Blog www.monzaemon.com sedang dialihkan ke monzaemon69.blogspot.com untuk sementara :')

lagi ngebahas ini

Kronologi Lengkap Konser 'Red Tour' Taylor Swift di Jakarta 2014

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
http://images.detik.com/content/2014/06/04/228/taydlm.jpg
MonZaeMon 69 - Taylor Swift sukses tampil membara dan emosional selama satu setengah jam di konser 'Red Tour' yang digelar di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta Utara, Rabu (4/6/2014) malam. Atraktif dan penuh emosi sangat cocok menggambarkan penampilan Taylor malam ini.

Pukul 20.20 WIB lampu dipadamkan. Yang terlihat hanya bentangan kain merah yang menutupi panggung dan tulisan 'RED' di kiri dan kanan layar panggung. Otomatis teriakan Swifties (fans Taylor Swift) langsung memenuhi MEIS. Dentuman drum seakan mewakili detak jantung para Swifties yang deg-degan menantikan penampilan idolanya.

Teriakan penonton langsung menyelimuti Mata Elang International Stadium (MEIS) saat bayangan raksasa Taylor Swift muncul di atas panggung sambil menyanyikan salah satu lagunya dari album 'Red' berjudul 'State of Grace'. Tak ingin lama-lama membuat penonton penasaran, kain merah yang terbentang di panggung pun ditarik ke atas dan munculah sosok Taylor Swift.

Taylor nampak cantik dan sederhana mengenakan blus putih, hot pants dengan stocking serta topi fedora hitam dan sepatu merah. Lipstik merah tak lupa dipoleskan di bibirnya senada dengan mic merah yang digunakannya.

Taylor sempat terdiam beberapa saat. Kagum mendengarkan teriakan penonton yang menyambutnya. Ia tampak terharu melihat antusiasme Swifties Indonesia. "Terima kasih!" teriaknya sambil memberikan topinya ke arah penonton.

Dengan penuh energi, Taylor langsung melanjutkan penampilannya yang diiringi penari latar di lagu 'Holy Ground'. Ia pun membuat penonton bersorak saat menggebuk drum Taiko yang menyala-nyala. Di lagu tersebut, mantan kekasih Harry Styles itu tampak lincah menari-menari mengikuti irama lagu.

"Selamat malam, Jakarta! I'm Taylor. Welcome to the 'Red Tour'. Jakarta, kalian tahu, kalian membuat kesan pertama yang sangat berkesan!" sapa Taylor yang langsung disambut sorakan Swifties yang semakin menggelegar. 
.
.
 Bukan Taylor Swift namanya jika tidak membicarakan soal cinta. Ternyata ada arti tersendiri bagi Taylor di balik nama 'Red Tour'. Warna merah dipilih Taylor sebagai warna yang menggambarkan perasaan jatuh cinta, patah hati dan segala emosi yang dirasakannya. Melantunlah lagu 'Red' yang membuat penonton ikut menyanyi.

Tidak menari-menari seperti di lagu sebelumnya, di lagu 'Red' ia beraksi dengan gitar merahnya. Dukungan para penari latar yang memegang bendera dan kain berwarna merah membuat penampilan Taylor terlihat semakin dramatis di lagu itu.

Di lagu keempat, 'The Lucky One', Taylor sedikit meredakan suasana. Mengambil konsep vintage, penyanyi berusia 24 tahun itu nampak anggun dan memesona dalam balutan gaun merah menyapu lantai.

"Kalian tahu, pergi ke macam-macam negara bukan hanya mempelajari tempat yang berbeda-beda. Tapi melihat kalian seperti ini, kalian sangat otentik dan tulus," ujar Taylor sebelum menyanyikan lagu selanjutnya.

"Jika saya tidak pernah menulis lagu, saya tidak akan bertemu dengan kalian," sambungnya menambah suasana konser semakin intim.

Taylor pun mengajak Swifties untuk bernostalgia ke 2010. Melepas gaun merahnya, Taylor kini tampil chic dibalut blus merah, rok putih, stocking hitam dan sepatu merah. Penonton tampak sangat menikmati suasana. Taylor dan Swifties secara bersamaan menepukkan tangannya ke udara sambil menyanyikan lagu 'Mean'.

Sebuah video Taylor Swift, mulai dari balita hingga ia menerima penghargaan Grammy diputar memanjakan penonton. Lewat video tersebut, penonton diajak menyelami perjalanan karier dari seorang Taylor Swift.

Salah satu lagu yang paling ditunggu-tunggu membuat suasana semakin 'pecah'. Taylor yang kini mengenakan kaus hitam bertuliskan 'Jakarta', hot pants merah, dan masih stocking hitam dan sepatu merah muncul menari-nari di atas panggung sambil menyanyikan lagu '22'. Seperti gelora anak muda di usia 22 tahun, Taylor dan penari latarnya berlari-lari dan melompat-lompat ceria.

Kejutan tak terduga dari Taylor. Di tengah-tengah lagu, ia tiba-tiba turun dari atas panggung dan berjalan di antara penonton kelas Silver (festival) menuju mini stage yang berada di seberang panggung utama sambil menyalami tangan-tangan para penonton yang menjulur ke arahnya. Taylor nampak sangat ramah.

Setelah tampil energik, Taylor kembali meredakan tensi konser. Dengan gitarnya, ia mengajak penonton bernyanyi dengannya lewat tiga lagu akustik, 'Fifteen', 'You Belong With Me' dan 'Sparks Fly'.

Alunan biola membuka intro lagu 'I Knew You Were Trouble'. Sontak para penonton langsung histeris. Seperti di konser-konser di negara lain, di lagu tersebut Taylor tampil bak putri di kerajaan mengenakan gaun putih mewah. Di tengah-tengah lagu, para penari latar 'merobek' gaun tersebut dan menampilkan sisi seksi Taylor dibalut kostum hitam lingerie-esque yang memamerkan tubuh langsingnya.

Sebelum menyanyikan lagu ke-11, Taylor bercerita sedikit di atas panggung. Taylor mengatakan, ia menulis lagu-lagunya berdasarkan hal atau emosi yang paling ia rasakan. Suasana pun semakin mellow. 'All Too Well' dibawakan Taylor dengan penuh emosi sambil memainkan piano merahnya.

Meskipun semakin malam, semangat Swifties tidak meredup, melainkan semakin membara. Ditambah melihat Taylor yang 'berubah' menjadi Juliet di lagu 'Love Story'. Ia pun seolah-olah menutup konsernya yang dihadiri sekitar 10 ribu penonton.

"We want more! We want more!" teriak para Swifties yang tak sabar melihat penampilan encore dari Taylor Swift.

Dan benar saja, Taylor kembali ke atas panggung mengenakan kotum ala sirkus lengkap dengan penari-penari latarnya. Mengenakan tuxedo merah berkilau, Taylor menutup konsernya dengan sangat atraktif di lagu 'We Are Never Ever Getting Back Together'.

"Terima kasih, Jakarta! Saya tidak akan melupakan kalian!" tutup Taylor sumringah. detik.com

No comments:

Post a Comment