©MonZaeMon™ 69 - Jamur konsumsi saat ini menjadi salah satu produk yang digemari
masyarakat luas. Bahkan di beberapa wilayah, permintaan pasarnya tidak
mampu terpenuhi oleh para petani jamur yang ada. Banyaknya jenis makanan
yang bisa diolah dari bahan baku jamur menjadi salah satu alasan
kebutuhan akan produk pertanian tersebut meningkat tajam.Selain itu,
bahan baku pembuatan media tanamnya juga mudah didapat, dan proses
budidayanya lebih praktis, mudah, dan terkontrol dengan baik.
Untuk memfasilitasi para calon pelaku jamur yang ingin belajar
menjalankan bisnis budidaya jamur, Lantabura Media kembali mengadakan pelatihan budidaya jamur yang bertajuk “Panen Untung Budidaya Jamur” Jumat s.d Sabtu (16-17 September 2011).

Pelatihan
yang diselenggarakan untuk kelima kalinya tersebut diikuti 4 (empat)
orang peserta, yaitu Albertus Rudy Wurdiyanto (39) dari Godean Sleman;
Andi Rekha Zakaria febriyanto (27) dari Klaten; Khomarudin (28) dari
Klaten; dan Gunadi (41) dari Magelang.
Pelatihan terbagi menjadi dua hari dengan materi yang bersifat teori
dan praktik langsung. Untuk hari pertama Jumat (16/9), peserta
memperoleh materi mengenai seluk beluk jamur konsumsi (tiram dan kuping)
dan budidayanya. Penjelasan mengenai proses produksi baglog jamur tiram
menjadi materi berikutnya yang akan dipraktikkan peserta keesokan
harinya. Dalam sesi tersebut, para peserta terlibat aktif mengajukan
berbagai pertanyaan kepada pemateri tentang hal-hal terkait materi yang
disampaikan.
Pada hari yang sama, peserta juga berkesempatan mengunjungi salah
seorang petani jamur dan pabrik Aneka Mesin untuk melihat proses
produksi mesin-mesin teknologi tepat guna. Dalam kunjungannya ke Aneka
Mesin, peserta diberikan gambaran tentang mesin produksi bisnis jamur,
seperti mesin press baglog dan mesin spinner untuk olahan keripik jamur.

Hari
kedua pelatihan diawali dengan kunjungan ke kumbung petani jamur untuk
melihat dan berbagi pengalaman dengan salah seorang petani jamur tentang
proses budidayanya. Setelah itu, peserta melakukan praktik produksi
baglog jamur tiram
dengan dipandu langsung oleh pemateri. Masing-masing peserta diberikan
kesempatan untuk menjalankan praktik, dari mulai pengenalan bahan baku
produksi (serbuk gergaji, bekatul, gamping, dll) hingga media tanam
(baglog) jadi dan siap untuk dibudidayakan.
sumber : tim bisnis ukm
No comments:
Post a Comment