Verge (9/6/2014) bahwa teknologi yang oleh orang Microsoft disebut dengan 3D Touch atau Real Motion itu telah dikembangkan Nokia selama beberapa tahun belakang.

Akun Twitter Evleaks yang sering membocorkan perangkat-perangkat mobile baru juga pernah mengungkap smartphone Nokia dengan sensor gestur. Menurut Evleaks, perangkat itu diberi nama sandi Nokia MacLaren.

McLaren disebut memiliki banyak sensor dalam perangkatnya untuk mendukung sistem 3D Touch. Sebagai contoh, sensor 3D Touch bisa digunakan untuk fitur menjawab telepon dengan hanya meletakkan perangkat di telinga, mengaktifkan speaker dengan meletakkan smartphone di meja, atau menutup panggilan telepon dengan hanya memasukkannya ke saku.

.
.
Dengan sensor tersebut, Microsoft mencoba untuk menyederhanakan bagaimana cara menggunakan perangkat dan menghilangkan tombol-tombol, seperti tombol daya, sehingga pengguna cukup menggenggam smartphone untuk menyalakan perangkat.

Microsoft juga ingin bisa merasakan bagaimana smartphone digenggam, sehingga sensor 3D Touch bisa menampilkan orientasi tampilan layar secara tepat, apakah portrait atau landscape, sehingga tidak mengandalkan sensor gyro seperti smartphone-smartphone lain saat ini.

Sementara bagian sisi smartphone bisa dimanfaatkan untuk kontrol zoom kamera. Pengguna cukup menggesek bagian sisi smartphone untuk melakukan zooming.

Antarmuka menu juga akan memanfaatkan sensor 3D Touch. Antarmuka yang disebut MixView yang menggunakan sensor 3D Touch memungkinkan pengguna menjelajah antarmuka tanpa menyentuh layar, cukup dengan gerakan di atas layar saja.

Namun, Microsoft bukan hanya satu-satunya vendor smartphone yang berencana menambahkan sensor 3D dalam perangkatnya. Vendor lain yang memiliki rencana sama adalah Amazon, walau perangkatnya tidak dijual bebas di Indonesia.

Lalu, mampukah Microsoft menciptakan sensor 3D yang cukup unik, sehingga bisa menjadi faktor pembeda yang cukup kuat untuk menarik minat penbgguna?

Read More

Cari iPhone Hilang Cukup dengan Berteriak

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Ketika lupa tempat menaruhnya, pemilik smartphone mungkin akan mencoba menelepon perangkat bersangkuan.

Sekarang ada cara yang lebih mudah, yakni dengan berteriak untuk  "memanggil". Ponsel pun akan memberitahukan lokasinya.

Sebagaimana dikutip dari Antara, hal tersebut dimungkinkan oleh aplikasi berama Marco Polo yang tersedia untuk perangkat dengan platform iOS, yaitu iPhone, iPod Touch, dan iPad.

Cukup mengatakan "Marco!" dengan suara keras, gadget yang dipasangi aplikasi ini bakal menyahut "Polo!" biarpun sedang berada dalam kondisi sleep ataupun silent.

Marco Polo diciptakan oleh Matt Wiechec, seorang desainer dan pengembang asal Toronto, Amerika Serikat.

"Kini, dimana banyak peristiwa saat kita kehilangan telepon di sofa atau tertinggal di meja kopi, kamar mandi, kini bisa menemukannya dengan cara yang menyenangkan," kata Wiechec yang dikutip oleh Cnet.

"Seperti main petak umpet dengan telepon, berjalan sambil berteriak Marco! dan telepon akan berteriak kembali Polo di ruang lain," tambahnya

Marco Polo bekerja diam-diam di latar belakang sambil menunggu "panggilan" ketika diperlukan. Selain "Marco" dan "Polo", tersedia 30 jenis pilihan kata lain.

Frase input pun bisa dikustomisasi sehingga pengguna bisa bebas memilih kata apa yang bakal digunakan untuk memanggil si gadget hilang.

Marco Polo sudah tersedia di toko aplikasi App Store dengan harga Rp 12 ribu.


Sumber: Antara
Editor: Oik Yusuf Kompas.com

.
.

Read More

Roly Poly Penguin, Game Mirip Pokopang dari Bandung

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Pengembang game Arsanesia dari Bandung kembali meluncurkan game mobile ke-13 pada akhir Februari lalu. Game terbaru ini diberi judul "Roly Poly Penguin" dengan genre kasual.

Tokoh utama game ini adalah seekor penguin yang bernama Pippo. Cara bermainnya mirip seperti game Pokopang di platform Line.

Pemain harus memberi makan Pippo dengan makanan favoritnya yaitu ikan. Caranya, dengan mencocokan warna ikan yang ada dilayar dan menarik garis antara ikan yang berdekatan (minimal tiga) dan memiliki warna yang sama (sejenis).

Kehadiran ikan spesial seperti ikan laser, ikan bom, dan ikan petir menambah variasi serta tingkat kesulitan permainan.

CEO Arsanesia Adam Ardisasmita mengatakan, game ini dapat dimainkan oleh semua umur dan cara memainkannya terbilang mudah. Adam dan tim sengaja membuat game kasual karena genre tersebut sedang disenangi oleh mayoritas pengguna perangkat mobile.

Roly Poly penguin saat ini sudah tersedia di toko aplikasi online Windows Phone Store, Nokia Store, dan Google Play Store. Dalam waktu dekat, Arsanesia menjanjikan Roly Poly Penguin akan tersedia untuk perangkat Apple iOS.


.
.

Read More

Flappy Bert, Game Parodi Flappy Bird

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Perusahaan program anak Amerika Serikat, Sesame Street, adalah pihak terbaru yang mencoba meluncurkan versi lain dari permainan Flappy Bird.

Sesame Street membuat Flappy Bert, permainan parodi dengan konsep serupa, di mana pengguna harus membuat tokoh Bert itu mengambang di udara dan melewati sejumlah pipa.

Awal pekan ini, game Flappy Bird resmi ditarik dari toko aplikasi setelah penciptanya, Dong Nguyen, mengatakan kepopuleran game ini telah "menghancurkan hidup saya yang sederhana."

Sejak itu, banyak versi serupa bermunculan di toko aplikasi.

Kelompok musik Fall Out Boy juga tak terkecuali. Mereka mengumumkan akan merilis game Flappy Bird versi mereka.

Diunduh 50 juta kali

"Roma tidak dibangun dalam satu hari, tetapi game ini bisa," tulis band Amerika ini dalam situs resminya.

"Kami akan memberikan kepada anda: Fall Out Bird... Berteriaklah kepada Flappy Bird, RIP."

Fall Out Bird sudah tersedia di Google Play dan akan menyusul rilisnya di App Store.

Sementara itu, jika pengguna ponsel menelusuri toko aplikasi Apple, sejumlah game dengan nama atau konsep yang mirip masih tersedia seperti Flappy Bee, City Bird: Flappy Flyer, dan Fly Birdie.

Flappy Bird sebelumnya sempat diunduh lebih dari 50 juta kali, dan menjadikan game ini sebagai permainan terpopuler sejauh ini. (BBC Indonesia)




.
.

Read More

"Angry Birds Stella", Cerita Baru si Burung Pemarah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Perusahaan pengembang game dan animasi Angry Birds, Rovio, yang berasal dari Finlandia, mengumumkan cerita baru burung pemarah yang disebut Angry Birds Stella, Kamis (13/2/2014).

Dalam siaran pers, Rovio mengatakan bahwa Stella dan teman-temannya adalah "sekelompok karakter baru yang penuh semangat dan cinta untuk bersenang-senang, melakukan petualangan, dan kreativitas bersama."

Dalam cerita Angry Birds Stella, akan ada setidaknya lima karakter burung baru. Bakal ada pula karakter protagonis dan antagonis.

Rovio akan mengimplementasikan karakter Angry Birds Stella dalam produk game, animasi, mainan, buku, hingga produk retail lainnya selama beberapa tahun mendatang. Rencananya, Angry Birds Stella akan hadir pada September 2014.

"Kisah Angry Birds Stella akan hidup dan berkembang di semua produk fisik dan digital, menjembatani mereka dengan cara yang menyenangkan dan inovatif. Stella dan teman-temannya akan mengajak berpetualang," kata CEO Rovio, Mikael Hed.

Sejarah Rovio dan Angry Birds

Rovio bermula dari Relude, sebuah perusahaan rintisan (startup) pembuat game, yang didirikan pada tahun 2003 oleh tiga mahasiswa Helsinki University of Technology, Finlandia, yakni Mikael Hed, Jarno Väkeväinen, dan Kim Dikert.

Mereka juara dalam kompetisi pembuatan game yang disponsori Nokia dan HP. Game itu berjudul King of the Cabbage World.

Tahun 2005, Relude ganti nama jadi Rovio Mobile dan membangun kantor di Espoo, Finlandia. Awalnya, mereka menerima investasi dari investor perorangan.

Rovio Mobile kemudian merilis permainan Angry Birds untuk iOS, barukemudian dibuat untuk sistem operasi Android. Tak butuh waktu lama bagi Angry Birds untuk menjadi salah satu game paling disukai dan paling dikenal. Jumlah unduhannya mencapai 1 miliar kali dari toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store.

Mulai Maret 2011, Rovio Mobile mendapat banyak investasi, baik dari perusahaan investasi maupun investor perorangan. Pada Juli 2011, perusahaan ini ganti nama lagi menjadi Rovio Entertainment Ltd.

Dari perusahaan game, Rovio bertransformasi menjadi perusahaan hiburan. Sejak Angry Birds menjadi candu bagi pengguna Android dan iOS, mereka memperluas sayap bisnis dengan menjual boneka, kaus, dan cendera mata Angry Birds yang berada di bawah lisensi.

Mereka memperluas sekuel permainan Angry Birds dan sudah berani melakukan akuisisi sebuah perusahaan game bernama Futuremarks Games Studio.


.
.

Read More

Kronologi Lengkap "Flappy Bird", dari Kelahiran hingga Kematian

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Flappy Bird telah menjadi fenomena global. Tanpa melakukan promosi, game ini meraih sukses besar hanya dengan menawarkan sebuah permainan yang memang sulit untuk dimainkan sehingga membuat pengguna frustrasi, tetapi sederhana dari sisi visual dan tanpa desain level.

Flappy Bird dibuat oleh Dong Nguyen, pemuda 29 tahun yang tinggal di Hanoi, Vietnam. Ia sebelumnya telah membuat sejumlah game di iOS dan game flash lainnya, di bawah nama Gears Studios, yang bukanlah nama sebuah perusahaan, melainkan hanya Nguyen seorang.

Tak banyak yang tahu kapan Flappy Bird "dilahirkan"? Kapan unduhan game ini mulai meningkat? Kenapa ia mendadak populer secara alami? Berapa uang yang dihasilkan dari Flappy Bird? Mengapa pula game ini akhirnya "dimatikan".

Situs teknologi Mashable melacak sejarah "kelahiran" hingga "kematian" Flappy Bird dari akun Twitter milik Nguyen. Data tentang Flappy Bird juga didapatkan dari Topsy, hingga perusahaan analisis aplikasi Distimo dan App Annie. Berikut kisahnya.

Kelahiran

Asal-usul Flappy Bird mulai terlihat pada 6 November 2012. Saat itu, Nguyen membagikan gambar di Twitter tentang game yang sedang ia kerjakan.



Karakter burung di sebelah kiri gambar menjadi cikal-bakal karakter utama Flappy Bird
Jika melihat sisi kiri gambar di atas, Anda akan melihat burung yang kemudian jadi karakter utama Flappy Bird. Namun, kala itu Nguyen tidak menyebut judul game yang sedang digarap.

Kemudian pada 29 April 2013, Nguyen kembali membagikan gambar dari sebuah game yang dibuatnya dengan judul "Flap Flap" untuk platform Apple iOS. "Game baru yang sederhana, Flap Flap," tulis Nguyen di akun Twitter-nya.


Flappy Bird mulanya bernama Flap Flap
Flap Flap mengadopsi gaya visual permainan Nintendo. Ia mengaku menyelesaikan game ini hanya dua hari.

Sebulan berlalu. Ternyata, nama aplikasi Flap Flap sudah ada di toko aplikasi Apple, App Store. Nguyen mengganti nama game itu menjadi Flappy Bird pada 24 Mei 2013.

Pada saat itu juga ia berkicau tentang skor tertinggi yang diraihnya pada Flappy Bird, yaitu 44, sambil memberi tautan untuk mengunduh aplikasi tersebut.

Dalam rentang 25 Mei hingga 31 Oktober 2013, Flappy Bird hanya mendapat 13 ulasan dari pengguna. Kebanyakan ulasan ini bisa disebut ditulis seadanya. Pendek kata, pengguna tidak meluangkan waktu besar untuk menulis ulasan Flappy Bird dengan sepenuh hati.

Pada masa tersebut, Nguyen terlihat tidak aktif di Twitter.

Nguyen memperbarui Flappy Bird pada September 2013. Namun, game ini masih mengalami beberapa bug.

Flappy Bird masih "biasa-biasa saja" dalam waktu enam pekan. Lalu, sesuatu yang mengejutkan mulai terjadi. Menurut data analisis aplikasi App Annie, Flappy Bird masuk urutan ke-1.469 dari kategori aplikasi "Keluarga" pada 29 Oktober 2013, yang berarti itu adalah game keluarga paling populer di App Store di urutan ke-1.469 untuk kawasan Amerika Serikat (AS).

Kali pertama muncul di Twitter dari pengguna Flappy Bird

Beberapa hari kemudian, nama Flappy Bird muncul kali pertama di Twitter dari seorang pengguna, selain Nguyen.

Pengguna bernama Alexiss dengan akun @alexisbaskervil melontarkan kicauan pada 4 November 2013, yang menggambarkan kekesalannya bermain Flappy Bird.

Pada 14 November, urutan Flappy Bird naik menjadi ke-1.368 di App Store kawasan AS, menurut data App Annie. Setelah itu, game ini terus naik ke peringkat ke-393 dalam kategori keluarga.

Permainan mulai mendapatkan traksi. Jumlah ulasan juga meningkat. Flappy Bird berhasil mendapatkan 20 ulasan pada bulan November. Banyak dari mereka yang menyatakan hubungan cinta dan benci dengan Flappy Bird.

"Saya memiliki hubungan cinta/benci dengan permainan ini, dan sangat adiktif. Ini adalah permainan besar. Saya tidak bisa melewati 15," tulis seorang pengguna dengan subyek ulasan "Love/hate/live."

Meningkat

Pada 3 Desember 2013, Flappy Bird berhasil masuk ke urutan ke-74 di kategori keluarga dan urutan ke-395 dalam kategori game di App Store kawasan AS.

Nguyen kembali memakai Twitter pada 11 Desember. Dia membalas mention pengguna yang menginginkan Flappy Bird hadir untuk platform Android.

Flappy Bird terus meningkat, naik ke urutan ke-259 untuk kategori aplikasi gratis di AS, urutan ke-80 untuk kategori game di AS, dan peringkat ke-14 untuk kategori keluarga.

Pengguna Twitter mulai melontarkan kicauan tentang Flappy Bird, membuat gambar olahan (meme) bernuansa lucu yang menggambarkan emosi atau kefrustrasian mereka memainkan Flappy Bird. Nguyen melakukan retweet beberapa gambar.

Gambar olahan bernuansa lucu (meme) yang menggambarkan ekspresi memainkan Flappy Bird
Ulasan tentang Flappy Bird di App Store meningkat, bisa mencapai 20 ulasan per hari. Ada pengguna yang memberi peringkat satu bintang hingga lima bintang. Kebanyakan dari mereka mengatakan pendapat yang lebih kurang menyatakan, "Saya benci permainan ini, tetapi tidak bisa berhenti bermain."

Sukses

Popularitas Flappy Bird terus menanjak pada Januari 2014. Tepatnya 10 Januari 2014, game ini mencapai terobosan baru, berhasil masuk daftar top 10 di App Store kawasan AS.

Bisa masuk dalam daftar top 10 aplikasi di App Store AS adalah hal yang sulit bagi para pengembang. Nguyen menjawab pertanyaan yang kerap dilontarkan kepada dirinya tentang apa yang telah dilakukannya untuk meningkatkan popularitas Flappy Bird, dan dia menjawab, "Tidak melakukan promosi."

Sejak 13 Januari 2014, tingkat pengunduhan Flappy Bird tumbuh 136 persen dari hari ke hari. Menurut perusahaan analisis aplikasi Distimo, Flappy Bird menjadi aplikasi gratis nomor 1 di App Store kawasan AS pada 17 Januari 2014.

Hadir di Android

Setelah sukses di platform iOS, Nguyen mengumumkan bahwa Flappy Bird tersedia di platform Android pada 22 Januari 2014. Hanya dalam waktu sepekan, Flappy Bird menjadi aplikasi paling banyak diunduh di Google Play Store.

Sejak saat itu, Flappy Bird ramai dibicarakan di media sosial dan media massa. Media besar sekelas Forbes dan Time membuat artikel yang mengulas game ini. Di Twitter, ada sekitar 500.000 pembicaraan tentang Flappy Bird pada 25 Januari 2014, menurut data Topsy.

Pada 1 Februari 2014, Flappy Bird menjadi game gratis nomor satu di App Store di 53 negara. Akun Twitter resmi App Store sampai melontarkan kicauan tentang Flappy Bird.


Apple App Store komentari Flappy Bird
Kepada blog teknologi TechCrunch, Nguyen mengatakan, "Saya tidak tahu bagaimana permainan saya bisa begitu populer. Sebagian besar pengguna saya adalah anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk mereka yang memainkannya dan berbagi kepada orang lain."

Populer dengan cara alami

Banyak pengembang aplikasi yang mempertanyakan kesuksesan Flappy Bird. Sulit bagi mereka untuk percaya bagaimana mungkin game sesederhana ini bisa merajai tangga peringkat game gratis di toko aplikasi App Store dan Play Store.

Ada yang mengatakan, Nguyen mengeluarkan uang untuk meningkatkan jumlah unduhan, atau menggunakan teknik saling promosi untuk menarik perhatian pengguna.

Ahli pemasaran aplikasi Carter Thimas berspekulasi, keberhasilan Flappy Bird diraih karena sebagian ulasan yang ditinggalkan itu dilakukan oleh botnet.

Sekali lagi, Nguyen mengatakan, ia tidak punya sumber daya untuk melakukan promosi. Yang bisa ia lakukan hanya mengunduh game ini ke toko aplikasi App Store dan Play Store.

Pengguna Flappy Bird tampak menyukai game ini karena alasan psikologis. Ini memang game yang sederhana, tetapi membuat candu, terlebih lagi dengan adanya persaingan mendapatkan skor tertinggi di lingkungan pengguna.

Seorang bernama Zach Williams sempat menganalisis angka-angka di balik game Flappy Bird sebelum permainan ini dihapus. Dalam database Williams, terdapat 68.000 ulasan yang ditulis oleh pengguna Flappy Bird.

Setelah melihat data dari Williams, tuduhan ulasan palsu yang ditujukan kepada Nguyen tidaklah benar. Ulasan yang ditulis untuk Flappy Bird adalah alami ditulis oleh pengguna.

Harga sebuah kesuksesan

Nguyen mengatakan kepada blog teknologi The Verge, Flappy Bird telah menghasilkan uang 50.000 dollar AS atau sekitar Rp 600 juta per hari dari hasil iklan-iklan yang muncul pada game tersebut.

Sejak adanya pernyataan itu, akun Twitter Nguyen makin sering diusik oleh pengguna, pengembang, hingga pengamat. Mulanya ia menanggapi pertanyaan dengan kata-kata diplomatis dan humoris. Namun, lambat laun, Nguyen merasa hidupnya yang sederhana terganggu.

Nguyen mengatakan, ia menerima kicauan yang bernuansa kebencian, ancaman kematian, hingga pelecehan yang berulang kali terjadi.

AFP
Dong Nguyen, pencipta game Flappy Bird di kedai kopi di Hanoi, 5 Februari 2014.
Dalam kondisi seperti ini, Nguyen masih mengerjakan pembaruan untuk Flappy Bird. Ia mengajukan pembaruan Flappy Bird kepada Apple pada 3 Februari, lalu disetujui pada 8 Februari. Pembaruan gratis ini membuat Flappy Bird menjadi lebih mudah.

Ada pengguna yang tidak puas dengan langkah Nguyen. Pengguna dengan akun Twitter @bigperrydog menyayangkan formula baru yang digunakan Nguyen lantaran membuat game itu jadi lebih mudah. Pengguna tersebut mengaku lebih suka versi lama, dan menjelek-jelekkan versi baru.

Pada 7 Februari 2014, ia merasa lelah dengan popularitas Flappy Bird. Dia tidak bisa mengendalikan game itu seorang diri dan menjawab sentimen negatif yang terus-menerus datang kepadanya.

Setelah mulanya menjanjikan akan menghadirkan Flappy Bird di platform Windows Phone, Nguyen akhirnya menyerah karena tidak bisa memenuhi janji. Ia berencana mencabut Flappy Bird dari App Store dan Play Store.

Kematian

Beberapa jam setelah Nguyen merilis pembaruan Flappy Bird, tampaknya ia mulai membenci game tersebut. Kebencian Nguyen pada Flappy Bird terlihat pada 8 Februari 2014. "Saya bisa mengatakan, Flappy Bird adalah keberhasilan saya. Tetapi, ia juga meruntuhkan kehidupan sederhana saya. Jadi, sekarang saya membencinya," tulis Nguyen di akun Twitter-nya.

Sekitar pukul 02.00 pagi waktu Hanoi, tanggal 9 Februari, Nguyen membuat pengumuman yang sangat mencengangkan. Ia akan mencabut Flappy Bird dari toko aplikasi App Store dan Play Store dalam waktu 22 jam ke depan.


Nguyen mengumumkan akan mencabut Flappy Bird
Para pengguna, pengembang, dan pengamat menilai pernyataan Nguyen hanya akal-akalan agar mendapat publisitas yang lebih heboh. Namun, ternyata tidak, Nguyen benar-benar mencabut Flappy Bird dari peredaran.

Tanggal 10 Februari 2014, pada pagi hari, Flappy Bird sudah tidak bisa dicari ataupun diunduh dari App Store dan Play Store. Akun Twitter Nguyen kembali diserang beragam pertanyaan. Dia tetap diam, enggan menanggapi pertanyaan.

Beragam spekulasi pun muncul. Flappy Bird disebut berpotensi terjerat masalah hukum. Forbes mencatat Flappy Bird memiliki beberapa kesamaan visual dengan Super Mario Bros buatan Nintendo.

Kesamaan yang dimaksud, misalnya, bentuk pipa hijau yang sangat mirip dengan benda serupa di Mario, juga desain karakter burung serupa ikan terbang bernama "cheep-cheep" yang muncul di seri ketiga game buatan Nintendo tersebut. Latar belakang dan gaya grafis ala konsol game 8-bit jadul seakan melengkapi kemiripan yang ada.

Bahkan, suara yang muncul ketika burung melewati celah pipa juga mirip dengan suara ketika tokoh Mario mendapatkan koin.

Selain itu, Flappy Bird kerap dikaitkan meniru game berjudul "Piou Piou" yang dirilis pada 2011 karena memiliki konsep serupa dari sisi cara memainkan, karakter si burung, serta blok hijau yang menjadi rintangan.

@kek_zanorg Perbandingan game Piou Piou (kiri) dengan Flappy Bird
Nguyen berpendapat, potensi masalah hukum bukanlah penyebab ditariknya Flappy Bird dari peredaran. Ketika ditanya soal dugaan pelanggaran hak cipta, Nguyen memberi jawaban lewat Twitter yang mengundang rasa penasaran. "Ah, saya tak mencuri sesuatu apa pun secara langsung. Melakukan itu adalah sebuah seni tersendiri," ujarnya singkat.

Melalui sebuah wawancara dengan Forbes, akhirnya Nguyen mengutarakan alasan pencabutan Flappy Bird.

Nguyen beralasan bahwa sebenarnya game ini dibuat untuk kegiatan bersantai para pemainnya. Nguyen tidak bermaksud membuat Flappy Bird menjadi permainan yang adiktif. Nah, pada saat tujuannya melenceng, Nguyen memutuskan untuk menarik Flappy Bird.

"Flappy Bird didesain untuk dimainkan selama beberapa menit pada saat Anda sedang berelaksasi. Namun, game ini akhirnya menjadi produk adiktif. Saya rasa hal tersebut telah menjadi masalah. Untuk menyelesaikan masalah itu, hal terbaik adalah menarik Flappy Bird. Game ini telah hilang selamanya."

Pemuda asal Vietnam itu juga menjelaskan bahwa rasa bersalah membuat banyak pengguna ketagihan pada game tersebut, membuatnya mantap mengambil keputusan. Popularitas game ini juga merusak "hidupnya yang sederhana".

"Saya tidak merasa ini (keputusan penarikan) sebagai suatu kesalahan. Saya telah memikirkannya matang-matang," ungkap Nguyen.

Nguyen mengatakan bahwa ia tidak menjual Flappy Bird, tetapi ia akan terus membuat game.

Setelah itu, bermunculanlah game serupa Flappy Bird di App Store dan Play Store yang besar kemungkinan mereka semua akan gagal.

Flappy Bird adalah contoh sempurna popularitas yang diraih dengan cara alami. Berkat pemberitaan di media sosial dan media massa, pembicaraan dari mulut ke mulut, Flappy Bird telah menjadi fenomena global: diunduh setidaknya sebanyak 50 juta kali, dan di Twitter, terdapat setidaknya 16 juta pembicaraan mengenai Flappy Bird.




.
.

Read More

Flappy Bird 'Pergi', Inilah 5 Alternatif Penggantinya

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Si pembuat Flappy Bird, Dong Nguyen, telah membuktikan ucapannya. Ia akhirnya mencabut game yang super adiktif tersebut dari toko aplikasi Apple App Store dan Google Play Store.

Artinya, pengguna iPhone dan perangkat Android sudah tidak bisa lagi mengunduh game ini dari kedua toko digital tersebut. Untungnya, bagi yang sudah mengunduh game tersebut masih tetap bisa memainkannya.

Masih ingin mencoba memainkan game ini? Sebenarnya, Anda masih bisa mencoba mencari APK dari game ini di dunia maya. Namun, jika tidak mau terlalu repot, ada beberapa judul game lain yang menawarkan gameplay yang tidak jauh berbeda dari Flappy Bird.

Apa saja? Berikut lima alternatif pengganti game Flappy Bird, seperti dikutip dari Pocket-Lint.

1. Clumsy Bird


Game ini menggunakan karakter yang sama dengan Flappy Bird, yaitu burung. Bedanya, karakter di game Clumsy Bird memiliki desain yang mirip dengan burung pemarah warna merah dari franchise buatan Rovio, Angry Birds.

Grafis di Clumsy Bird juga hadir lebih baik dibandingkan Flappy Bird. Ia tidak menggunakan desain 8-bit, melainkan gambar kartun dengan latar belakang hutan. Rintangannya pun berbeda. Apabila Flappy Bird memiliki rintangan pipa, game ini hadir dengan penghalang berbentuk pohon.

Clumsy Bird untuk sementara baru tersedia di platform Android.

2. Iron Pants


Karakter game ini sedikit berbeda dibandingkan Flappy Bird. Pihak pengembang memilih untuk menggunakan karakter pahlawan super bertopeng yang bisa terbang.

Pihak pengembang menggunakan grafis 8-bit, mirip dengan Flappy Bird. Bedanya, rintangan yang dihadirkan berbentuk balok-balok kayu yang disusun tinggi.

Iron Pants tersedia di iOS dan Android.

3. Fly Birdie


Menggunakan konsep yang benar-benar sama dengan Flappy Bird. Pihak Pocket-Lint sendiri menyebut game ini sebagai salinan langsung dari konsep game Flappy Bird.

Salah satu kesamaan yang paling kentara, pemain harus mengarahkan karakter burung melewati rintangan berbentuk pipa.

Bedanya, karakter burung yang dihadirkan berbentuk ilustrasi dan game yang satu ini relatif lebih mudah dibandingkan Flappy Bird.

Untuk sementara, ia baru tersedia untuk iOS.

4. Flappy Wings



Memiliki konsep yang benar-benar mirip dengan Flappy Bird. Sama-sama menggunakan grafis 8-bit, karakter burung, latar belakang kota, dan rintangan berbentuk pipa.

Bedanya, Flappy Wings dikatakan menawarkan gameplay yang lebih baik dibandingkan Flappy Bird. Ia hadir dengan kontrol yang sederhana dan musik latar yang menarik.

Flappy Wings untuk sementara baru tersedia di Android.

5. Amazing Cupid



Game ini buatan developer lokal Indonesia, Touchten. Seperti namanya, game tersebut menggunakan karakter dewa cinta erotis Cupid. Pemain harus mengetuk layar untuk menerbangkan Cupid, dan melewati setiap celah pilar-pilar besar.

Amazing Cupid lebih sulit dimainkan daripada Flappy Bird. Setiap kali permainan berakhir, maka game ini akan memunculkan teks yang cukup menyebalkan, seperti "Pantesan lo masih Jomblo," atau "Ini bisa main kaga sih?"

Pemain dapat memilih tiga modus permainan dalam Amazing Cupid, yaitu Normal, Hard, dan Impossibro.

Untuk sementara, game ini hanya tersedia untuk perangkat Android.




.
.

Read More

Sebab Balik Lenyapnya Flappy Bird

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Di tengah sukses yang terbilang luar biasa, Dong Nguyen, pengembang game Flappy Bird, mengeluarkan pengumuman mengejutkan. Dia berkata akan menarik game yang sulit dimainkan, tetapi membuat ketagihan itu dari peredaran.

"Saya minta maaf, pengguna Flappy Bird, 22 jam dari sekarang, saya akan mencabut Flappy Bird," bunyi pengumuman Dong melalui akun Twitter miliknya, Sabtu (9/2/2014).

Lewat rangkaian tweet berikutnya, Nguyen menjelaskan bahwa keputusan mengejutkan itu semata-mata dilandasi oleh popularitas Flappy Bird yang telah merusak "hidupnya yang sederhana". Dia menampik kemungkinan bahwa Flappy bird telah dijual ke pihak lain ataupun tersandung masalah hukum.

Soal yang terakhir disebut itu memang ramai didiskusikan sebelumnya. Flappy Bird terbilang fenomena unik. Game yang sangat populer ini sebenarnya sangat sederhana, baik dari segi tampilan maupun gameplay yakni pemain menerbangkan seekor burung melalui celah-celah pipa sebanyak dan selama mungkin untuk mengumpulkan skor. Itu saja.
Screenshot gameplay Flappy Bird
Namun, sebagaimana disoroti oleh Forbes, di balik konsep simpel Flappy Bird tersembunyi potensi masalah hukum yang mengintai pembuatnya. Yang paling jelas terlihat adalah tampilan grafis game ini. Flappy Bird ramai disebut memiliki beberapa kesamaan visual dengan seri game Super Mario Bros dari Nintendo.

Kesamaan yang dimaksud misalnya bentuk pipa hijau yang sangat mirip dengan benda serupa di game Mario, juga desain karakter burung serupa ikan terbang bernama "cheep-cheep" yang muncul di seri ketiga game buatan Nintendo tersebut. Backdrop dan gaya grafis ala konsol game 8-bit jadul seakan melengkapi kemiripan yang ada.

Bahkan, suara yang muncul ketika burung melewati celah pipa juga mirip dengan suara ketika tokoh Mario di game Nintendo mendapatkan koin.
Kotaku.com
Kesamaan tampilan obyek dalam game Flappy Bird (kiri) dan Super Mario Bros
Mungkinkah Nguyen sengaja menjiplak dari Mario? Entahlah, tapi Kotaku berpendapat ada kemungkinan lain. "Mungkin (kemiripan itu) sengaja dibuat sebagai protes halus terhadap Nintendo karena tak memublikasikan judul-judul game besar di iOS, mungkin pula karena Nguyen menciptakan Flappy Bird hanya dalam waktu tiga hari," tulis situs tersebut.

Dengan semua kesamaan itu, bisa jadi hanya soal waktu sebelum Nintendo melayangkan gugatan hukum. Terlebih Nguyen mendapat penghasilan yang tidak kecil dari Flappy Bird.

Buruk tapi bagus

Dari segi gameplay dan kualitas keseluruhan, boleh dibilang tak ada yang istimewa dari Flappy Bird. Malahan, game ini bisa dibilang buruk karena terkesan dibuat oleh seseorang yang baru belajar mengembangkan game.

Polygon mencontohkan sejumlah bug animasi dan penurunan performa pada versi Android, berikut hitbox (obyek tak kasat mata dalam game yang digunakan untuk mendeteksi benturan antar-obyek) berukuran terlalu besar. Hitbox ini adalah alasan mengapa si burung mudah sekali terbentur pipa ketika hendak melewati celah.

Begitupun dengan mekanisme "terbang" atau flapping, yang sebenarnya tak istimewa.

Toh, gameplay sangat sederhana dan grafis butut tak menghalangi Flappy Bird meraih popularitas luar biasa. Mungkin lantaran fasilitas "restart" yang dibuat mudah, pemain akan ketagihan untuk mencoba lagi dan lagi, penasaran ingin menerbangkan si burung lebih jauh dan mendapat skor lebih tinggi.

Flappy Bird pun menjadi contoh, betapa selera pasar sebenarnya tak bisa ditebak. Seperti yang pernah diucaptkan oleh screenwriter dan novelis William Goldman bahwa orang-orang Hollywood sebenarnya "tak tahu apa-apa".

Tanpa tingkatan level, grafis "wah", cerita, mekanisme achievement, ataupun dukungan promosi berdana besar, Flappy Bird menggelontorkan Rp 600 miliar ke kantong pembuatnya. Kesuksesan tersebut mengejutkan semua orang, bahkan Dong Nguyen sendiri.

Tetapi apakah formula gameplay Flappy Bird yang adiktif dan menjadi kunci popularitasnya adalah benar ciptaan Nguyen? Boleh jadi memang demikian, tapi ada pula kemungkinan sebaliknya. Flappy Bird bukan game pertama yang mengetengahkan seekor burung terbang melintasi halang rintang.
@kek_zanorg Perbandingan game Piou Piou (kiri) dengan Flappy Bird
Dulu, pernah muncul game mobile berjudul Piou Piou yang dirilis pada 2011. Kecuali gaya tampilan grafis, Flappy bird pada dasarnya mengusung konsep yang serupa dengan game ini. Pembuatnya pun merasa curiga dan mengunggah sebuah tweet berisi perbandingan kedua game, seperti bisa dilihat di atas.

Lalu, apakah Nguyen mengambil inspirasi untuk Flappy Bird dari Super Mario Bros dan Piou Piou? Dia mengatakan bahwa masalah hukum bukanlah penyebab ditariknya Flappy Bird dari peredaran.

Ketika ditanya soal dugaan pelanggaran hak cipta lewat Twitter, Nguyen memberi jawaban yang mengundang rasa penasaran. "Ah, saya tak mencuri sesuatu apa pun secara langsung. Melakukan itu adalah sebuah seni tersendiri," ujarnya singkat.

Strategi

Hingga beberapa jam sebelum penarikannya, Flappy Bird masih bercokol di posisi teratas tangga unduhan terbanyak toko aplikasi iTunes App Store dan Google Play. Game ini sudah diunduh lebih dari 50 juta kali.

Kalau bukan karena menghindari jerat hukum, lalu apa yang menjadi motivasi Nguyen mencabut game Flappy Bird di tengah-tengah kejayaannya?

Pengumuman Nguyen mengundang reaksi di internet, banyak di antaranya mengungkapkan kebingungan. "Bayangkan (Mark) Zuckerberg meninggalkan Facebook hanya karena membuat hidupnya sulit," bunyi tweet seorang pengguna Twitter yang dikutip USA Today.

Bloger Robert Scoble berspekulasi keputusan tersebut tak lain merupakan strategi marketing yang coba diterapkan oleh Nguyen. Dengan penghasilan ratusan juta rupiah per hari dari iklan, dalam waktu hanya satu minggu, developer asal Vietnam itu disebut Scoble sudah mengumpulkan cukup uang untuk hidup selama beberapa tahun tanpa bekerja.

Nah, dengan mengumumkan rencana menyetop Flappy Bird, Nguyen bisa mendorong angka download game tersebut lebih jauh lagi. Ini karena pengguna yang belum memainkan (atau ingin meng-install ulang) Flappy Bird akan buru-buru mengunduhnya sebelum lenyap.

Pengumuman itu juga berpotensi menghasilkan efek tersendiri untuk game berikutnya dari Nguyen. "Kehebohan yang ditimbulkan… akan sangat luar biasa… semua orang akan membeli game (selanjutnya) itu, karena takut dia (Nguyen) akan menghapusnya juga, sehingga membuat dia lebih kaya raya," tulis Scoble.

Di luar dugaan-dugaan tersebut, tentu, tetap ada kemungkinan bahwa Nguyen hanya merasa tak nyaman dengan ketenaran yang tiba-tiba dijatuhkan di atas kepalanya oleh Flappy Bird.


.
.

Read More

Game "Flappy Bird" Menghilang ?

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Game Flappy Bird memang meraih sukses besar dan berhasil menjadi pembicaraan di media massa dan media sosial. Di tengah sukses tersebut, si pembuat Flappy Bird, Dong Nguyen, memutuskan untuk mencabut game tersebut dari toko aplikasi Apple App Store dan Google Play Store.

Dari pantauan KompasTekno pada Senin pagi (10/2/2014), jam 08.00 WIB, Flappy Bird sudah hilang dari toko aplikasi perangkat iOS dan Android.

Berarti, Flappy Bird sudah tidak bisa lagi diunduh oleh pengguna baru. Sementara pengguna yang telah memasang game ini di perangkatnya, tetap bisa memainkan seperti biasa.

Nguyen memang telah mengumumkan akan mencabut game yang sederhana, adiktif, dan memancing emosi itu. Ia mengkonfirmasi bahwa keputusan itu tidak ada hubungannya dengan masalah hukum, ia juga mengatakan tidak mau menjual Flappy Bird.

Ini semata dilakukan Nguyen karena popularitas Flappy Bird telah merusak "hidupnya yang sederhana."

Potensi terjerat hukum

Di tengah sukses Flappy Bird, game ini berpotensi terjerat masalah hukum. Forbes mencatat Flappy Bird memiliki beberapa kesamaan visual dengan game Super Mario Bros dari Nintendo.

Kesamaan yang dimaksud misalnya bentuk pipa hijau yang sangat mirip dengan benda serupa di game Mario, juga desain karakter burung serupa ikan terbang bernama "cheep-cheep" yang muncul di seri ketiga game buatan Nintendo tersebut. Latar belakang dan gaya grafis ala konsol game 8-bit jadul seakan melengkapi kemiripan yang ada.

Bahkan, suara yang muncul ketika burung melewati celah pipa juga mirip dengan suara ketika tokoh Mario mendapatkan koin.

Selain itu, Flappy Bird kerap dikaitkan meniru game berjudul Piou Piou yang dirilis pada 2011 karena memiliki konsep serupa dari sisi cara memainkan, karakter si burung, serta blok hijau yang menjadi rintangan.


@kek_zanorg Perbandingan game Piou Piou (kiri) dengan Flappy Bird
Nguyen berpendapat, potensi masalah hukum bukanlah penyebab ditariknya Flappy Bird dari peredaran. Ketika ditanya soal dugaan pelanggaran hak cipta lewat Twitter, Nguyen memberi jawaban yang mengundang rasa penasaran. "Ah, saya tak mencuri sesuatu apapun secara langsung. Melakukan itu adalah sebuah seni tersendiri," ujarnya singkat.

Hingga beberapa jam sebelum penarikan, Flappy Bird masih bercokol di posisi teratas tangga aplikasi gratis terpopuler untuk perangkat iOS dan Android. Game ini sudah diunduh lebih dari 50 juta kali dan menghasilkan uang Rp 600 juta per hari untuk Nguyen.

Flappy Bird dikembangkan sendiri oleh Nguyen (29 tahun), yang berasal dari Hanoi, Vietnam. Game ini dirilis pada Mei 2013. Jumlah unduhannya mulai naik pada November 2013, lalu mendadak populer pada awal 2014.

Nguyen merilis Flappy Bird di bawah nama .Gears Studios. Namun, ini bukanlah nama sebuah perusahaan. Nguyen bekerja seorang diri mengembangkan Flappy Bird dan game lainnya seperti Super Ball Juggling, dan Shuriken Block.

Di masa depan, Dong berencana memberi pembaruan fitur dan menutup kekurangan pada game buatannya. Ia juga akan merilis game HTML5 terbaru dengan judul Smashing Kitty, yang menawarkan karakter kucing serta cara bermain yang beda.


.
.

Read More

6 Tips Melindungi Perangkat Android dari Program Jahat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Tingkat adopsi perangkat mobile terus meningkat, dan Android memimpin sebagai sistem operasi mobile paling laris. Basis pengguna yang besar ini menarik perhatian penjahat siber untuk melakukan aksi pencurian data dengan menyisipkan program jahat (malware) dalam sebuah aplikasi digital.

Bukan tidak mungkin para penjahat siber dapat melakukan pencegatan pesan, memonitor panggilan telepon, mencuri informasi pribadi, bahkan menyadap mikrofon ponsel Anda.

Ponsel atau tablet saat ini telah seperti komputer pribadi, tempat di mana pengguna menyimpan data-data yang sifatnya pribadi. Untuk melindungi data-data tersebut, ada baiknya Anda mengambil langkah untuk menghindarinya. Berikut tipsnya:

Unduh dari toko aplikasi resmi

Sangat penting mengunduh aplikasi Android yang bersumber dari toko aplikasi resmi dan punya kredibilitas dalam hal keamanan, seperti Google Play Store, Amazon, Samsung atau dari toko aplikasi yang disediakan perusahaan operator telekomunikasi.

Tim pengelola toko aplikasi tersebut diharapkan telah melakukan evaluasi atas setiap aplikasi yang mereka publikasi. Jika ditemukan ada program jahat dalam aplikasi, mereka akan meminta pengembang untuk menghilangkannya atau bahkan tidak memberi izin publikasi.

Aplikasi mencurigakan

Meski ada di toko aplikasi resmi, namun Anda harus tetap waspada karena terkadang ada aplikasi gadungan yang seakan terlihat seperti aplikasi asli.

Contohnya adalah aplikasi yang mengatasnamakan BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android yang muncul di Google Play Store pada September 2013. Aplikasi tersebut dipastikan palsu, dan anehnya, sebanyak 100 ribu orang terkecoh karena telah mengunduhnya. Aplikasi itu tak lebih dari sebuah layanan spamming.

Ini membuktikan bahwa perusahaan sekelas Google pun, kurang memberi perhatian atas aplikasi yang dipublikasi di Play Store. Aplikasi gadungan di Play Store sempat memiliki jumlah cukup banyak, bukan hanya satu atau dua buah.

Jika Anda menemukan sebuah aplikasi yang mencurigakan, seperti BBM gadungan di atas, sebenarnya ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasinya. Lihatkan nama perusahaan/pengembang/penerbit yang merilisnya. Aplikasi BBM sudah pasti dirilis oleh BlackBerry Limited, sebagai pemegang merek BlackBerry dan BlackBerry Messenger.

Selain itu, sebaiknya Anda juga membaca ulasan atas aplikasi yang dinilai mencurigakan. Jika semua ulasan memuji-muji secara berlebihan, atau struktur bahasanya kurang lebih sama, Anda patut curiga padanya. Karena, bisa jadi itu adalah tipuan belaka dari penjahat siber.

Hindari aplikasi bajakan

Ahli keamanan Bogdan Botezatu, dari BitDefender, memperingatkan bahaya yang ditimbulkan dari sebuah aplikasi bajakan dari sumber atau toko aplikasi yang tidak jelas.

Menurut Botezatu, para penjahat siber mampu mengambil paket aplikasi Android yang sah (dengan format .APK), lalu menyusupi program jahat dalam aplikasi tersebut dengan proses yang relatif sederhana.

Kebanyakan aplikasi bajakan, atau yang didapat dari sumber yang tidak jelas, mengandung beberapa bentuk program jahat. Selain itu, pembajakan juga merupakan bentuk tidak menghormati hak cipta pembuat aplikasi.

Pengaturan

Google sebenarnya telah menyediakan sejumlah pengaturan pada sistem operasi Android untuk mencegah serangan berbahaya. Android versi 2.2 (Froyo) dan versi di atasnya, pada dasarnya telah menyediakan fasilitas untuk memindai program jahat.

Ketika Anda mengunduh dan memasang aplikasi dari sumber tidak resmi, Android memberi peringatan atas setiap potensi ancaman. Bagi perangkat Android yang menjalankan sistem operasi versi 4.1 atau lebih tinggi, dapat mengakses fitur tersebut dengan masuk ke Settings / Security / Verify apps.

Selain itu, perangkat yang menjalankan Android versi 4.2 atau lebih tinggi juga dilindungi dari biaya SMS premium. Akan muncul pemberitahuan jika ada sebuah aplikasi yang mencoba untuk mengirim pesan teks menggunakan layanan premium, di mana Anda dapat menentukan apakah akan menyetujui atau menolaknya. Fitur ini sudah ada di sistem operasi Android dan tidak perlu diaktifkan.

Software updates

Jika tersedia pembaruan perangkat lunak (software) pada ponsel Anda, pastikan lah mengunduh dan memasangnya. Google atau vendor akan terus mendorong pembaruan perangkat lunak Android untuk memperbaiki celah, meningkatkan performa, dan menambah fitur baru agar membuat perangkat lebih aman.

Untuk memeriksa pembaruan perangkat lunak ini, Anda masuk ke Settings / About phone atau About tablet / System Updates.

Aplikasi antivirus

Google Play Store juga merupakan rumah bagi ratusan aplikasi antivirus yang menawarkan tambahan lapisan keamanan. Jika mencari dengan kata "antivirus" di Play Store, Anda akan menemukan lebih dari 250 aplikasi.

Perusahaan seperti Avast, AVG, BitDefender, Kaspersky, Sophos, Symantec (Norton), dan TrendMicro, merupakan perusahaan dan merek terpercaya di industri serta punya pengalaman panjang untuk urusan perangkat lunak antivirus.

Selain itu, pendatang baru Lookout dan TrustGo juga berhasil membangun nama mereka sebagai aplikasi antivirus untuk Android. Lembaga keamanan AV-Test pada awal 2013 menempatkan Lookout dan TrustGo sebagai aplikasi antivirus yang baik untuk Android.

Sumber: CNET
Editor: Wicak Hidayat Kompas.com

.
.

Read More

10 Perilaku Berbahaya dengan Smartphone

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Smartphone pada masa kini sudah menempel dengan penggunanya. Setiap aktivitas keseharian juga makin banyak melibatkan smartphone, seperti messaging, cek e-mail, berita, cuaca, lalu lintas, dan sebagainya.

Dengan intensitas penggunaan yang tinggi, pernahkah kita berpikir telah menggunakan smartphone dengan cara yang aman? Baik menghadapi ancaman dari bahaya di dunia nyata maupun maya.

Sebuah firma asuransi, Protect Your Bubble, seperti dikutip dari Phone Arena (Minggu, 2/2/2014), merilis daftar 10 kegiatan yang melibatkan smartphone yang berisiko bagi penggunanya. Apa saja kegiatan tersebut?

1. Tidak menggunakan "password"
Riset yang dilakukan Protect Your Bubble menunjukkan bahwa 62 persen pengguna smartphone tidak memproteksi perangkatnya dengan password. Bahkan, 33 persen pengguna smartphone rentan terhadap pencurian data.

2. "Auto sign-in"
Kesalahan kedua yang berisiko adalah dengan mengaktifkan fitur sign-in secara otomatis terhadap akun-akun penting, seperti perbankan. Selain itu, menyimpan password dalam smartphone juga banyak dilakukan pengguna, sekitar 32 persen.

3. Foto "syuuur"
Sebanyak 20 persen pengguna usia remaja ternyata mengirim foto mereka yang tanpa busana melalui pesan messaging atau mengunggahnya ke internet. Adapun 17 persen dari penerima foto syur tersebut biasanya meneruskan foto yang diterimanya ke orang lain.

4. "E-mail" jebakan
Pencurian data juga bisa terjadi jika seseorang mengeklik tautan link yang disertakan dalam e-mail, tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Penipuan ini terjadi sebesar 4 persen. Sementara di luar sana terdapat 156 juta e-mail phising yang dikirim tiap harinya.

5. "Posting" foto saat liburan
Dari riset yang dilakukan oleh Protect Your Bubble, 75 persen pencuri yang tertangkap mengaku bahwa pencuri lain memanfaatkan media sosial untuk mengincar targetnya.

6. "Posting" foto dengan fitur "geotagging" aktif
Kebanyakan pengguna tidak mematikan fitur geolocation atau geotagging saat mengunggah foto ke internet. Saat ini terdapat sekitar 500 juta foto yang diunggah ke media sosial tiap harinya.

7. Membagi data pribadi dengan penipu
Pencurian data juga dilakukan dengan cara penipu yang menelepon dengan mengatasnamakan dari pihak tertentu, seperti bank. Penipuan dengan modus seperti ini terjadi sebanyak 27 persen menurut data Protect Your Bubble.

8. Tidak memasang "casing"
Sekitar 25 persen pengguna tidak menggunakan casing untuk smartphone mereka. Casing berguna untuk melindungi smartphone dari benturan, goresan, atau terhadap cuaca.

9. Terhubung dengan jaringan yang rawan
Berdasarkan hasil survei, sekitar 52 persen pengguna smartphone terhubung dengan jaringan WiFi yang terbuka, atau tidak aman. Hal ini meningkatkan risiko pencurian data.

10. Tidak menggunakan asuransi
Protect Your Bubble mengungkap bahwa sekitar 60 persen pemilik smartphone tidak mengasuransikan perangkat mereka. Di luar negeri, asuransi smartphone biasanya ditawarkan saat pengguna melakukan pembelian.


.
.

Read More

"Flappy Bird" Dituduh Curang, Penggemar Beri Bukti

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Pesatnya perkembangan game Flappy Bird yang kini menjadi fenomena di jejaring sosial menuai kontroversi. Pasalnya kepopulerannya di toko aplikasi diduga dibantu oleh bot.

Carter Thomas, seorang pengembang aplikasi iOS dan ahli dalam hal pemasaran aplikasi, melihat perkembangan peringkat game Flappy Bird dan game buatan Don Nguyen lainnya, Super Ball Juggling, dan Shuriken Block.

Menurutnya, ketiganya memiliki lonjakan grafik yang tidak masuk akal. Ulasan Thomas ini bisa dibaca di tautan berikut ini.

Bagaimana mungkin sebuah game yang diluncurkan pada bulan Juni 2013 bisa langsung populer hanya dalam 6 bulan. Thomas membandingkan Flappy Bird dengan game-game buatan Nguyen lainnya, yang memiliki pola peningkatan grafis yang mirip, melonjak tajam.

Loncatan kepopuleran game buatan Nguyen tersebut memiliki pola yang berbeda dibanding game-game lain di dalam toko aplikasi, baik Google Play Store atau Apple App Store.

Selain itu, setelah memeriksa review-review yang ditulis dalam toko aplikasi tersebut, Thomas menemukan banyak pengulangan kata, seperti :glitch," "Pipe," dan "Addicting." Kata-kata tersebut digunakan di banyak review.

Dilansir Gameranx, Selasa (4/2/2014), Nguyen sendiri tidak ingin mempersoalkan hal tersebut lebih jauh. Tanggapan resminya adalah dirinya menghormati opini yang dibuat semua orang tentang game-nya dan tidak ingin berkomentar tentang artikel tersebut.

Namun, artikel Thomas tersebut disanggah oleh beberapa pembaca di kolom komentar dengan memberikan buktinya. Menurut mereka, kepopuleran Flappy Bird dibantu oleh media sosial, salah satunya adalah review yang dilakukan oleh user ID PewDiePie di situs berbagi video, YouTube.

PewDiePie adalah kanal YouTube yang berisi video-video momen dirinya bermain game. Saat ini kanal YouTube milik pria yang berasal dari Swedia tersebut memiliki lebih dari 21 juta subscribers.

Dari review YouTube tersebutlah orang mulai mengetahui apa itu Flappy Bird, video itu pun beredar viral yang diikuti dengan screenshot-screenshot skor game Flappy Bird di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan Path yang membuat orang penasaran dan mencoba.

Sementara mengenai game-game buatan Nguyen lainnya, banyak komentar yang mengatakan bahwa setelah bermain Flappy Bird, pengguna juga ingin mencoba game lain yang dibuat oleh developer yang sama. Itulah alasan mengapa game buatan Nguyen selain Flappy Bird juga terdongkrak popularitasnya.


.
.

Read More

Game "Flappy Bird" Bisa Dimainkan di PC

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - ika Anda merasa kurang puas memainkan game Flappy Bird dari ponsel pintar atau tablet, Anda bisa memainkannya di perangkat dengan ukuran layar yang lebih besar, yaitu komputer pribadi (personal computer/PC).

Ya, game Flappy Bird kini bisa diakses melalui situs web, sehingga Anda dapat memainkannya dari PC. Anda harus mengunjungi situs web di tautan ini untuk memainkan game yang menjengkelkan karena kesulitannya, namun sangat membuat penasaran itu.

Selain itu, Anda juga dapat memainkan Flappy Bird dari situs jejaring sosial Facebook melalui tautan berikut ini.

Tidak diketahui siapa yang membuat Flappy Bird tersedia di situs web dan Facebook. Karena, pembuat Flappy Bird yang bernama Nguyen Ha Dong, hanya mengembangkan game ini di perangkat mobile.

Selain di Android dan iOS, Nguyen juga berjanji akan meluncurkan Flappy Bird di platform Windows Phone dalam waktu dekat.

Nguyen, saat ini berusia 29 tahun dan berasal dari Hanoi, Vietnam. Flappy Bird sebenarnya telah diluncurkan sejak Mei 2013. Pada November 2013, unduhan Flappy Bird meningkat pesat di toko aplikasi Apple App Store dan Google Play Store.

Dong mengklaim, game gratis ini sekarang diunduh sebanyak 2 sampai 3 juta kali per hari dari perangkat Android dan iOS.

Nguyen merilis Flappy Bird di bawah nama .Gears Studios. Namun, ini bukanlah nama sebuah perusahaan. Nguyen bekerja seorang diri mengembangkan Flappy Bird dan game lainnya seperti Super Ball Juggling, dan Shuriken Block.

Di masa depan, Dong berencana memberi pembaruan fitur dan menutup kekurangan pada game buatannya. Ia juga akan merilis game HTML5 terbaru dengan judul Smashing Kitty, yang menawarkan karakter kucing serta cara bermain yang beda.




.
.

Read More

Google Kini Bayar Langsung Aplikasi Android Buatan Indonesia

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Google mengubah kebijakan penjualan aplikasi Android di Indonesia. Selain menampilkan harga aplikasi dengan mata uang rupiah, sekarang pengembang asal Indonesia juga bisa merilis aplikasi Android berbayar di Google Play Store.

Mulai Jumat (7/2/2014), Google sudah mau mentransfer uang hasil penjualan aplikasi Android berbayar ke rekening bank di Indonesia. Ini sangat memudahkan pengembang Indonesia dalam menjual aplikasi berbayar karena mereka tak perlu lagi berurusan dengan perantara dari negara lain.

Cukup dengan membuka rekening bank di Indonesia, dan mendaftarkannya di Play Store, maka pengembang dapat menerima transfer uang hasil penjualan aplikasi dari Google.

Pengguna Android di Indonesia sendiri mulai hari ini sudah bisa membeli aplikasi di Play Store dengan harga mulai Rp 12.000.

CEO pengembang game TouchTen, Anton Soeharyo, menyambut perubahan kebijakan yang sangat memudahkan pengembang asal Indonesia ini. "Ini perubahan yang bagus, dan kami jadi semangat untuk membuat game di Android. Kami bisa langsung tarik uang hasil penjualan dari bank di Indonesia," kata Anton saat dihubungi KompasTekno.

Sebelumnya, Google tidak mau mentransfer uang hasil penjualan aplikasi Android ke rekening bank di Indonesia. Hal ini membuat pengembang Indonesia hanya dapat melakukan registrasi dan memublikasikan aplikasi gratis di Play Store.

Sementara itu, jika ingin memublikasi aplikasi atau game berbayar, pengembang aplikasi lokal biasanya menjalin kemitraan dengan publisher aplikasi atau game dari Singapura, Hongkong, atau Amerika Serikat.

Jika menjalin kemitraan dengan publisher di luar negeri, biasanya mereka memotong keuntungan pengembang. CEO perusahaan pengembang aplikasi DyCode asal Bandung, Andri Yadi mengatakan, publisher biasanya meminta biaya sekitar 10 persen dari total 70 persen yang diterima pengembang atas aplikasi Android berbayar yang mereka jual.

"Kalau dulu untung kita jadi berkurang, jadi hanya dapat 60 persen dari hasil penjualan. Tapi sekarang developer di Indonesia sudah bisa dapat untung 70 persen, dan 30 persennya untuk Google," kata Andri.

Meski sekarang pengembang aplikasi di Indonesia sudah bisa berjualan langsung di Play Store, mereka masih harus dihadapkan pada masalah klasik dalam ekosistem Android, yaitu pembajakan aplikasi. Dalam kasus ini, dibutuhkan kesadaran pengguna untuk lebih menghargai karya dan kreativitas para pengembang.

Potong pulsa

Pengembang aplikasi dan game di Indonesia sebenarnya punya harapan besar agar Google mau menerima pembayaran dengan metode potong pulsa, lantaran jumlah pengguna kartu kredit di Indonesia tidak mengalami pertumbuhan signifikan. Sementara itu, untuk membeli aplikasi, pengguna ponsel pintar atau tablet di Indonesia lebih familiar dengan metode potong pulsa.

"Di Jepang dan Korea Selatan, Google sudah membuka metode pembayaran potong pulsa untuk pembelian aplikasi Android. Ini salah satu alasan kenapa pengembang di sana kaya, dan ekosistemnya tumbuh pesat," ujar Anton.

Beberapa perusahaan operator seluler di Indonesia sudah berusaha melobi Google agar mau membuka metode potong pulsa. Namun, hingga kini Google belum merealisasikan hal itu.

Toko aplikasi online Windows Phone, Nokia Store, dan BlackBerry World sudah lama membuka metode potong pulsa hasil kerja sama dengan perusahaan operator seluler. Hal ini sangat memudahkan pengembang untuk mendapatkan uang dari aplikasi mereka.


.
.

Read More

Inilah Alasan Mengapa Game "Flappy Bird" Mendadak Populer

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Game Flappy Bird sudah dirilis sejak Mei 2013 untuk perangkat berbasis iOS dan Android. Game ini mendadak populer dan ramai dibicarakan di media sosial pada awal 2014, bahkan media massa sekelas Time dan Forbes pun turut mengulas permainan ini.

Flappy Bird dibuat oleh Nguyen Ha Dong, berusia 29 tahun, asal Hanoi, Vietnam. Ia meluncurkan game Flappy Bird pada Mei 2013 di bawah bendera dotGears Studio, meskipun itu bukanlah nama sebuah perusahaan, dan hanya Dong sendirilah yang berada di Gears Studio.

Seseorang menanyakan kepadanya tentang popularitas Flappy Bird yang mendadak naik daun. Apakah ini benar-benar alami?

Dong sendiri tidak tahu mengapa game buatannya bisa begitu populer. "Sulit untuk percaya. Saya tidak memiliki sumber daya untuk melakukan hal lain selain mengunggah permainan ini (ke Apple App Store dan Google Play Store)," kata Dong.

Dia juga mengatakan bahwa akun yang mengatasnamakan Flappy Bird di media sosial Twitter, Facebook, dan Instagram, bukan dimiliki oleh dirinya sendiri.

"Popularitas bisa menjadi keberuntungan saya," ucap Dong dalam wawancara dengan Chocolate Lab Apps.

Chocolate Labs Apps berpendapat, salah satu alasan naik daunnya Flappy Bird adalah ulasan yang ditulis para pengguna di toko aplikasi Android dan iOS, serta ramainya perbincangan di Twitter yang menggunakan tanda pagar #FlappyBird.

Pengguna berlomba-lomba membuat ulasan tentang Flappy Bird dengan nuansa konyol dan deskripsi bagaimana frustrasinya mereka memainkan game tersebut.

Bahkan, bermunculan pula gambar olahan bernuansa lucu (meme) yang menggambarkan tentang bagaimana mereka kecanduan game yang membuat emosi ini.


Gambar olahan bernuansa lucu (meme) yang menggambarkan ekspresi memainkan Flappy Bird
Menurut Dong, sebagian besar pengguna game Flappy Bird adalah anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Ia mengucapkan terima kasih kepada mereka yang berbagi pengalaman memainkan Flappy Bird.

Dalam game ini, pengguna dapat membagikan skor mereka lewat pesan singkat (SMS), pesan elektronik (e-mail), serta media sosial Facebook dan Twitter. Bagi pemain, mendapatkan skor yang tinggi bisa jadi merupakan kebanggan tersendiri karena Flappy Bird merupakan salah satu game tersulit.

Cara memainkan

Karakter utama game dengan nuansa grafis 8-bit ini adalah seekor burung. Cara memainkan Flappy Bird cukup dengan mengetuk jari ke layar untuk membuat si burung terbang, dan burung itu diharuskan melewati pipa-pipa berwarna hijau. Tidak ada tantangan atau cerita lain!

Pemain akan mendapat skor 1 (satu) jika berhasil melewati satu pipa.

Di sinilah tantangan memainkan Flappy Bird. Membuat si burung melewati pipa adalah hal yang sangat sulit. Jika waktu Anda mengetuk layar tidak tepat, maka si burung terbang dan akhirnya menabrak pipa. Dan, Anda harus mengulang game ini dari awal.

Rasa penasaran semakin menjadi ketika melihat skor. Setelah bermain berkali-kali, dan gagal terus, ternyata skor terbaik yang Anda dapat hanya lima (5). Anda tidak akan tinggal diam melihatnya, ada dorongan kuat untuk mencoba lagi, tidak mungkin menolak tombol "OK" dan "Start."


.
.

Read More

Kelebihan dan Kekurangan iPhone 5S

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Perangkat iPhone 5S sudah resmi masuk Indonesia. Mari menyimak kembali beberapa kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan

Perangkat ini datang dengan berbagai kelebihan baru dibandingkan dengan iPhone generasi sebelumnya, yaitu dari segi kamera dan juga prosesor.

1. Prosesor 64-bit. iPhone 5S disebut menjadi smartphone pertama di dunia yang dilengkapi prosesor 64 bit dalam bentuk chip Apple A7. Apple mengklaim bahwa prosesor ini memiliki kinerja olah data dan grafis dua kali lebih kencang dibandingkan pendahulunya, Apple A6 pada iPhone 5.

Apple turut menyiapkan sistem operasi iOS 7 berikut aplikasi-aplikasi yang mampu memanfaatkan arsitektur 64-bit dari iPhone 5S. Ponsel ini juga mampu menjalankan judul-judul software 32-bit yang didesain untuk pendahulunya.

2. Prosesor pendamping untuk memantau sensor gerak. Di samping prosesor utama A7, Apple juga turut membenamkan prosesor pendamping bernama M7. Tugasnya adalah secara khusus menangani input dari berbagai macam sensor di iPhone tersebut, termasuk accelerometer, gyroscope, dan kompas.

Prosor pendamping ini mengurangi beban pemrosesan dari prosesor utama dan membuka kemungkinan pemanfaatan oleh aplikasi-aplikasi navigasi dan kesehatan, misalnya Nike+ Move.

3. Kamera "iSight" baru. Unit kamera pada iPhone 5S memiliki sensor yang ukurannya 15 persen lebih besar dibandingkan pendahulunya. Sensor yang lebih besar ini turut memperbesar ukuran tiap-tiap fotodioda (pixel) yang pada gilirannya meningkatkan kualitas foto yang dihasilkan.

Konsep ini mirip dengan teknologi "Ultrapixel" dari HTC. Tetapi, Apple tidak memangkas ataupun meningkatkan resolusi kamera, tetapi tetap mempertahankan angkanya di 8 megapixel.

Kelengkapan lain yang tak kalah menarik adalah lampu flash dengan dua warna yang secara otomatis mampu menyesuaikan keluaran white balance dari flash sehingga selaras dengan kondisi cahaya lingkungan.

Selain itu, ada juga kemampuan merekam video slow-motion dengan frame rate 120 FPS pada resolusi 1280 x 720.

4. Pemindai sidik jari. Fitur yang satu ini berkaitan dengan keamanan. iPhone 5S mampu memanfaatkan sidik jari pengguna sebagai pengganti password untuk melakukan login, termasuk dalam membuka kunci lockscreen pada iPhone.

Layanan-layanan Apple seperti iTunes juga mendukung otentifikasi pengguna melalui pemindaian sidik jari.

Sensor sidik jari pada iPhone 5S terintegrasi pada tombol "Home" di bagian muka. Kini tombol ini dibuat dari bahan safir yang anti-gores dan mampu memindai sidik jari pengguna dari berbagai arah.

Kekurangan

Setelah mengetahui kelebihan dari perangkat tersebut, ada baiknya KompasTekno membahas kekurangan dari iPhone 5S. Berikut 5 kelemahan iPhone 5S, seperti dikutip dari Cnet.

1. Ukuran layar yang tidak berubah

Di saat kompetitor sedang berlomba-lomba untuk menghadirkan ponsel pintar dengan bentang layar sebesar mungkin, Apple tidak bergeming dengan ukuran yang ada sekarang.

Ukuran layar iPhone 5S tidak berubah dari iPhone 5S, yaitu sama-sama 4 inci. Ukuran tersebut hanya setengah inci lebih besar dibandingkan iPhone 4S.

2. Prosesor yang lebih cepat

Ya, dengan prosesor yang lebih cepat tentunya akan membuat iPhone 5S lebih bertenaga. Namun, hal tersebut ternyata hanya berperan besar agar aplikasi dan game berjalan lebih mulus.

Bagaimana dengan operasional perangkat lainnya? Sayangnya, untuk sebagian besar kegiatan operasional perangkat, prosesor tidak berperan banyak.

Selain itu, karena tenaga perangkat yang semakin besar dan berlipat gandanya transistor di prosesor, tentunya akan mengonsumsi daya baterai yang lebih besar.

3. Tidak ada peningkatan daya tahan baterai

Mungkin, sebagian besar orang tidak butuh prosesor yang lebih cepat, asalkan kegiatan operasional sehari-hari sudah terpenuhi. Yang banyak dibutuhkan oleh konsumen saat ini adalah kapasitas baterai yang lebih besar. Sayangnya, hal tersebut tidak diakomodir Apple di iPhone terbarunya.

4. Tidak ada model dengan kapasitas yang lebih besar

iPhone 5S saat ini hanya hadir dalam kapasitas 16, 32, dan 64 GB. Sayangnya, ia tidak dipersenjatai dengan kapasitas yang lebih besar dari itu, seperti 128 GB.

Saat ini, banyak pengguna yang menyimpan musik, foto, dan berbagai dokumen lainnya di perangkat ponsel pintar. Sangat dibutuhkan perangkat yang memiliki kapasitas yang besar.

Padahal, sudah banyak ponsel berbasis Android yang telah dilengkapi dengan dukungan terhadap kartu microSD berkapasitas hingga 64 GB.

5. Tidak terlalu banyak inovasi baru

Fitur pemindai sidik jari di iPhone 5S memang mendapatkan perhatian yang besar dari konsumen. Hal tersebut terjadi karena ini merupakan inovasi yang dianggap baik.

Sayangnya, inovasi tersebut hanya datang dari sisi fitur tersebut saja. Belum ada inovasi lain yang benar-benar membuat para konsumen merasa kagum, seperti pada saat iPhone untuk pertama kalinya diluncurkan.


.
.

Read More

Pemprov DKI Gandeng Google untuk Mengurai Problema Jakarta

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
13910122211154867239
MonZaeMon 69 - Banjir tahun 2014 ini benar-benar merupakan ujian besar bagi kepemimpinan Jokowi-Ahok. Janji keduanya saat kampanye bahwa mereka sanggup menuntaskan problem akut Jakarta mendapatkan tantangan besar untuk pembuktiannya.

Tetapi bila dipikir secara logika, memang tidak mungkin problem Jakarta seperti banjir dan macet bisa diatasi dalam waktu singkat. Terlebih problem ini sudah mengurat akar dan melibatkan banyak faktor didalamnya yang membuatnya menjadi sangat kompleks. Memang terkesan mencari excuse.

Segala upaya sudah dikerahkan dimana dalam satu tahun memerintah, Jokowi-Ahok sudah bekerja keras untuk menormalisasi aliran sungai, waduk, drainase dan sejenisnya. Tetapi sekali lagi, satu tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk dapat mengurai permasalahan yang sudah akut tersebut.

Belum lagi faktor rendahnya kesadaran warga terhadap disiplin menjaga lingkungan atau mentaati peraturan. Kebanyakan warga DKI hanya suka berteriak saat haknya terganggu, tetapi sangat sulit untuk memenuhi kewajiban sebagai warga yang taat peraturan baik dalam hal membuang sampah atau berlalu lintas di jalan.

Warga DKI yang padat dan terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, ekonomi atau budaya tentu menjadi variabel lain yang berkontribusi terhadapa sulitnya mengatur mereka. Ditambah lagi, sikap individualistik atau juga etnik sentris yang tinggi, membuat sipapun yang memimpin Jakarta tidak boleh bersikap lunak, apalagi mudah berkompromi terhadap penyimpangan.

Kita sangat mudah menyaksikan bagaimana warga membuang sampah secara sembarangan dan menganggap hal ini sebagai suatu kewajaran. Sungai menjadi tempat sampah raksasa dan jalan raya berubah menjadi ruang tempat mengekspresikan kegagahan. Bagi orang waras, perilaku seperti itu adalah sesuatu yang memalukan; tetapi bagi warga, hal-hal yang menyimpang telah menyatu dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Namun demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak pernah lelah untuk bekerja demi mengatasi “kerusakan” Jakarta yang sudah akut dan memperbaiki perilaku warganya yang “tidak tahu diri”.

Selain memasang CCTV di berbagai sudut kota, Pemprov DKI akan melakukan kerja sama dengan Google sebagai upaya mempercepat monitoring lapangan. Dalam kerjasama ini, Pemprov akan menggunakan perangkat lunak (software) yang fungsinya untuk mempermudah pengaduan warga. Dengan memanfaatkan peta geospasial Google, setiap pengaduan warga akan langsung terdeteksi lokasi dan gambarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bahwa sistem ini akan membantu karena setiap pengaduan dapat dilakukan melalui media sosial seperti twitter dan sejenisnya dan secara langsung titik masalah seperti macet, sampah, jalan rusak, tanggul jebol dan lain-lain dapat diketahui dengan cepat di mana lokasinya.

Penggunaan teknologi geospasial juga memungkinkan pemprov DKI untuk melakukan pemetaan data terhadap pengelolaan sampah di Jakarta. Bahkan pengawasan kinerja aparat dapat dilakukan melalui pemetaan geospasial.

Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya; betapapun akutnya permasalahan Jakarta pasti akan bisa terselesaikan juga. Selain butuh keseriusan pemprov DKI untuk mengatasinya, peran warga sangat penting untuk membuat Jakarta bebas banjir, rapi dan tertata. Kompas.com

.
.

Read More

Awas, Ponsel Android "Ketularan" Virus dari PC

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
MonZaeMon 69 - Malware atau program jahat yang mengincar perangkat Android biasanya memanfaatkan social engineering dan aplikasi palsu untuk menyebarkan diri.

Akan tetapi, belakangan muncul sebuah trojan yang menginfeksi PC dan bisa "menulari" gadget Android yang terhubung ke PC tersebut. Hal ini terbilang unik karena belum pernah dijumpai sebelumnya.

Keberadaan program jahat yang dinamai Trojan.Droidpak tersebut diungkapkan oleh laporan firma keamanan Symantec.

"Sebelumnya kami pernah menjumpai malware Android yang menyasar sistem Windows… dengan menyisipkan file autorun.inf di micro-SD," ujar peneliti Symantec Flora Liu, sebagaimana dikutip oleh PC World.

"Tapi kali ini kami menjumpai hal sebaliknya, yaitu malware Windows yang berusaha menginfeksi perangkat Android," lanjut Liu.

Trojan.Droidpak pertama-tama bersarang di PC Windows dengan menciptakan file DLL dan me-register service baru agar tetap aktif di memori biarpun komputer mengalami re-boot. Ia kemudian mengunduh file APK untuk dipasang secara diam-diam ke perangkat Android yang terhubung ke PC bersangkutan.

Hal tersebut bisa dilakukan apabila gadget Android yang terhubung menjalankan mode USB Debugging. Mode tersebut umumnya digunakan oleh pengembang aplikasi atau pengguna yang akan melakukan rooting.

Sang malware kemudian membikin aplikasi Google Play Store palsu di gadget terinfeksi, lengkap dengan icon yang sama dengan toko aplikasi Google tersebut, tapi namanya sedikit berbeda, yaitu "Google App Store".

Symantec turut menemukan bahwa malware ini mencari aplikasi online banking tertentu asal Korea Selatan, lalu berupaya menghapus serta menggantinya dengan versi lain yang sudah terinfeksi.

Trojan.Droidpak juga mencegat pesan-pesan SMS yang dikirimkan dari perangkat dan mengirimnya ke server kendali. Dari hal ini, bisa disimpulkan malware tersebut memiliki motif finansial atau bertujuan mencuri uang.

Meski mengincar sasaran dari negara tertentu, tak menutup kemungkinan bahwa para pengembang malware Android lain akan meniru teknik serangan baru ini.

Untuk saat ini, metode penularan Trojan.Droidpak masih memiliki kelemahan, yaitu hanya bisa berjalan apabila perangkat Android mengaktifkan USB Debugging mode. Karena itu Liu menyarankan pengguna agar mematikan fitur tersebut sebagai langkah preventif.

Sumber: PCWorld
Editor: Wicak Hidayat (Kompas.com)
.
.